Pengaruh Kombinasi Kalsium Hidroksida-Propolis terhadap Viabilitas Sel Fibroblas Pulpa Manusia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh balapendidikan.com

Pulp capping merupakan suatu prosedur penempatan suatu bahan kedokteran gigi diatap jaringan pulpa untuk menstimulasi terbentuknya dentin reparatif. Perawatan pulp capping bertujuan untuk mempertahankan vitalitas pulpa dengan melindungi pulpa untuk membentuk dentine bridge. Keberhasilan perawatan pulp capping tergantung pada kemampuan bahan pulp capping untuk menutup tubuli dentin, tidak mengiritasi pulpa, melindungi pulpa dari iritasi mekanik, kimia dan bakteri, serta dapat menginduksi sel fibroblas dan odontoblast untuk membentuk dentin reparatif.PerawatanPulp cappingada dua jenis. Adalah Pulp cappingdirek dan indirek. Pulp caping indirek adalah perawatan pada jaringan pulpa yang tidak perforasi. Pulp cappingdirek adalah perawatan pada jaringan pulpa yang perforasi atau terbuka , sedangkan bahan yang biasa digunakan adalah Kalsium hidroksida.

Kalsium hidroksida merupakan Gold Standar untuk perawatan pulp cappingtetapi kalsium hidroksida memiliki kekurangan yaitu pH  tinggi (12,5) menyebabkan terjadinya nekrosis pada jaringan pulpa yang berkontak langsung dengan bahan kalsium hidroksida.Kalsium hidroksida dalam jangka waktu panjang mengalami perubahan sifat fisik, yaitu menghasil formasi dentin reparatif tidak padat sehingga terjadinya diskontinuitas dentine bridge pada daerah nekrosis yang disebut “ tunnel defects”.  Hal ini dapat menyebabkan penetrasi bakteri ke dalam pulpa dan menyebabkan iritasi pada pulpa.

Kelemahan kalsium hidroksida tersebutmenyebabkan banyak peneliti mencari bahan alternatif lain, salah satunya adalah bahan dari alam. Beberapa tahun terakhir ini banyak penelitian yang mengembangkan bahan alternatif dari alam untuk penggunaan di bidang kedokteran gigi. Propolis merupakan salah satu produk alam yang dihasilkan lebah yang terdiri dari resin, balsam, beeswax, essential oil, pollen, dan bahan organik lainnya. Propolis memiliki kegunaan sebagai anti bakteri, anti jamur, anti virus, anti tumor, anti oksidasi, imunomodulatory, dan berperan pada proses penyembuhan.

Hal ini dikarenakan kandungan bahan aktif dalam propolis yaitu Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE) merupakan salah satu bahan aktif dalam propolis dengan jumlah besar.Kalsium hidroksida yang dikombinasikan dengan propolis memiliki sifat biokompatibilitas yang baik hal ini dibuktikan dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dengan mengevaluasi proses inflamasi dalam jaringan ikat tikus.Kombinasi kalsium hidroksida dan propolis diharapkan diperoleh sifat yang lebih baik dibandingkan kalsium hidroksida berdiri sendiri, karena sifat anti bakteri dan kemampuan propolis dalam meningkatkan proliferasi sel fibroblas. Pada kombinasi kalsium hidroksida–propolis, mengandung CAPE sebagai anti oksidan yang dapat mengikat radikal bebas, yaitu ion hidroksil (OH) yang dapat mencegah terjadinya lipid peroksidasi dan kematian sel.

Kandungan ion OH dalam sel fibroblas akan menyebabkan terjadinya lipid peroksidase, denaturasi protein, dan gangguan pada DNA oleh karena ion OH merupakan radikal bebas yang sangat reaktif. Aktifitas ini menyebabkan kerusakan membran sel, penguraian protein dan kerusakan DNA yang bisa menyebabkan kematian sel.Pada kombinasi kalsium hidroksida -propolis jumlah ion OHlebih sedikit . Hal ini mungkin disebabkan karena pada kombinasi kalsium hidroksida -propolis mengandung CAPE sebagai anti oksidan kuat yang dapat mengikat radikal bebas, yaitu ion hidroksil (OH) sehingga dapat mencegah terjadinya lipid peroksidasi dan kematian sel, sehingga  kemampuan antioksidan propolis mengikat radikal bebas meningkat. Propolis dapat mengikat radikal bebas dalam sel dengan cara melepaskan ion hidrogen untuk berikatan dengan ion hidroksil sehingga radikal bebas berkurang dan kemudian mencegah terjadinya reaksi oksidasi dalam sel. Selain itu, kombinasi kalsium hidroksida-propolis kemungkinan mengalami perubahan pH dimana akan  mendukung aktifitas proliferasi sel fibroblas, Berdasarkan penelitian tersebut, kandungan CAPE dalam propolis pada dosis tertentu dapat menginduksi proliferasi sel fibroblas sampai batas konsentrasi tertentu dimana setelah lewat batas konsentrasi tersebut propolis dapat bersifat sebaliknya, yaitu memicu kematian sel fibroblas seiring meningkatnya dosis propolis.

Viabilitas selfibroblast pulpa baik , karena adanya kandungan CAPE memicu proliferasi sel fibroblas. Pada dosis rendah CAPE dapat  meningkatkan aktifitas proliferasi sel melalui peningkatan TGF β yang merupakan regulator pertumbuhan sel sehingga dapat menstimulasi proliferasi sel fibroblas.

Penulis: Dr. Ira Widjiastuti, drg.,M.Kes.,Sp.KG(K).

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

http://www.japtr.org/temp/JAdvPharmTechRes11120-5445201_013045.pdf

Ira Widjiastuti, Mieke Kusuma Dewi, Edhi Arief Prasetyo, Nirawati Pribadi, Mochamad Moedjiono (2020). The cytotoxicity test of calcium hydroxide, propolis, and calcium hydroxide‑propolis combination in human pulp firoblast. Journal of Advanced Pharmaceutical Technology & Research, 11(1): 20-24; 10.4103/japtr.JAPTR_88_19

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu