Peran Antioksidan Epigallocatechin Gallate dalam Teh Hijau Jawa Timur Selama Pergerakan Gigi Ortodonti

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi teh hijau. (Sumber: Distributor Teh Jamus)

Teh Hijau Jawa Timur diyakini memiliki jumlah katekin yang berlimpah. Ekstrak teh hijau kaya akan senyawa polifenol, yang sebagian besar adalah flavanol, umumnya dikenal sebagai katekin. Katekin utama dalam teh hijau adalah (-)-epicatechin (EC), (-)-epicatechin-3-gallate (ECG), (-)-epigallocatechin (EGC), (-)-epigallocatechin-3-gallate (EGCG), (+)-catechin (C), (+)-gallocatechin (GC), (-)-gallocatechin-3-gallate (GCG) dan (+)-catechin-3-gallate (CG).

Berdasarkan studi in vitro dan in vivo, Catechin memiliki antioksidan kuat. Teh hijau telah dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, contohnya sebagai imunomodulator, anti bakteri, anti jamur, memperbaiki resorpsi tulang, dan meningkatkan pembentukan tulang.

Saat ini, estetika kosmetik dan wajah dianggap sebagai aspek penting dalam masyarakat. Profil wajah dan estetika yang baik dapat dicapai melalui perawatan ortodontii. Perawatan ortodontik adalah perawatan yang meluruskan gigi untuk mendapatkan fungsi oklusi dan estetika wajah. Pergerakan Gigi Ortodontik (PGO) adalah bagian dari perawatan ortodontik yang dapat memindahkan gigi di dalam tulang alveolar melalui kekuatan ortodontik. PGO dapat menginduksi dan merangsang berbagai aktivitas biokimia, sitokin, kemokin, dan seluler dalam jaringan periodontal yang memungkinkan pergerakan gigi.

Studi sebelumnya menyebutkan bahwa High Mobility Group Box Protein 1 (HMGB1) yang berasal dari sel periodontal ligament (PDL) dapat menjadi regulator potensial dalam proses PGO dan remodeling jaringan periodontal. Fibroblast PDL yang dikultur menghasilkan HMGB1 dalam kondisi tekanan mekanik. HMGB1 diinduksi dalam PDL selama OTM. HMGB1 memulai migrasi makrofag dan osteoklastogenesis. HMGB1 menginduksi proliferasi sel dan diferensiasi sel PDL osteoblastik.

HMGB1 bekerja sebagai regulator aksesori metabolisme tulang selama PGO. PGO dapat memicu stres sitotoksik karena beban gaya mekanik yang merangsang protein utama yang diekspresikan dalam jaringan periodontal seperti Heat Shock Protein (HSP). PDL memiliki peran dinamis sebagai shock absorber selama OTM. Selain itu, sudah menyebutkan bahwa percobaan in vitro, pemeriksaan microarray mengungkapkan bahwa hanya HSP70 yang meningkat ketika PDL manusia fibroblas terkena stres mekanik.

Konsumsi teh hijau telah menjadi gaya hidup sehari-hari. Pasien dengan perawatan ortodonti memiliki kemungkinan untuk mengkonsumsi teh hijau sebagai minuman yang sehari-hari dikonsumsi. EGCG yang terkandung dalam ekstrak teh hijau dapat bertindak sebagai aktivitas antioksidan potensial yang mempengaruhi HMGB1 dan HSP-70. Hingga saat ini, belum ada penelitian tentang efek aktivitas antioksidan EGCG selama OTM pada HMGB1 dan HSP-70. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki ekspresi HMGB1 dan HSP-70 selama OTM pada tikus Wistar (Rattus Novergicus) setelah pemberian EGCG yang tekandung dalam ekstrak metanol teh hijau Jawa Timur.

4.37% dari konsentrasi EGCG terdeteksi oleh HPLC dalam ekstrak metanol teh hijau Jawa Timur menggunakan teknik maserasi. Kelompok K+ (PGO saja) menunjukkan ekspresi yang lebih positif (berwarna coklat) dibandingkan dengan kelompok lain. Ekspresi HMGB1 tertinggi ditemukan di sisi tekanan kelompok K+, sedangkan ekspresi HMGB1 terendah ditemukan di sisi ketegangan kelompok K- (tanpa perlakuan).

Terdapat penurunan signifikan ekspresi HMGB1 antar kelompok. Ekspresi HSP-70 tertinggi ditemukan di sisi tekanan kelompok K+, sementara ekspresi HSP-70 terendah ditemukan di sisi ketegangan kelompok K-. Ada penurunan signifikan dalam ekspresi HSP-70 antara kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada penurunan signifikan ekspresi HSP-70 dan HMGB1 pada kelompok T2 (PGO dan EGCG selama 14 hari) dibandingkan dengan kelompok T1 dan K+ (PGO selama 14 hari dan EGCG 7 hari saja) di kedua sisi tekanan dan tarikan selama PGO.

Kandungan EGCG dalam ekstrak methanol teh hijau Jawa Timur dapat bekerja sebagai antioksidan yang menurunkan ekspresi HSP-70 dan HMGB1 pada tulang alveolar tikus wistar dengan pergerakan gigi ortodonti. (*)

Penulis: Alexander Patera Nugraha

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di

http://revista.uepb.edu.br/index.php/pboci/article/view/5347/pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu