UNAIR-BI Institute Sepakati Kerja Sama “Kampus Merdeka”

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ILUSTRASI suasana kelas Fakultas Ekonomi dan Bisnis. (Foto: Istimewa)
ILUSTRASI suasana kelas Fakultas Ekonomi dan Bisnis. (Foto: Istimewa)

”Semoga ini (kerja sama, Red) memberikan nilai manfaat, baik bagi UNAIR maupun bagi BI Institute,” ucapnya.

UNAIR NEWS – Komitmen dukungan dan penguatan pelaksanaan Kebijakan Kampus Merdeka terus dilakukan Universitas Airlangga meski di tengah pandemi Covid-19. Penguatan itu salah satunya terwujud dalam penandatanganan MoU perjanjian kerja sama Program Kampus Merdeka antara UNAIR bersama dengan Bank Indonesia (BI) Institute pada Jum’at ( 14/8/2020) secara daring.

Perjanjian itu ditandatangani secara online oleh Kepala BI Institute Solihin M. Juhro., bersama dengan Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni UNAIR Prof. Dr. Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si. Perjanjian kerja sama tersebut ditujukan sebagai dukungan penuh terhadap implementasi program Kampus Merdeka yang dicanangkan Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam program Kampus Merdeka, sebut Prof Nyoman, semua sivitas akademika di UNAIR berkesempatan melakukan kegiatan di luar kampus. Baik yang sesuai dengan bidang ilmu maupun di luar bidang ilmu.

”Tentu itu semua dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan peserta didik di UNAIR. Termasuk dosen dalam proses pendampingan dan pembelajaran dalam kerja sama dengan BI Institute,” ujarnya.

PROF Nyoman (kiri) saat mengikuti prosesi penendatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Kampus Merdeka UNAIR dan BI Institute. (Foto: M. Alif Fauzan)

Prof Nyoman menyebut, UNAIR memiliki potensi di tiga bidang ilmu, yaitu health science, life science, dan social science. Tentu di dalamnya terdapat humaniora dan ekonomi. Karena itu, kesempatan pengembangan kompetensi mahasiswa UNAIR tersebut menjadi sangat penting.

”Dari pandemi ini kita menjadi bisa belajar bahwa sekat-sekat antar rumpun ilmu itu kini menjadi agak bergeser dan terbuka. Tentu ini dimaknai sebagai bagian dari tantangan dan peluang mengerjakan potensi pengembangan keilmuan secara bersama-sama,” katanya.

Menurut Prof Nyoman, setidaknya terdapat tiga poin kerja sama yang akan diwujudkan untuk para sivitas UNAIR. Yaitu, berkaitan dengan magang bersertifikat, learning experience, dan mini project. Sehingga mahasiswa UNAIR kian terbiasa belajar untuk lebih kreatif, inovatif, dan yang terpenting membangun critical thinking terhadap permasalahan bangsa. Khususnya bidang-bidang perkonomian, seperti halnya tantangan-tantangan yang terjadi di masa pandemi ini.

”Semoga ini (kerja sama, Red) memberikan nilai manfaat, baik bagi UNAIR maupun bagi BI Institute,” ucapnya.

Turut hadir pula dalam penandatanganan MoU secara daring itu Dekan FST UNAIR Prof. Win Darmanto, M.Si., Ph.D. Dekan FEB UNAIR Prof. Dr. Dian Agustia, SE., M.Si., Ak.; Dekan Sekolah Tinggi Teknologi Maju dan Multidisiplin Prof. Dr. Dwi Setyawan; serta Ketua PPKK dan hubungan alumni Dr. Elly Munadziroh drg., MS. (*)

Penulis Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu