Dosen Komunikasi UNAIR Tekankan Pentingnya Kontribusi Korporasi pada Masyarakat Melalui Program CSR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ratih Puspa, S.Sos., MA., Ph.D., dosen komunikasi UNAIR (atas) dan Dr. Dorien Kartikawangi, M.Si., dosen Unika Atma Jaya (bawah), ketika memaparkan materi pada Rabu (23/09/20). (Foto: Dita Aulia Rahma)

UNAIR NEWS – Departemen Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menggelar webinar yang merupakan serangkaian webinar berseri lainnya pada Rabu (23/09/20). Tema yang diusung dalam webinar tersebut yakni Korporasi, Corporate Social Responbility (CSR) dan Aktivisme Komunitas Lokal.

Sukses dilaksanakan selama kurang lebih dua jam, webinar itu diselenggarakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Narasumber yang dihadirkan terdiri dari dua orang akademisi, masing-masing yakni Ratih Puspa, S.Sos., MA., Ph.D yang merupakan dosen komunikasi UNAIR dan Dr. Dorien Kartikawangi, M.Si yang merupakan dosen Unika Atma Jaya Jakarta.

Berkesempatan menjadi pemateri pertama, Ratih fokus membahas dinamika atau hubungan yang terjadi antara korporasi (perusahaan) dengan para stakeholder khususnya dalam program CSR. Dia mengatakan bahwa korporasi tidak bisa hanya berfokus pada keuntungan saja karena saat ini, korporasi semakin mendapat sorotan terkait kontribusinya untuk masyarakat sekitar.

“Korporasi makin mendapat sorotan dari berbagai pihak terkait dengan bagaimana mereka memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan maupun membangun masyarakat, tidak melulu hanya fokus pada profit (keuntungan, Red),” ucapnya.

Lebih lanjut, Ratih mengungkapkan bahwa keberadaan korporasi selalu memiliki dampak terhadap masyarakat, pemerintah maupun pada stakeholder lainnya. Maka dari itu, penting bagi pihak korporasi untuk memahami value, behaviour dan background dari berbagai elemen stakeholder tersebut. Hal itu dilakukan agar korporasi dan para stakeholder dapat melakukan kerja sama dengan baik.

Tidak hanya itu, Dr. Dorien sebagai pemateri kedua mengatakan jika program CSR tidak dapat dilakukan hanya berdasar prinsip tolong menolong, melainkan harus dibuat berdasarkan risetmengenai kebutuhan masyarakatyang menjadi sasaran.

“CSR harus diawali dengan risetmengenai kebutuhan stakeholder. Apabila tidak berdasar riset, bisa jadi CSR yang dilakukan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat melainkan berdasar keinginan perusahaan,” ungkapnya.

Terakhir, Dr. Dorien juga menuturkan bahwa perusahaan perlu melakukan edukasi kepada pemerintah lokal agar dapat mengomunikasikan tujuan adanya program CSR kepada masyarakat setempat. Selain itu, perusahaan perlu memahami budaya di daerah yang menjadi sasaran CSR. Tujuannya, agar program yang dibuat sesuai dengan kondisi mereka sehingga tidak ada konflik yang akan terjadi ketika program CSR dilaksanakan. (*)

Penulis: Dita Aulia Rahma

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu