Terapi Obat Vonoprazan Memiliki Tingkat Kegagalan Lebih Rendah

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh HonestDocs

Helicobacter pylori adalah bakteri unik yang dapat hidup dan menginfeksi perut manusia. Infeksi H. pyloridapat menyebabkan gastritis kronis, tukak lambung, dan kanker lambung. InfeksiH. pylori adalah salah satumasalah kesehatan yang umum ditemukan di semua negara. Berdasarkan tinjauan sistematis dan meta analisis yang telah dilakukan pada peneliti sebelumnya,infeksi H. pylori tertinggi berada di negara Afrika yaitu sebesar 79,1%, sedangkan negara Asia merupakan negara ketiga dengan prevalensi sebesar 54,7%. Prevalensi infeksi H. pyloridi Indonesia sebesar 22,1% pada tahun 2015.

Regimen terapi eradikasipada infeksi H. pyloriutamanya menggunakan terapi dasarProton Pump Inhibitor (PPI). Pada terapi lini pertama dilakukan penggabungan antara PPI, Amoxicillin, dan Clarithromycin, namun tingkat keberhasilaneradikasinya hanya mencapai 60-70% karena kemunculan H. pylori yang resisten terhadap antibiotik Clarithromycin. Terapi lini keduapada eradikasiH. pyloridilakukan melalui kombinasi antara PPI, Amoxicillin, dan Metronidazole.Pada kombinasi ini didapatkan hasil bahwa keberhasilan eradikasi dari infeksi H.pylorimencapai 90%. Sayangnya, terapi kombinasi metronidazole juga memiliki tingkat resistensi yang lebih tinggi daripada Clarithromycin pada masyarakat di negara Asia, terutama di Asia Tenggara. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat resistensi Metronidazole di Asia Tenggara adalah sekitar 36-100%, sedangkan tingkat resistensi Clarithromycin hanya sekitar 0-27,8%. Disisi lain, upaya meningkatkan dosis PPI dalam terapi juga tidak meningkatkan hasil pengobatan.

Vonoprazan Fumarateadalah obat baru yang merupakan generasi pertama Potassium-Competitive Acid Blockers yang saat initelah digunakan sebagai terapi kombinasi dalam eradikasi infeksiH. pylori. Obat tersebut pertama kali diperkenalkanpada bulan  Februari tahun 2015 di negara Jepang. Vonoprazan telah diusulkan sebagai terapi kombinasi lini pertama dandipercaya dapat menggantikan peran dari PPI dalam terapi eradikasi H. pylori. Sebuah penelitian retrospektif telah mengkonfirmasi bahwaobat-obat PPI yang digantikan dengan Vonoprazan,secara signifikan memiliki tingkat eradikasi lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan terapi berbasis PPI. Penelitian lain juga mendapatkan hasil bahwa Vonoprazan memiliki lebih banyak potensi dan durasi aksi yang lebih lama dibandingkan dengan PPI.

Berdasarkan dari gambaran di atas, peneliti dari Departemen penyakit dalam, Fakultas Kedokteran, RSUD Dr. Soetomo, Universitas Airlanggaberhasilmempublikasikan hasil penelitiannya di salah satu jurnal Internasional terkemuka, yaitu New Armenian Medical Journal.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat keberhasilan dan kegagalan tingkat terapi berbasis Vonoprazan dengan terapi berbasis proton-pump inhibitor dalam eradikasi infeksi Helicobacter pylori.Dalam analisis ini dilakukan meta-analisis dari studi uji terkontrol acak (RCT) untuk membandingkan tingkat keberhasilan dan kegagalan eradikasiH. pylori menggunakan Vonoprazan dan PPI terapi triple.

Salah satu kesimpulan penting yang dapat diambil berdasarkan penelitian ini yaituterapi berbasis vonoprazan memiliki tingkat kegagalan yang lebih rendah dalam eradikasi infeksi H. pylori dibandingkan dengan terapi berbasis PPI.Hal ini diketahui berdasarkan metode pencarian komprehensif yang dilakukan di database online Pubmed, EMBASE, dan Perpustakaan Cochrane.

Hasil tersebut didapatkan dari meta analisis lima uji coba terkontrol acak yang telah memenuhi kriteria inklusi dengan total sampel 2.753 pasien. Para pasien yang menerima terapi berbasis PPI tersebutdibagi dalam tiga kelompok, kelompok pertama adalah pasien yang menerima PPI generasi pertama (Lansoprazole dan Pantoprazole), yang kedua adalah pasien yang menerima pengobatan PPI generasi kedua (Esomeprazole dan Rabeprazole), dan kelompok terakhir adalah pasien yang menerima pengobatan PPI terlepas dari generasinya.Setelah menggabungkan semua studi RCT tersebut, peneliti melakukan metaanalisis untuk membandingkan tingkat keberhasilan  dan kegagalan eradikasi antara pasien yang menerima Vonoprazan dan mereka yang menerima PPI.Terapi berbasis vonoprazan memiliki tingkat eradikasi yang lebih tinggi (gabungan RR = 1,11, 95% CI 1,07-1,16, p <0,00001) dan tingkat kegagalan yang lebih rendah (gabungan RR = 0,43, interval kepercayaan 95% 0,34-0,55,p <0,00001) dibandingkan dengan terapi berbasis proton-pump inhibitor.

Penulis : Muhammad Miftahussurur dan Putra B.P

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada artikel kami di New Armenian Medical Journal berikut

https://www.ysmu.am/website/documentation/files/d7e290e4.pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu