Profil Bakteri dan Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pneumonia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Kompas Health

Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi paru dan merupakan penyebab kematian pada anak dan orang dewasa di seluruh dunia. Meningkatnya angka kematian di antara pasien pneumonia berat adalah karena mereka tidak mendapat pengobatan antibiotik awal yang sesuai dengan bakteri yang menginfeksi. Prevalensi pneumonia tahun 2016 di Jawa Timur adalah 26,76% dari semua populasi. Tingkat kematian akibat pneumonia di ruang rawat inap paru RSUD Dr. Soetomo adalah 33%-50%. Penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia disesuaikan sesuai dengan hasil biakan dan hasil uji kepekaan obat. Penggunaan antibiotik dilakukan dan diawasi secara bijaksana untuk mencegah terjadinya kebal obat.

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi profil bakteri dan penggunaan antibiotik pada pengobatan pasien pneumonia yang dirawat di ruang awat inap paru RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Indonesia. Penelitian dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif sehingga diharapkan dapat digunakan untuk mendukung pedoman penggunaan antibiotik di rumah sakit. Penelitian adalah observasional deskriptif yang menggunakan data pasien pneumonia yang dirawat di ruang awat inap paru RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Indonesia dari Februari hingga April 2018. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien, catatan penggunaan antibiotik, dan hasil uji biakan dan kepekaan bakteri terhadap antibiotik. Penggunaan antibiotik dihitung menggunakan defined daily dose (DDD) per 100 bed days. Kualitas antibiotik dinilai dengan metode Gyssens. Pemetaan profil bakteri dilakukan berdasarkan hasil uji biakan dari sampel dahak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematian pada pasien kelompuk usia 60 tahun adalah 2 sampai 4 lebih tinggi dibanding kelompok usia 50 tahun. Pasien pneumonia diketahui lebih banyak adalah laki-laki karena berhubungan dengan kebiasaan merokok dan alkohol, yang merupakan salah satu faktor infeksi pneumonia komuniti.

Bakteri yang paling banyak ditemukan pada pasien pneumonia adalah bakteri Gram negatif dan spesies terbanyak adalah Acinetobacter baumannii dan Klebsiella pneumoniae. Sedangkan spesies bakteri Gram positif yang paling banyak ditemukan adalah Streptococcus viridans. Penggunaan antibiotik total adalah 35,53 DDD per 100 bed days, dan ceftriaxone adalah antibiotik yang paling sering digunakan dengan 9,23 DDD per 100 bed days. Dua puluh persen pasien mendapat kombinasi antibiotik ceftriaxone dan levofloxacin. Lima puluh persen penggunaan antibiotik termasuk dalam kategori penggunaan antibiotik secara bijaksana. Bakteri gram Negatif merupakan penyebab utama pneumonia dan ceftriaxone adalah antibiotik yang paling banyak digunakan. Lima puluh persen pasien menerima ceftriaxone dengan tepat.

Pemberian antibiotik diketahui dilakukan tidak hanya secara empiris, namun juga definitif berdasarkan hasil uji kepekaan antibiotik. Hasil ini perlu didukung dengan rekomendasi pemilihan antibiotik setelah menentukan relevansi klinis pada pasien. Hasil uji mikrobiologis bersamaan dengan kondisi klinis pasien merupakan hal yang penting dalam melakukan upaya surveilans, pencegahan, dan pengobatan pasien untuk mengendalikan infeksi di rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan di komunitas.

Penulis: Dr. Soedarsono, dr., Sp.P(K)

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di https://www.eurekaselect.com/179449/article
Rika Yulia, Josephine Witha Mariza, Soedarsono, Fauna Herawati. Bacterial Profile and Antibiotic Use in Pneumonia Patients at Dr. Soetomo General Hospital. Curr Respir Med Rev. 2020;16:1-7.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu