Kesiapan Keluarga dalam Merawat Pasien Stroke di Rumah

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Klik Dokter

Dunia saat ini sedang mengalami pandemic karena virus Corona. Perhatian dunia saat ini mengarah kepada virus corna. Hal ini dimaklumi karena memang transmisi virusnya sangat cepat. Akan tetapi, saat ini pun kita belum terlepas dari masalah kesehatan penyebab kematian kedua yaitu stroke. Menurut World Stroke Organization, strokes saat ini telah menjadi epidemi didunia penyebab kematian kedua. Kematian akibat stroke akan meningkat sebanyak 6,7 juta sejak tahun 2015 jika tidak ada tindakan yang dilakuukan untuk mencegahnya. 

Stroke tidak hanya mengakibatkan kerugian sementara tetapi bisa kerugian yang menahun dan berlangsung lama karena stroke dapat mengakibatkan disabilitas. Disabilitas ini terutama karena kondisi fisik penderita stroke yang membuatnya tidak mampu untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. Kondisi ini membuat pasien stroke yang sudah mengalami disabilitas akan bergantung pada bantuan anggota keluarga seumur hidupnya. 

Keluarga diharapkan memiliki  pemahaman tentang peran mereka dalam menangani keluarga yang mengalami stroke. Kemampuan keluarga akan mampu meningkatkan kesempatan pasien stroke berada pada kondisi yang lebih baik. Beberapa pasien yang mendapatkan penanganan keluarga yang optimal bahkan bisa kembali beraktifitas walaupun dengan keterbatasaanya. 

Akan tetapi banyak keluarga pasien stroke yang mengeluhkan kurangnya informasi yang didapatkan dari pelayanan kesehatan. Hal ini membuat mereka merasa kesulitan memberikan bantuan yang optimal dalam merawat anggota keluarganya yang stroke setelah dipulangkan oleh pelayanan kesehatan. 

Artikel yang berjudul “Needs of Family Caregiver Education for Caring Stroke Patients at Home” akan mengulas beberapa kebutuhan akan informasi yang dirasakan oleh keluarga pasien stroke setelah tanggung jawab perawatannya diserahkan kepada keluarga. Artikel ini berusaha menggali informasi secara mendalam sehingga menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan phenomenology. Pendekatan ini dipilih karena mampu memahami, menjelaskan, dan memberikan makna secara mendalam kebutuhan keluarga setelah pasien keluar dari pelayanan kesehatan. Informasi didapatkan langsung dari keluarga dan petugas kesehatan menggunakan panduan wawancara mendalam. 

Penulis: Ira Nurmala

Informasi detail dari studi artikel ini dapat dilihat Indian Journal of Public Health Research & Development, March 2020, Vol. 11, No. 03 (issn/e-issn: 0976-0245/0976-5506) halaman  1364-1368. Artikel dapat diakses melalui link berikut: http://www.ijphrd.com/scripts/IJPHRD%20March_2020%20(11).pdf

Cara Penulisan Sitasi: 

Wulansari, Y.P., Nurmala, I., and Hargono, R. (2020). Needs of Family Caregiver Education for Caring Stroke Patients at Home. Indian Journal of Public Health Research & Development, 11(3), 1364-1368

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu