Ingin Jadi Mahasiswa Kedokteran? Suka dan Rajinlah Membaca

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ILUSTRASI mahasiswa kedokteran membaca buku. (Foto: Istimewa)
ILUSTRASI mahasiswa kedokteran membaca buku. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Ada banyak anggapan dari sebagian besar calon mahasiswa baru terkait dengan program studi kedokteran di Universitas Airlangga. Konon mereka yang masuk menjadi mahasiswa kedokteran harus pintar. Anggapan itu, tampaknya, bisa saja benar, bisa pula tidak.

Dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, Sp.OG-K., selaku dosen Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR menyampaikan pengalamannya dalam Open Talk live Instagram UNAIR pada Kamis (6/7/2020) pukul 10.00 WIB. Tepatnya terkait dengan pendidikan di Fakultas Kedokteran UNAIR.

Menurut dia, mahasiswa kedokteran itu harus suka dan rajin membaca, tak harus pintar. Setiap hari mahasiswa kedokteran akan memiliki jadwal pendidikan yang lumayan padat. Selain mendapat materi di kelas, mereka juga mengikuti serangkaian praktik setelahnya.

”Saya kira, kemampuan atau kompetensi khusus yang harus dimiliki mahasiswa kedokteran adalah suka dan rajin membaca,” sebutnya.

Meski demikian, ungkap Dr. Eighty, mahasiswa kedokteran juga tidak melulu soal hal-hal ilmiah dan akademik. Di FK UNAIR, terdapat banyak bidang pengembangan mahasiswa di luar akademik. Ada organisasi pengembangan mahasiswa bidang musik, olahraga, kepemimpinan, film, serta kelompok-kelompok penelitian yang lain.

”Jadi, juga ada media pengembangan soft skill bagi mahasiswa,” ujarnya.

Ketakutan terhadap mahalnya biaya pendidikan di fakultas kedokteran, Dr. Eighty mengimbau para calon mahasiswa baru tak khawatir. Di UNAIR, khususnya fakultas kedokteran juga menyediakan beragam beasiswa untuk para mahasiswa. Ada pula beasiswa lain dari mitra-mitra UNAIR.

”Seperti halnya saya ini, mungkin tidak bisa menjadi dokter tanpa adanya beasiswa,” tuturnya.

”Artinya, jangan takut untuk bermimpi dan menaruh cita-cita yang tinggi. Dan, jangan pernah putus asa. Yakini, Tuhan selalu memberikan jalan,” tuturnya.

Dr. Eighty menceritakan, Fakultas Kedokteran UNAIR beberapa kali sudah meluluskan mahasiswa yang berasal dari beasiswa bidikmisi. Bahkan, sempat dalam satu angkatan kelulusan, jumlahnya mencapai 15 mahasiswa. Salah seorang di antara mereka adalah putri dari seorang tukang becak. Ada pula dari Kalimantan putri seorang penjual bakso.

”Bagaimana caranya memantaskan diri menjadi mahasiswa kedokteran?” tanya salah seorang netizen dalam komentar live Instagram. Menurut Dr. Eighty, salah satu syaratnya harus lulus tes. Untuk menyiapkan agar lulus tes itu, para calon mahasiswa baru harus rajin belajar. Ada banyak jalur masuk ke fakultas kedokteran yang dibuka UNAIR. Bagaimana agar dapat diterima di fakultas kedokteran? Dr. Eighty menyebut kuncinya adalah rajin belajar dan terus belajar

”Harus lulus tes di SNMPTN. Gak lulus? Bisa melalui SBMPTN. Kemudian ada jalur mandiri. Ada mandiri regular dan mandiri kemitraan. Adalagi jalur mandiri internasional,” katanya.

Kepada para calon mahasiswa baru, Dr. Eighty berpesan untuk tidak mudah putus asa. Belajarlah yang rajin. Termasuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, yakni mengisi waktu dengan hal-hal positif.

”Bermimpilah setinggi-tingginya. Yakin bahwa selalu ada jalan. Yakin, Tuhan akan selalu memberikan jalan,” ungkapnya. (*)

Penulis: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu