Beriwisata Sambil Ngalap Berkah di Bukit Surowiti Gresik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Aroengbinang

Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian suatu negara cukup besar. Sebab dapat berdampak bagi penyediaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan dan standar hidup masyarakat lokal. Selain itu pariwisata juga dapat menjadi stimulus bagi munculnya usaha lain.Salah satu jenis wisata di Indonesia yang sering dilakukan adalah wisata ziarah ke makam-makam orang yang dihormati. Tradisi tersebut sangat mengakar di kalangan muslimsunny di Indonesia. Hal itu dipengaruhi oleh keyakinan akan ada manfaat dari kegiatan tersebut meskipun sudah meninggal dunia. Dampaknya, muncultradisi ziarah ke makam orang suci dengan harapan mendapatkan berkah atau Ngalab Berkah.

NgalabBerkah dapat dimaknai sebagai sebuah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memperoleh manfaat dan kebaikan dari apapun yang diyakini mempunyai kegunaan dan kebaikan yang diharapkan oleh manusia.Obyek yang banyak didatangi wisatawan model seperti itu biasanya berupa kawasan atau bangunan bersejarah dan tempat yang dianggap mempunyai nilai mistis karena tidak banyak dijamah manusia. Selain itu, makam orang yang dianggap shalih semasa hidupnya juga menjadi tempat mengadu. Sebab, mereka dianggap mampu menjadi perantara kepada Sang Pencipta.

Para perantara sering dikenal dengan sebutan Wali yang mempunyai keistimewaan berupa karomah. Beberapa studi menyebutkan, salah satu walisongo yang dianggap memiliki nilai karomah yang besar dan makamnya banyak dikunjungi oleh wisatawan di nusantara adalah Sunan Kalijaga.Berbagai metode dilakukan wisatawan untuk mendapatkan berkah dan karomahnya. Salah satunya dilakukan di makam maupun hanya sekadar tempat persinggahannya atau yang sering disebut sebagai Petilasan.

Di Gresik bagian utara terdapat aktivitas ziarah yang dilakukan oleh masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur. Tujuan mereka adalah mencari berkah dari Sunan Kalijaga. Lokasinya berada di Kawasan Bukit Surowiti di Desa Surowiti Kecamatan Panceng. Di kawasan tersebut, peziarah dapat melakukan ritual di berbagai obyek yang masih ada kaitannya dengan Sunan Kalijaga.Berdasarkan sumber lisan yang berkembang di masyarakat, istilah Surowiti berasal dari nama seorang santri Sunan Kalijaga yang bernama Suro Astono. Santri tersebut adalah yang memulai hidup di atas bukit atas perintah Sunan Kalijaga. Lambat laun muncul istilah “Suro kang miwiti”. Kata tersebut kemudian berubah menjadi “Surowiti”. Di tempat itu kemudian menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di kawasan utara Gresik.

Menurut cerita di masyarakat, ada sembilan peninggalan Sunan Kalijaga ketika berdawah di Gresik yakni Situs Kali Buntung, Pring Silir, Makam Sunan Kalijaga, Makam Mpu Supa, Makam Raden Bagus Mataram, Makam Mbah Singowongso, Goa Langseh, Goa Macan dan Goa Lumbung. Namun, dari semua obyek yang ada, Goa Langsih adalah menjadi tujuan paling utama.

Sebagian besar masyarakat yang pernah berkunjung ke kawasan Bukit Surowiti Gresik adalah sekadar jalan-jalan, yakni untuk menikmati suasana alam. Adapun wisatawan yang berkunjung dengan tujuan ziarah menempati urutan kedua. Tujuan ngalabberkah pada lokasi tertentu menjadi tujuan yang paling diminati dengan urutan ketiga. Adapun lokasi yang paling banyak dimintai wisatawan dengan tujuan utama ngalab berkah adalah di Goa Langsih.Wisatawan yang berkunjung ke Bukit Surowiti durasinya bermacam-macam, bergantung tujuan dan motivasi kesana. Jika kunjungan dilakukan pada siang hari, maka durasinya tidak lama, hanya sekitar dua jam. Namun bagi wisatawan yang datang ke Goa Langsih dengan tujuan tertentu, umumnya berangkat malam hari dan melakukan semedi hinggi pagi hari.

Meskipun banyak orang yang sukses dengan ritual tersebut, namun tidak sedikit dari mereka juga juga tidak mendapatkan hasil apapun. Bahkan warga masyarakat lokal pun jarang yang melakukan ritual seperti yang dilakukan oleh wisatawan. Masyarakat lokal kurang cocok melakukan ritual tersebut, meskipun secara ekonomi keberadaan masyarakat lokal tidak terlalu bagus.Berdasarkan data-data di atas salah satu obyek yang berpotensi besar menjadi destinasi wisata ngalab berkah adalah Goa Langsih. Sebab, di ruangan tersebut mengandung berbagai unsur yang menarik bagi para wisatawan laku mistis, baik bentuk goa, struktur pembentuk goa, dan ruangan yang unik. Namun, agar aktivitas tersebut menjadi destinasi wisata, maka aspek-aspek dalam pariwisata harus terpenuhi.

Menurut Cooper (1993), keberhasilan sebuah destinasi wisata harus mengacu pada pemenuhan empat hal yang meliputi: attraction terkait dengan daya tarik wisatawan untuk mengunjungi obyek dan sebagai pemberi kepuasan; amenities dapat berupa jasa atau fasilitas yang tersedia, termasuk rumah makan dan toko penyedia barang khas lokasi; access meliputi aksesibilitas dan moda transportasi menuju lokasi; dan ancillary meliputi organisasi pariwisata dan kegiatannya terkait promosi obyek wisata. Dilihat dari aspek-aspek kepariwisataan, pengembangan Goa Langsih menjadi obyek wisata ngalab berkah cukup potensial, sebab beberapa unsurnya sudah terpenuhi, terutama aspek atraksi kepariwisataan dan akses jalan menuju lokasi obyek. Sementara aspek sarana-prasarana dan aspek kelembagaan yang menaunginya perlu ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya, sehingga menjadi destinasi wisata yang profesional. Selain itu diperlukan kerja keras dari semua pihak, baik masyarakat, stakeholder, pemerintah, dan akademisi untuk bersama-sama mengembangkan obyek tersebut, agar dapat bernilai produktif yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal.

Penulis: Nuruddin

Informasi detail dapat dilihat di:

https://www.ajhtl.com/uploads/7/1/6/3/7163688/article_13_vol_9_1__2020__indonesia.pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu