Pengalaman Hidup Orang dengan HIV /AIDS Menjalani Terapi Antiretroviral

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Sehatq.com

Kepatuhan pasien HIV terhadap terapi antiretroviral (ARV) merupakan mekanisme penting untuk mencegah penularan HIV, tetapi orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) sering hilang selama perjalanan pengobatan HIV. Berbagai faktor pencetus menyebabkan ketidakpatuhan terhadap terapi antiretroviral, namun faktor utama ketidakpatuhan hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Indonesia telah melaksanakan pengobatan gratis bagi ODHA sejak tahun 2004, dan berbagai penyuluhan telah dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan pasien HIV terhadap ARV, namun ketidakpatuhan terhadap ARV masih menjadi masalah di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan angka Lost Follow Up (LFU) untuk perawatan dan terapi ARV yang cukup tinggi yaitu 21,87%. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan merupakan faktor utama kegagalan pengobatan pada ODHA. Pengaruh ketidakpatuhan dapat mempengaruhi kualitas hidup ODHA karena akan menyebabkan resistensi dan perkembangan penyakit hingga kematian. Penurunan kualitas hidup yang terjadi pada pasien HIV tidak hanya disebabkan oleh kepatuhan tetapi juga karena penyakit dan depresi.

ODHA meningkat setiap tahun; Saat ini lebih dari 36,9 juta orang di seluruh dunia menderita HIV dan Indonesia merupakan salah satu negara Asia dengan tingkat infeksi HIV yang berkembang pesat. Jawa Timur menempati posisi pertama di Indonesia dengan kejadian HIV tertinggi tahun 2017 disusul DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Menurut laporan tentang perawatan HIV dan terapi antiretroviral pada tahun 2017, ada sekitar 214.819 orang yang memenuhi syarat untuk ARV, tetapi hanya 180.843 orang yang menerima ARV. Dari 180.843 orang yang sudah mendapat terapi ARV, 39.542 orang (21,87%) mangkir LFU (21,87%) dan 3.501 (1,93%) berhenti minum ARV.

Terapi antiretroviral (ART) merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA. Permasalahan kompleks yang terjadi pada ODHA menjadi pemicu ketidakpatuhan dalam menjalani terapi ARV. Kualitas Hidup adalah konsep multi-dimensi dan dinamis, yang mencerminkan perspektif pengobatan HIV non-biomedis, menggabungkan penilaian subjektif penting pada berbagai aspek kesejahteraan individu, termasuk kesejahteraan fisik, fungsional, sosial, emosional, dan bahkan spiritual. Pengalaman ODHA selama pengobatan ART berubah seiring waktu. ODHA menyatakan bahwa dukungan dari petugas kesehatan atau pihak lain sangat mempengaruhi kepatuhan mereka terhadap ART. Kepedulian sosial, lingkungan rumah, keuangan, kebebasan, dan kesempatan untuk memperoleh informasi terkait pengobatan ARV mendapatkan skor terendah yang berdampak buruk pada kualitas hidup ODHA. Dukungan subjektif dan penggunaan dukungan sosial dan pengetahuan sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas hidup ODHA, dukungan sosial yang rendah telah mengurangi kualitas hidup ODHA. Konseling juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kepatuhan terhadap ARV dan kualitas hidup ODHA.

Informasi memiliki peran penting bagi ODHA dalam menjalani perawatan HIV seumur hidup, namun informasi saja tidak cukup untuk menjadikan ODHA memiliki kepatuhan yang baik dan kualitas hidup yang baik. Kepatuhan dalam menjalani pengobatan ART ditentukan oleh tiga faktor yaitu: informasi, motivasi dan keterampilan berperilaku. Apabila terdapat hambatan pada salah satu komponen tersebut maka dapat mengurangi kemungkinan terjadinya perilaku patuh atau konsisten dengan perlakuan. Informasi yang dimaksud adalah pemahaman tentang penyakit, penggunaan obat dan reaksi obat; motivasi meliputi motivasi diri dan dukungan sosial. Motivasi dibutuhkan dalam kepatuhan pengobatan ART; tanpa motivasi pengobatan ART tidak dapat dilanjutkan. Keterampilan berperilaku dalam menciptakan kepatuhan yang baik dilihat dari kemampuan memperoleh obat, minum obat secara teratur dan kemampuan mengatasi atau meminimalkan efek samping obat yang tidak nyaman bagi tubuh.

Penelitian sebelumnya telah membahas tentang pengalaman penderita HIV dalam menjalani pengobatan secara ekstensif, namun pembahasan secara khusus tentang keterampilan perilaku berdasarkan teori informasi keterampilan perilaku motivasi (IMB) belum pernah dilakukan sebelumnya, sehingga dalam penelitian ini lebih banyak dibahas tentang keterampilan perilaku. mampu menjaga kepatuhan dan meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman apa yang dihadapi penderita HIV selama menjalani pengobatan ART dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Faktor yang teridentifikasi diharapkan dapat menjadi masukan dan pembelajaran bagi petugas kesehatan dalam memberikan asuhan keperawatan yang sesuai

Pengetahuan atau pemahaman tentang penyakit dan pengobatannya dianggap sangat berpengaruh terhadap kepatuhan pasien terhadap pengobatan ART. Memberikan informasi yang jelas dan pada waktu yang tepat mempengaruhi penerimaan informasi secara positif. Motivasi diri berupa efek atau manfaat yang dirasakan setelah mengkonsumsi narkoba dan orang tersayang menjadi pendorong ODHA untuk rutin dan patuh berobat. Dukungan sosial untuk ODHA hanya didapatkan dari orang-orang terdekatnya dan teman sebayanya, karena ketidaksiapan pasien untuk mengungkapkan statusnya berarti hanya sedikit orang yang mengetahui tentang penyakit tersebut. Keterampilan berperilaku dibutuhkan untuk dapat menjaga kepatuhan dan meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik. Kepatuhan dan kualitas hidup saling terkait; Jika kepatuhan terhadap obat baik maka kualitas hidup juga akan baik, namun faktor kepatuhan yang terpenting atau kualitas hidup yang baik tergantung dari kemampuan perilaku dalam menjalani pengobatan. Pemahaman yang baik tentang keterampilan perilaku diperlukan untuk mendukung kepatuhan dan kualitas hidup yang lebih baik.

Penulis: RTS Netisa Martawinarti, Nursalam Nursalam, Andri Setiya Wahyudi

Informasi detail dari tulisan ini dapat dilihat pada: https://e-journal.unair.ac.id/JNERS/article/view/19002

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu