Aucky Hinting, Pakar Andrology Kelahiran Surabaya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Feri Fenoria

“Andrologi itu bidang ilmu yang langka, relatif baru dan kecil, tetapi sangat mendalam, karena mempelajari masalah proses pembentukan sperma, pembuahan, pembelahan sel, sampai embrio itu tertanam sebagai janin,”

Aucky Hinting mengaku tertarik menekuni bidang ini karena peminatnya relatif langka. Selain itu juga tertarik karena demi pengembangan ilmu pengetahuan. Apalagi mengenai sperma untuk bisa mampu membuahi sel telur. Dengan demikian penelitian ini sangat menantang, harus dikerjakan di laboratorium dengan penuh ketekunan, dengan tingkat ketelitian, kejelian, dan ketepatan timing yang tinggi, hingga sperma benar-benar mampu membuai seltelur untuk mencapai kehamilan. Karena itu, alumnus FK Universitas Airlangga tahun 1979 ini sangat bersyukur bisa menekuni bidang ilmu yang membahagiakan orang ini.

Pasalnya, ketika ribuan orang mengalami infertilitas, yaitu kegagalan pasangan suami-istri untuk mengalami kehamilan setelah melakukan hubungan seksual selama satu tahun, kemudian ditolong melalui suatu proses dalam ilmu ini hingga mencapai kehamilan, kemudian melahirkan keturunan, itulah kebahagiaan keluarga yang tak terbatas nilainya. Apalagi ilmu ini sekarang berkembang sangat mendalam, sehingga memberikan keleluasaan untuk berinovasi dan berprestasi dalam menjunjung martabat manusia, yakni dari pasangan infertil yang sangat mendambakan keturunan hingga membahagiakan seluruh anggota keluarga karena lahirnya keturunan tersebut.

Aucky Hinting

Penggiat seni instalasi dan pelukis yang sudah tiga kali pameran tunggal dan lima kali pameran bersama ini, hingga 2016 ini sudah menangani 10.000 lebih bayi tabung. Keberhasilan kehamilannya pun juga meningkat mencapai 49% pada pasangan yang relatif tidak terlalu tua (dibawah 38 tahun). Pada pasutri yang sudah tua juga ada yang berhasil hamil, tetapi presentasenya lebih rendah. Sedangkan pasien infertil termuda yang berkonsultasi ada yang berusia 21 tahun, atau setahun setelah menikah tetapi belum menghasilkan kehamilan dan keturunan.

Dari banyak menjadi narasumber, diantaranya lima yang bergengsi antara lain sebagai (1) Steering Commitee Task Force Infertility Reproductive WHO tahun 1991-2003. (2) Kemudian Panel Riset Unggulan terpadu IPTEK LIPI/ Menristek tahun 1995. (3) Panel Riset Pembinaan IPTEKDOK Litbangkes tahun 1997. (4) Side migration technique : Areliable method for sperm preparation in ICSI. (Lunardhi H., and Hinting A.). Proceeding of the 11th world Conggres on IVF and Human Repro. Genetics. 1989. (5) Conventional treatment of male infertility at the era of ART (Aucky Hinting). Scientific program for 6th world congress on mild approaches in assisted reproduction March 22–24, Nanjing, China, 2013. (*)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu