Manfaat Terapi Oksigen Hiperbarik pada Tikus Model SOPK dengan Resistensi Insulin

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh alodokter

Sindroma Ovarium Polikistik (SOPK), yang juga dikenal sebagai Stein-Leventhal syndrome merupakan masalah kesehatan wanita yang sering terjadi pada usia muda bahkan ketika masih remaja. Sindroma ini ditandai dengan adanya oligomenorea atau amenorea, obesitas dan berbagai gejala hiperandrogenisme. Kondisi hormonal wanita dengan SOPK menunjukkan kondisi anovulatori kronis dengan penyebab berbagai macam yang saling berinteraksi. Resistensi insulin merupakan gambaran umum yang terjadi pada 50-75% penderita obesitas, dan salah satu manifestasi yang muncul pada penderita SOPK. Sensitivitas insulin menurun 35-50% pada penderita SOPK baik mereka dengan obesitas maupun non obesitas dibanding wanita normal. Kurang lebih 35% penderita SOPK menunjukkan gangguan toleransi glukosa dan 7-10% memenuhi kriteria DM tipe 2.

Kondisi resistensi insulin pada SOPK menyebabkan hiperinsulinemia. Hiperinsulinemia  merangsang sel teka ovarium untuk memproduksi androgen berlebih pada penderita SOPK sehingga membawa dalam kondisi hiperandrogenemia. Kondisi hiperinsulinemia dan hipernadrogenemia menurunkan produksi sex hormon binding globulin sertaIGF1BP di hepar, sehingga kadar bebas hormon androgen dan IGF1 meningkat. Peningkatan androgen juga akibat reaksi kompleks insulin-IGF1 yang merangsang sel teka lebih memproduksi androgen. Kondisi hiperandrogenemia pada SOPK mengakibatkan timbulnya gejala hirsutism serta mengakibatkan kondisi tidak baik pada intra ovarium yang menyebabkan gagal berovulasi. Beberapa penelitian mendapatkan hubungan yang kuat antara adrogen dan keguguran, yaitu melalui pengaruh langsung pada oosit, bukti lain didapatkan hiperandrogenemia bersama peningkatan kadar LH memberikan pengaruh negatif terhadap perkembangan endometrium. Androgen dan reseptornya diduga lebih berperan pada kelainan endometrium pada SOPK yaitu ditemukan lebih tinggi pada endometrium SOPK terutama kelompok amenorea.

Terapi oksigen hiperbarik (TOHB) adalah suatu terapi seseorang bernafas menghirup oksigen 100% dalam suatu bilik bertekanan lebih tinggi daripada tekanan udara pada permukaan laut, yaitu 1 ATA. Walaupun mekanisme kerja pastinya belum banyak diketahui, namun penggunaan terapi ini telah banyak diterima. Pada awalnya terapi ini ditujukan untuk mengobati decompression sickness dan emboli gas arteri, namun kini penggunaannya berkembang untuk berbagai kasus lainnya. Beberapa hal yang diharapkan dari TOHB adalah peningkatan produksi enzim antioksidan (SOD) akibat produksi ROS pada level tertentu, dan penggunaan ROS itu sendiri sebagai second mesengger pada proses yang diharapkan.  Terapi oksigen hiperbarik dapat memperbaiki resistensi insulin pada penderita DM tipe, memperbaiki reseptivitas uteri pada endometrium.

Dalam penelitian ini menggunakan 20 tikus Wistar betina,  tidak ada sampel putus  dalam penelitian ini. Bobot tikus Wistar yang digunakan dalam penelitian ini berkisar antara 100 hingga 120 gram. Setelah tikus dikelompokkan secara acak menjadi 2 kelompok, uji normalitas menunjukkan bahwa berat badan pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan tidak terdistribusi normal (p = 0,08; masing-masing 0,36). Tidak ada perbedaan yang signifikan dari berat badan rata-rata antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (108,5 ± 8,83 gram vs 109 ± 7,38 gram, p = 0,808). Ekspresi IRS AR pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dalam penelitian ini terdistribusi normal (p = 0,313; masing-masing 0,474). Rata-rata skor IRS antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan berbeda secara signifikan (1,64 ± 1,38 vs 0,8 ± 0,6, p = 0,025). Kadar serum SOD pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan berdistribusi normal (p = 0,599; masing-masing 0,114). Tingkat serum SOD rata-rata antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan berbeda secara signifikan (0,13 ± 0,03ng / ml vs 0,2 ± 0,06ng / mg, p = 0,011). Dalam penelitian ini, kami menemukan bahwa HBOT secara signifikan menurunkan ekspresi AR. Karena peningkatan ekspresi AR pada SOPK disebabkan oleh peningkatan kadar androgen serum, sementara peningkatan kadar androgen serum karena hiperinsulinemia, dan hiperinsulinemia disebabkan oleh IR, kami berpendapat bahwa penurunan ekspresi AR pada kelompok perlakuan dalam penelitian ini. adalah karena efek HBOT terhadap IR. Diperkirakan bahwa TOHB meningkatkan sensitivitas insulin dengan mengurangi hipoksia jaringan adiposa dan kemudian inflamasi.

Temuan  pada penelitian lain  menunjukkan bahwa sensivitas insulin dapat ditingkatkan dengan TOHB pada wanita obesitas dengan DM tipe 2 juga didapatkan penurunan HbA1c pada wanita non obes pada DM tipe 2. Pada penelitian ini TOHB secara signifikan meningkatkan kadar SOD pada tikus model SOPK dengan resistensi insulin. SOD adalah garis pertahanan pertama dalam reaksi antioksidan terhadap ROS. Pada konsentrasi rendah hingga sedang, ROS terlibat dalam peran fisiologis termasuk pertahanan terhadap agen infeksi dan beberapa sistem pensinyalan seluler. Tetapi ketika hadir secara berlebihan, ROS dapat merusak DNA, lipid seluler, dan protein, mengganggu fungsi normalnya. TOHB memicu dan meningkatkan enzim antioksidan sebagai mekanisme pertahanan melawan OS. Peningkatan oksigenasi jaringan dapat mengaktifkan faktor endogen lain yang mencegah efek berbahaya dari penyakit itu sendiri. Ada kekhawatiran bahwa TOHB dapat meningkatkan stres oksidatif melalui produksi ROS. Namun, perawatan ini dianggap aman karena aktivitas radikal bebas meningkat. Dalam administrasi jangka panjang dan berulang, TOHB dapat mengurangi stres oksidatif dengan mengurangi peroksidasi lipid dan dengan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan.

Disarankan agar TOHB dapat mengurangi peroksidasi lipid melalui penghambatan adhesi neutrofil. Namun, dalam penelitian ini saat ini, pemberian TOHB jangka pendek sudah menunjukkan peningkatan kadar serum SOD yang signifikan. Untuk alasan keamanan, tekanan TOHB tidak boleh melebihi 3 atm dan tidak boleh lebih dari 90 menit per sesi terapi. Jika pedoman keselamatan ini tidak diikuti, radikal bebas dapat menumpuk dan dapat menyebabkan keracunan oksigen di sistem saraf pusat dan di paru-paru. Simpulan dari riset ini menunjukkan bahwa TOHB dapat mengurangi ekspresi AR dan meningkatkan kadar serum SOD dalam model tikus SOPK dengan resistan terhadap insulin. Temuan ini bisa disaran pada penelitian lebih lanjut  bahwa TOHB menjadi dasar pengobatan kasus SOPK dengan resistensi insulin.

Penulis: Budi Santoso, Widjiati , Ahmad Syaifuddin Zuhri, Firas Farisi Alkaff

Naskah lengkap bisa diunduh ke link: Journal of International Dental and Medical Research ISSN 1309-100X Hyperbaric Oxygen Therapy http://www.jidmr.com Budi Santoso and et al Volume ∙ 13 ∙ Number ∙ 1 ∙ 2020 Page 147.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu