Pengehambatan Virus Dengue Serotipe 2 pada Sel Ginjal Moyet Hijau Afrika

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Harapan Rakyat

Virus dengue (DENV) adalah virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes sp. di daerah Tropis dan Sub-tropis. Vaksin dan antivirus untuk melawan virus ini belum efektif digunakan untuk pengobatan. Tembaga(II) adalah kofaktor aktif dalam enzim superosida dismutase yang digunakan pada aktivitas antioksidan di dalam tubuh. Pada penelitian sebelumnya telah dilaporkan bahawa senyawa kompleks berbasis logam seperti Seng(II) dan Koblat(II) memiliki aktivitas penghambatan terhadap virus dengue serotipe 2 (DENV-2) masing-masing adalah 2.00 µg/ml dan 3.08 µg/ml. Hasil tersebut efektif karena dengan konsentrasi kecil sudah dapat menghambat pertumbuhan DENV-2. Untuk itu, pada penelitian ini senyawa kompleks berbasis tembaga(II) diuji aktivitas penghambatan terhadap DENV-2 yang diinfeksikan pada Sel Ginjal Moyet Hijau Afrika.

Hasil penelitian ini diperoleh aktivitas penghambatan senyawa kompleks berbasis tembaga terdapat DENV-2 sebesar 98.62 µg/ml dengan P<0.05. Pada konsentrasi 200 µg/ml virus yang mati sebanyak 72,3% dan sedangkan pada konsentrasi 1.57 µg/ml virus 100% tidak mati. Dalam hal ini dapat dikatakan bahawa pada konsentrasi tinggi senyawa ini bersifat beracun dan dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan virus.  

Di sisi lain pada penelitian ini, efek sitotosisitas senyawa kompleks terhadap Sel Ginjal Monyet Hijau Afrika sebesar 300.36 µg/ml dengan P<0.05. Hasil ini menunjukkan bahawa senyawa kompleks ini bersifat toksik rendah atau masih dapat diterima oleh sel. Sel Ginjal Monyet Hijau Afrika yang terpapar oleh senyawa komplek Tembaga(II) menunjukkan pora karakteristik kematian sel, yaitu dengan semakin tingginya konsentrasi maka sel menunjukkan banyak yang mati, misalkan pada konsentrasi 200 µg/ml sebanyak 47% sel yang mati dan pada konsentrasi 12.5 µg/ml  sebanyak 6.9%. Pengujian ini adalah metode modifikasi dari MTT oleh Mosmann, uji ini didasarkan pada konversi enzimatik pada mitokondria yang terdapat di dalam sel. Meskipun kompleksitas mekanisme terlibat, mitokondria tampak melepaskan faktor-faktor yang menginduksi apoptosis yang mungkin memicu fragmentasi DNA dalam inti sel. Mitokondria adalah integrator umum dan transduser dari berbagai sinyal proapoptosis dan permeabilisasi membran mitokondria adalah manifestasi pembatasan tingkat kematian sel mitokondria.

Apoptosis (kematian sel) adalah bentuk utama kematian sel yang terlibat dalam beragam proses mulai dari pengembangan sel hingga respon stres dan morfologis yang pasti perubahan. Dalam banyak kasus, apoptosis terjadi dalam menanggapi rangsangan fisiologis seperti modifikasi osmotik dan efek dari senyawa.  Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa kompleks berbasis Tembaga(II) ini menunjukkan sifat yang tidak telalu toksik untuk melawan DENV dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yaitu senyawa kompleks yang berbasis Seng(II) dan Koblat(II). Namun senyawa ini memiliki toksisitas rendah terhadap Sel Ginjal Monyet Hijau Afrika yang merupakan inang virus pada penelitian ini.

Penulis: Teguh Hari Sucipto, S.Si., M.Si.
Judul Artikel: Inhibition of dengue virus serotype 2 in Vero cells with [Cu(2,4,5-triphenyl-1H-imidazole)2(H2O)2].Cl2
Informasi detail tentang artikel ilmiah ini dapat dilihat di: https://www.pagepress.org/journals/index.php/idr/article/view/8744

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu