Dosen Fakultas Farmasi UNAIR Edukasi Ibu PKK RT 07 Mengenai Pengelolaan Obat di Rumah Tangga

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dosen Departemen Farmasi Universitas Airlangga memberikan edukasi kepada ibu-ibu PKK RT 07/RW 04 RT 07/RW 04 Kelurahan Penjaringan Sari, Rungkut Surabaya. (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia senantiasa menjunjung tinggi nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebagai perwujudan nyata pengamalan Tri Dharma, Dosen Departemen Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) pada Minggu (11/8/2020).

Dalam kegiatan pengmas tersebut, Dosen FF UNAIR melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT 07/RW 04 Kelurahan Penjaringan Sari, Rungkut Surabaya. Mereka melakukan edukasi mengenai pengelolaan obat di rumah tangga serta cara penggunaan obat yang benar.

Dr. Apt. Liza Pristianty, M.Si. MM menuturkan bahwa kegiatan pengmas dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan rutin bulanan ibu-ibu PKK 07. Acara pelatihan dilakukan dengan metode pemberian kasus-kasus riil melalui flash chart. Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar meskipun harus dilaksanakan dengan protokol kesehatan pandemi Covid-19.

“Mengingat saat ini masih pandemi Covid -19, maka kami memutuskan untuk melaksanakan pengmas di ruang terbuka dengan memasang tenda,” tuturnya.

Dr. Liza, sapaan akrabnya menyampaikan bahwa saat acara berlangsung ada beberapa protokol kesehatan yang dilakukan. Di antaranya adalah pengecekan suhu tubuh, penerapan duduk berjarak serta pemakaian hand sanitizer. Setiap peserta juga mendapatkan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan face shield.

Pemilihan ibu-ibu PKK 07 sebagai peserta pengmas bukan tanpa alasan. Menurut Dr. Liza, mereka dipilih karena ibu-ibu di RT 07 aktif melakukan kegiatan bulanan yang diisi dengan berbagai aktivitas.

“Akan tetapi kegiatan edukasi mengenai obat belum pernah mereka dapatkan,” tambahnya.

Dr. Liza menyadari bahwa ibu rumah tangga merupakan garda terdepan kesehatan keluarga. Dengan memberikan pemahaman tentang bagaimana mengelola dan menggunakan obat yang benar di rumah tangga, harapannya ibu-ibu PKK 07 bisa mengimplementasikannya dalam keluarga.

“Kami berharap ke depannya akan ada peningkatan perilaku  rasional dalam menggunakan obat bagi keluarga di RT 07,” tambahnya.

Rencana selanjutnya setelah kegiatan pengmas tersebut adalah mengusulkan program pengmas tingkat RW 04. Hal tersebut karena sudah ada permintaan dari wakil RW yang hadir saat itu untuk mengadakan pengmas di tingkat RW karena dirasa informasi yang disampaikan sangat bermanfaat.

“Semoga informasi yang didapatkan ibu-ibu PKK 07 dapat ditularkan kepada keluarga dan handai tolan secara lebih luas sehingga masyarakat semakin cerdas dalam mengelola dan menggunakan obat dengan benar,” tutupnya. (*)

Penulis :  Sandi Prabowo

Editor:  Khefti Al Mawalia 

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu