“Rumah Imunisasi” Dukung Program Imunisasi Dasar Lengkap di Surabaya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
(Dokumen: Pribadi

Imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dan efisien untuk mencegah anak-anak tertular Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) seperti campak, difteri, polio, dan hepatitis B. Cakupan imunisasi yang rendah sering mencerminkan akses pelayanan kesehatan yang tidak mudah, masyarakat tidak nyaman atau petugas kesehatan yang tidak ramah.

Rumah Imunisasi merupakan metode untuk meningkatkan cakupan imunisasi melalui sebuah lembar daftar status imunisasi semua bayi yang lahir di suatu wilayah kerja Posyandu serta digunakan untuk memastikan bahwa setiap anak menerima setiap imunisasi yang dibutuhkan. Rumah Imunisasi membantu para kader dan ibu baduta untuk saling mengingatkan jadual imunisasi berikutnya serta masyarakat secara keseluruhan dapat melihat dan menindaklanjuti status imunisasi setiap anak.

Rumah Imunisasi menunjukkan informasi tentang semua anak yang berusia kurang dari 2 tahun. Setiap baris (dari bawah ke atas), terdiri dari kotak, merupakan indikasi satu penerima, dan setiap kotak menunjukkan antigen yang harus diberikan kepada anak.

Sumber daya manusia Rumah Imunisasi adalah kader dan ibu balita. Fasilitas yang diperlukan hanyalah lembar Rumah Imunisasi serta alat tulis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar kader telah memiliki pengetahuan yang baik tentang Rumah Imunisasi. Sebagian besar ibu baduta telah mengetahui adanya Rumah Imunisasi di Posyandu. Sesama ibu baduta diharapkan bisa saling mengingatkan jadual imunisasi anak mereka.

Sumber data untuk mengisi Rumah Imunisai pada awalnya adalah buku kohort, buku tambahan, dan Kartu Menuju Kesehatan. Untuk selanjutnya adalah diisi setelah anak mendapatkan imunisasi baik di Posyandu maupun di pelayanan kesehatan lain. Jika seorang anak mendapatkan imunisasi tidak di Posyandu maka kader akan melakukan kunjungan rumah ke rumah, untuk kemudian mencatat status imunisasi di Rumah Imunisasi. Pengisian Rumah Imunisasi sebaiknya adalah setiap kali ada bayi baru lahir dan tiap ada bayi atau anak yang diimunisasi.  

Rumah imunisasi dapat digunakan sebagai sarana komunikasi antara bidan, kader, dan masyarakat mengenai jenis dan jadual imunisasi.  Harapannya semua anak dibawah umur 2 tahun sudah mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL). Tingkat cakupan vaksinasi dalam komunitas tertentu tergantung pada faktor layanan dan sejauh mana masyarakat memahami dan mempercayai proses imunisasi.

Penulis : Fariani Syahrul

Informasi detail tentang penelitian ini dapat dilihat di

https://www.indianjournals.com/ijor.aspx?target=ijor:ijphrd&volume=10&issue=10&article=331

Syahrul Fariani, Megatsari Hario, Wulandari Ratna Dwi, Hargono Arief, Artanti Kurnia Dwi. 2019. The Evaluation of My Home My Village Method to Support the Complete Basic Immunization Programme in Surabaya, Indonesia. Indian Journal of Public Health Research & Development Vol: 10, Issue : 10
Article DOI : 10.5958/0976-5506.2019.03086.9

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu