Tim ALSA LC UNAIR Juarai Lomba Legal Review di Tingkat Nasional

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Tim ALSA LC UNAIR yang terdiri dari Danial A. Futaki (kiri), Rebecca Mariana (tengah), Raymond Jonathan (kanan). (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Sivitas akademika UNAIR kembali menoreh prestasi yang membanggakan, kali ini melalui tim ALSA LC UNAIR (Asian Law Students Association Local Chapter UNAIR) berhasil meraih juara 1 dalam lomba ALSA Indonesia Legal Review Competition (AILRC). Tim itu beranggotakan 3 orang, yaitu Danial A. Futaki (2017), Rebecca Mariana Angelina Girsang (2017), dan Raymond Jonathan (2019). Perlu diketahui, legal review adalah ulasan suatu kasus atau peristiwa hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ada.

Selaku ketua tim, Rebecca, sapaan akrabnya, menceritakan bahwa mereka memutuskan untuk ikut lomba AILRC karena merasa tertarik dan tertantang dengan tema yang ditentukan. Rebecca menambahkan bahwa mengingat AILRC merupakan lomba legal review, itu merupakan kesempatan yang bagus sebagai mahasiswa Fakultas Hukum untuk mengasah dan menambah wawasan tentang peraturan perundang-undangan dan juga implementasinya.

“Tema yang diusung oleh panitia lomba adalah “Penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia”. Menurut kami, tema tersebut memperbolehkan kami mengkaji secara yuridis peristiwa di Indonesia yang sering  dicap melanggar HAM,” ujar mahasiswa yang gemar bermain TikTok itu.

Raymond, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa topik yang mereka pilih adalah tentang pemblokiran layanan internet di Papua karena adanya konflik besar pada Agustus silam. Berjudul “Hak Memperoleh Informasi dan Analisa Hukum dalam Siaran Pers oleh Kemenkominfo tentang Pemblokiran Layanan Data di Papua dan Papua Barat”, ia menuturkan alasan mereka memilih topik itu adalah mereka merasa bahwa tindakan pemerintah memblokir jaringan internet disana dengan alasan untuk membendung berita hoax merupakan tindakan yang tidak tepat apabila dilihat dari kacamata HAM.

“Dalam legal review kami, tindakan tersebut melanggar sekali banyak peraturan, terutama Pasal 28F UUD 1945, dimana setiap warga negara Indonesia berhak untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi. Tidak hanya itu, kebijakan ini juga mengintervensi pekerjaan para jurnalis yang tidak dapat memberikan informasi aktual terkait kejadian di sana. Jadi, seakan-akan pemerintah saat itu ingin membuat suatu bentuk kekosongan informasi,” tegas mahasiswa alumni SMA Katolik St. Hendrikus itu.

Dengan durasi mengerjakan selama kurang lebih seminggu, Rebecca dan Raymond mengaku tidak menyangka bahwa mereka akan menjuarai kompetisi itu. Terakhir, mereka ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen FH UNAIR, Haidar Adam S.H., LL.M., yang telah menjadi konsultan terhadap materi legal review tersebut dan Ekawestri Prajwalita Widiati, S.H., LL.M. yang telah merekomendasikan tulisan mereka untuk mewakili ALSA LC UNAIR dalam lomba nasional.

“Kami berharap bahwa kedepannya agar orang lebih aware terhadap problema-problema kompleks yang terjadi di Papua karena hak mereka sebagai manusia telah banyak dilanggar oleh sesama warga Indonesia,” tutup Raymond.

Penulis: Pradnya Wicaksana

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu