UMK Hari Terakhir, 3 Bacarek Singgung Universitypreneur sampai Smart University

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SIVITAS akademika UNAIR serius mendengarkan paparan dari setiap bakal calon rektor Universitas Airlangga 2020-2025 di Aula Garuda Mukti, Lantai 5, Kampus C UNAIR, pada Kamis (20/2/2020). (Foto: Bastian Ragas)
SIVITAS akademika UNAIR serius mendengarkan paparan dari setiap bakal calon rektor Universitas Airlangga 2020-2025 di Aula Garuda Mukti, Lantai 5, Kampus C UNAIR, pada Kamis (20/2/2020). (Foto: Bastian Ragas)

UNAIR NEWS – Agenda pemilihan rektor Universitas Airlangga memasuki tahap Uji Masyarakat Kampus (UMK) hari terakhir pada Kamis (20/2/2020). Bertempat di Aula Garuda Mukti, Lantai 5, Kampus C Universitas Airlangga, tiga bakal calon rektor (Bacarek) 2020-2025 UNAIR kembali hadir untuk memaparkan program strategis mereka.

Ketua Panitia Seleksi Calon Rektor(PSCR) 2020 Prof. Dr. Suryanto, M.Si., Psikolog., dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa Uji Masyarakat Kampus pemilihan calon rektor 2020 digelar selama tiga hari. Yakni, dimulai tanggal 18 Februari 2020 dan berakhir pada tanggal 20 Februari 2020.

”Uji Masyarakat Kampus hari terakhir ini (Kamis 20/2/2020, Red) menampilkan tiga bakal calon rektor kembali,” ujarnya.

”Tiga bakal calon itu, pertama, Dr. Agung Sosiawan, drg., M.Kes., dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG). Kedua, Prof. Dr. Widi Hidayat, S.E., M.Si., Ak., dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB); serta, Ketiga Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB),” imbuhnya.

Tujuan UMK, tutur Prof Suryanto, adalah memperkenalkan para calon rektor kepada masyarakat kampus. Selain itu, menjadi wadah pengenalan dan pemaparan ide dan gagasan sesuai visi dan misi serta sesuai statuta UNAIR. Termasuk penjelasan mengenai program kerja selama lima tahun ke depan.

”Juga, melalui UMK, para sivitas akademika UNAIR bisa mengetahui bagaimana cara berkomunikasi para bakal calon rektor,” ucapnya.

Melanjutkan pernyataan tersebut, Ketua Senat Akademik (SA) UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., Ph.D., FINASIM., dalam sambutan kedua menyebut bahwa Uji Masyarakat Kampus merupakan majelis agung universitas dan kegiatan akbar. Dia berharap ajang tersebut mampu mendatangkan berkah dan nilai positif untuk Universitas Airlangga ke depan.

”Universitas Airlangga adalah rumah kita bersama. Mari kita rawat, ini adalah rumah kita. Semoga Airlangga diridhoi oleh Allah SWT,” ungkapnya.

Kali ini Uji Masyarakat Kampus dipimpin Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswo, dr.,Sp.KK(K),FINSDV., dari Fakultas Kedokteran sebagai moderator. Juga didampingi oleh seorang co-moderator yakni Ilham Nur Alfian, M.Psi., Psikolog., dari Fakultas Psikologi.

Tampil sebagai pembicara pertama, Dr. Agung Sosiawan, drg., M.Kes., dari FKG memaparkan program strategis dengan topik ”Menuju Universitas Tangguh, Unggul, Mandiri, dan Berperadaban”. Dalam paparannya, Dr Agung mengawali bahasan dengan melihat komposisi dosen serta posisi ranking terkini UNAIR.

”Dari tantangan yang muncul dalam era saat ini, saya membuat konsep empat hal penting yang perlu dilakukan universitas ke depan. Pertama mewujudkan kampus yang mandiri; adaptif terhadap perubahan, termasuk menyakut mahasiswanya; unggul melalui riset dan tridharma perguruan tinggi; serta branding,” ujarnya.

 Dr. Agung Sosiawan, drg., M.Kes., dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) saat menyampaikan paparan di Aula Garuda Mukti, Lantai 5, Kampus C UNAIR, pada Kamis (20/2/2020). (Foto: Bastian Ragas)
Dr. Agung Sosiawan, drg., M.Kes., dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) saat menyampaikan paparan di Aula Garuda Mukti, Lantai 5, Kampus C UNAIR, pada Kamis (20/2/2020). (Foto: Bastian Ragas)

Melanjutkan paparan pertama, Prof. Dr. Widi Hidayat, S.E., M.Si., Ak., dari FEB menjelaskan bahasan dengan mengangkat topik ”5 Pilar Kampus Merdeka”. Menurutnya, kebijakan Kampus Merdeka mesti diterjemahkan sesuai dengan potensi di UNAIR. Prof Widi membaginya ke dalam lima pilar fokus kebijakan ke depan.

”Lima pilar kampus merdeka ini adalah pertama pilar pendidikan. Kedua, pilar penelitian dan kerja sama. Ketiga, pilar pengembangan mahasiswa. Keempat, pilar SDM (sumber daya manusia) dan sarana. Serta, kelima adalah pilar pengembangan usaha,” ungkapnya.

Prof. Dr. Widi Hidayat, S.E., M.Si., Ak., dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) saat menyampaikan paparan di Aula Garuda Mukti, Lantai 5, Kampus C UNAIR, pada Kamis (20/2/2020). (Foto: Bastian Ragas)
Prof. Dr. Widi Hidayat, S.E., M.Si., Ak., dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) saat menyampaikan paparan di Aula Garuda Mukti, Lantai 5, Kampus C UNAIR, pada Kamis (20/2/2020). (Foto: Bastian Ragas)

Sementara itu, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., dari FEB sebagai pembicara terakhir mengawali bahasan dengan melihat tren kenaikan dan update posisi terkini UNAIR. Apa dan bagaimana selanjutnya?. Prof Nasih menyebut kebermanfaatan dan impact harus menjadi poin utama ke depan.

”No impact, no respect. No contribtion, no recognition,” ujarnya.

”Karena itu, Ke depan UNAIR harus menjadi SMART University. S berarti smart education. M, maksudnya meaningful research and community service. A, acceleration innovation. R, maksudnya responsive and lean management. Dan, T berarti top up assets utilization,” tambahnya. (*)

Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) saat menyampaikan paparan di Aula Garuda Mukti, Lantai 5, Kampus C UNAIR, pada Kamis (20/2/2020). (Foto: Bastian Ragas)
Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) saat menyampaikan paparan di Aula Garuda Mukti, Lantai 5, Kampus C UNAIR, pada Kamis (20/2/2020). (Foto: Bastian Ragas)


Penulis: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu