Undang Puteri Indonesia 2020, PPKHA UNAIR Ajak Mahasiswa Pahami Kemampuan Diri

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Webinar PPKK bersama Rr Ayu Maulida puteri Indonesia 2020 dilaksanakan pada Rabu (17/06/20) melalui Zoom. (Dok. Asthesia Dhea)

UNAIR NEWS – Pusat Pembinaan Karir Kewirausahaan dan Hubungan Alumni Universitas Airlangga (PPKHA UNAIR) melalui Airlangga Career Club mengadakan webinar tentang mengetahui kemampuan diri. Kegiatan yang bertajuk “Knowing Yourself and Knowing Capabilities” itu diikuti lebih dari empat ratus mahasiswa dari berbagai universitas. Tidak tanggung-tanggung, Puteri Indonesia 2020 Rr Ayu Maulida, dipilih menjadi pemateri pada kegiatan tersebut.

Ayuma sapaan karibnya, dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (17/06/20) itu menjelaskan tentang perjalanan karirnya yang sudah dimulai sejak berusia empat belas tahun. Alumnus Fakultas Hukum UNAIR itu memaparkan bahwa komitmen adalah kunci utama dalam mencapai cita-cita. Menurutnya, apabila kita sudah berkomitmen, maka kita harus bisa memenuhi target yang menjadi tujuan komitmen tersebut.

Selain itu, Ayuma menyebutkan bahwa untuk bisa maksimal dalam mengenal diri sendiri harus bisa berani memiliki target yang tinggi. Dengan begitu dapat bekerja lebih keras dan tidak under estimate terhadap diri sendiri.

“Memaksimalkan apa yang kalian punya. Di saat meragukan diri dari awal, hasil yang di dapat akan tanggung. Kalau kita work for it, targetnya gak akan jauh-jauh dari itu. Kita gak boleh under estimate, dari awal masang target harus tinggi. Karena kita bisa selama kita mau,” ujarnya melalui aplikasi Zoom.

Tidak hanya itu, pemenang Face of Asia 2019 tersebut juga menanggapi permasalahan insecure yang menjadi faktor utama dalam menggali kemampuan diri. Bagi Puteri Jawa Timur 2017 tersebut, insecure dapat dihadapi dengan bersikap lebih cuek terhadap penilaian orang lain.

“Kuncinya adalah harus pintar-pintar untuk cuek karena orang itu mengharapkan kesempurnaan kepada kita. Apalagi puteri ya, itu harus cantik, tinggi, harus bisa menjawab semua pertanyaan dari juri. Itu adalah gambaran dimana masyarakat jaman sekarang dengan adanya teknologi, dengan adanya sosial media melihatnya kesempurnaan. Padahal dalam dunia kenyataan tidak ada kesempurnaan, pasti ada celanya,” jelasnya.

“Dan kita dalam menanganinya itu harus punya pandangan memang gapapa untuk gak sempurna. Jadi di saat orang ngomong aneh-aneh tentang kita, selama kita tahu itu tidak merugikan orang lain, selama hal itu tidak merugikan siapa-siapa juga. Kalian masa bodoh saja gitu kan,” pungkasnya. (*)

Penulis : Asthesia Dhea Cantika

Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu