Fakultas Vokasi UNAIR Sosialisasikan Peer To Peer Lending Syariah Bagi UMKM Sidoarjo

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prinintha Nanda Soemarsono selaku ketua panitia saat memberikan sambutan. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Situasi pandemi COVID-19 membuat berbagai usaha UMKM harus menghadapi tantangan dalam menjalankan usahanya. Pemerintah beserta seluruh lembaga keuangan pun mulai berfokus pada kebijakan penguatan inklusi keuangan agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.

Dalam hal ini, keberadaan teknologi digital di sektor keuangan menjadi sangat signifikan dalam pergerakan ekonomi jika dikaitkan dengan anjuran pemerintah Indonesia untuk Work From Home. Pemanfaatan teknologi keuangan digital dapat menjadi satu faktor positif dalam mendukung perkembangan bisnis, salah satunya meningkatkan jangkauan segmentasi pasar.

Selain itu, berkembangnya financial technology dapat menjadi sarana alternatif masyarakat untuk mengakses jasa layanan keuangan, khususnya bagi masyarakat yang belum mendapatkan akses keuangan. Namun, berdasarkan data OJK pada tahun 2019 literasi keuangan baru mencapai 38,03 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 76,19 persen.

Melihat isu tersebut, tim dosen Departemen Bisnis Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, yang diketuai oleh Prinintha Nanda Soemarsono, S.A., M.A, berinisiatif untuk menggelar seminar daring bertajuk “Edukasi dan Aksesibilitas pada Platform Peer to Peer Lending Syariah untuk Pengembangan Usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah”. Seminar daring yang diselenggarakan pada Sabtu (26/9/2020) ini merupakan salah satu wujud pengabdian masyarakat sebagai bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Prinintha Nanda Soemarsono selaku ketua menyatakan bahwa ia dan dan tim melihat pengusaha UMKM di Sidoarjo memiliki potensi luar biasa dalam mendukung pengembangan perekonomian.

“Kami berpikir bahwa edukasi melalui seminar daring di tengah pandemi adalah ide yang bagus, apalagi dengan mitra UMKM binaan organisasi masyarakat ‘Aisyiyah’,” ucap Prinintha.

Menurutnya, kekuatan yang dimiliki oleh para pelaku UMKM dapat dikembangkan seiring dengan perkembangan teknologi finansial dengan memanfaatkan fungsi platform peer to peer lending.

Seminar daring yang belangsung selama kurang lebih 3 jam ini dihadiri paling tidak 25 UMKM se-kabupaten Sidoarjo. Acara dikemas secara apik dengan menghadirkan narasumber-narasumber dari organisasi dan institusi keuangan besar terkait, yakni Catur Nugroho selaku staf Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan Regional 4 Jawa Timur, Dian Berkah selaku CEO dan komisioner utama Berkah Fintech Syariah, dan Siti Zubaidah selaku ketua pimpinan daerah ‘Aisyiyah kabupaten Sidoarjo. Banyaknya pertanyaan yang muncul dari peserta kepada narasumber di akhir sesi pun cukup menunjukkan betapa besarnya antusiasme peserta dalam menyimak materi yang disajikan.

Terkait seminar daring yang diadakan, Catur Nugroho, selaku narasumber menyatakan bahwa seminar tersebut sejalan dengan misi OJK untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia.

“Seminar seperti ini bisa laksanakan lebih sering mengingat banyak lapisan masyarakat yang masih terbatas dalam mengakses pengetahuan tentang keuangan sehingga terjebak investasi bodong,” terang Catur. (*)

Penulis: Celya Intan Kharisma Putri

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu