Benarkah Konsumsi Daging Sapi, Babi, atau Domba Muda Pengaruhi Angka Positif Covid-19 di Amerika?

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Daging sapi. (Sumber: Alodokter)

Kandungan Lemak pada Daging Merah Menurut Medis

Daging merah merupakan sumber protein hewani yang sangat penting bagi tubuh manusia. Tubuh membutuhkan asupan protein untuk memulihkan sel otot yang rusak. Selain itu, daging merah penting bagi anak muda, terutama untuk anak anak yang sedang dalam proses pertumbuhan, karena daging merah bisa menyajikan asupan protein untuk pertumbuhan tbuh mereka.

Daging merah bisa dibagi menjadi dua menurut sumbernya, yakni daging hewan ternak, dan hewan liar. Hewan liar seperti pada celeng, beruang, bebek liar, dan rusa mempunyai aroma daging yang lebih tajam serta lemak yang lebih sedikt. Namun daging liar sulit didapat dan hewan hewan tersebut dilarang untuk diburu oleh pemerintah Indonesia. Sedangkan pada daging ternak, persediaan bisa melimpah dikarenakan melalui proses perkembangbiakan yang cepat lewat peternak. Daging ternak mengandung lebih banyak lemak karena hewan ternak jarang beraktivitas ekstrim dan cenderung dibatasi aktivitasnya.

Namun daging merah selain tinggi protein, juga berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Salah satu contoh daging sapi dimana dipercaya mengandung lemak lebih sedikit dibandingkan daging kambing, namun kenyataannya tidak. Daging sapi mengandung lemak tak jenuh lebih banyak dibandingkan jenis daging merah lain, seperti daging, babi, kambing, dan domba. Namun dikarenakan harganya yang lebih murah karena persediaan yang banyak serta rasa yang lebih tajam dibandingkan daging lain, daging sapi menjadi pilihan utama masyarakat.

Amerika Serikat merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar didunia, dengan urutan ke-3 setelah Cina dan India. Orang Amerika juga suka sekali mengonsumsi daging merah sebagai makanan utama dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang digoreng . Daging sapi, babi, dan kalkun dianggap sebagai daging dengan harga yang murah, sehingga dikonsumsi dalam kehidupan umum masyarakat Amerika. Daging babi memiliki lemak jenuh lebih rendah dibandingkan daging sapi, namun kurang populer jika dibandingkan daging sapi. Daging domba merupakan daging dari domba muda yang memiliki tekstur empuk dan lemak jenuhnya lebih sedikit. Daging domba adalah daging yang paling sehat dari yang lainnya  terlalu banyak lemak jenuh akibat mengonsumsi daging merah secara berlebihan dapat memicu penyumbatan arteri, hipertensi, dan tekanan darah tinggi.

Pada era pandemi seperti sekarang, masyarakat dengan riwayat hipertensi, tekanan darah tinggi, serta gangguan jantung lebih mudah terserang COVID-19 dibandingkan masyarakat yang tidak. Oleh karena itu pembatasan konsumsi daging merah, terutama untuk usia lanjut diperlukan. Amerika serikat menempati peringkat pertama sebagai negara dengan kasusu positif COVID-19 terbanyak. Hal ini mengingat rakyat Amerika senga mengonsumsi daging merah, terutama steak dan BBQ.

Sampel penelitian ini dibagi dua, yakni data postifi Corona Amerika serikat yang diambil dari website worldometer, dan total produksi daging merah oleh masyarakat Amerika. Daging merah sendiri dibagi menjadi 3, yakni daging sapi, babi, dan domba muda. Data tentang daging diambil dari website resmi departemen pertanian Amerikat Serikat atau USDA.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging sapi paling banyak dibandingkan babi dan domba muda. Jumlahnya yang semakin meningkat setiap bulan pada 2020 juga linier dengan penigkatan kasus positif Corona. Di Amerika, Juli merupakan bulan terbanyak untuk konsumsi daging sapi dibadingkan bulan bulan sebelumnya, yang mana jumlah kasus positif Corona juga paling banyak. Konsumsi daging babi paling banyak jatuh pada bulan Mei, dimana mei merupakan waktu libur sekolah anak anak serta berbagai festival penting di Amerika. Daging babi yang lebih rendah lemak dibandingkan sapi biasa dikonsumsi oleh festival tahunan orang meksiko di Amerika yang bernama cinco de mayo.

Salah satu alasan rakyat Amerika lebih suka mengonsumis daging sapi di balik tingginya lemak yaitu karena kandungan zat besi / seng yang berguna untuk meningkatkan metabolisme dalam tubuh, mempengaruhi semangat belajar anak dan juga sebagai benteng pertahanan tubuh kita karena zat besi dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Daging sapi juga kaya protein untuk membantu perkembangan otak, terutama pada neuron pada anak. Selain itu, protein juga dapat membantu tubuh Anda membentuk jaringan baru pada otot yang cedera.

Daging domba muda memang memiliki lemak lebih rendah dibandingkan sapi, namun harganya yang relatif lebih mahal, karena terbatasnya stok. Daging domba muda berasal dari domba berusia kurang dari setahun, yang mana tekstur dagingnya juga lebih lembut dibandingkan sapi, namun jumlah dagingnya terbatas pula.

Steak dan makanan cepat saji di Amerika cenderung menggunakan daging sapi sebagai bahan baku. Salah satunya yakni Barbeque yang terkenal yang menjadi bagian dari budaya kuliner Amerika ini juga menggunakan daging sapi, bukan babi atau domba.

Daging sapi lebih banyak dikonsumsi rakyat Amerika walaupun tingginya lemak. Salah satu alasan yakni murahnya harga daging sapi. Steak dan barbeque telah menjadi ikonik masakan kebanggaan rakyat Amerika, dimana mereka menggunakan daging sapi, bukan dari daging lain. Selain itu, konsumsi yang melimpah dari daging sapi dikarenakan ukuran sapi yang lebih besar juga turut berpartisipasi dalam tingginya konsumsi daging merah ini. Walaupun angka pisitif Corona semakin banyak, masyarakat Amerika tidak surut dalm mengonsumsi daging sapi.

Penulis: Maslichah Mafruchati

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

http://www.sysrevpharm.org/?mno=7848

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu