Sistem Pembangkit Soal Siswa guna Penuhi Kebutuhan Dunia Pendidikan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi e-learning. (Sumber: Litmos)

Dalam era digitalisai dewasa ini, pemanfaatan teknologi dalam segala bidang terus berkembang, mulai dari pemanfaatan pada dunia perbankan, industri, pelayanan public termasuk dunia pendidikan. Mengikuti perkembangan teknologi, proses pembelajaranpun mulai memanfaatkan dunia digital dengan memanfaatkan e-learning untuk membantu proses pembelajaran. Dengan teknologi e-learning di harapkan siswa maupun guru mampu memanfaatkan secara optimal sehingga dapat mendukung perkembangan ketiga kecerdasan, yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).

Supaya potensi kecerdasan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, maka pembelajaran di sekolah harus di dasarkan didasarkan pada multiple intelligences, dengan pendekatan pembelajaran yang menggunakan PAKEM, I2M3 (interaktif, inspiratif, menantang, menyenangkan dan memotivasi) dan accelerated learning. Penekanan proses pembelajaran adalah pada kemampuan komunikasi (public speaking), kerja sama (collaborating) dan pemecahan masalah (problem solving).

Inti dari pengajaran adalah komunikasi antara guru dan peserta didik. Pada metode pembelajaran Konvensional, hubungan antara pengajar dan peserta didik sangat erat, karena antara pengajar dan peserta didik dapat bertemu dan berkomunikasi secara langsung. Tetapi seiring perkembangan teknologi, media dan sarana pembelajaranpun semakin berkembang, menuntut model dan metode pembelajaran yang lebih inovatif kreatif dimana proses pembelajaran mengarah pada tidak adanya batasan RUANG dan WAKTU.

Dalam perkembangan teknologi dewasa ini e-learning merupakan sebuah kebutuhan pokok untuk dunia Pendidikan. Kemunculan Internet telah memberikan perubahan besar pada sebagian besar kehidupan manusia. Pemanfaatan teknologi internet diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa (peserta didik) dalam mengasah kemampuannya dan mempersiapkan diri untuk menghadapi ulangan, baik itu ulangan harian, semesteran ataupun ulangan nasional.

Ketakukan yang kadang terkesan terlalu berlebihan tidak hanya terlihat dalam lingkungan sekolah, seperti para guru dan siswanya, tetapi orang tua dan bahkan pemerintah kota sendiri turut campur mempersiapkan anak-anak dengan membuat try-out latihan ulangan. Bahkan orang tua juga merasa kuatir terhadap kemampuan anak-anaknya yang akhirnya mengikutkan anak-anaknya pada program Bimbingan Belajar. Padahal kunci utama keberhasilan dalam mengikuti ulangan adalah Latihan Soal sebanyak-banyaknya.

Untuk mendukung hal tersebut di atas, maka diperlukan sebuah sistem yang mampu mendukung proses pembelajaran yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, yaitu sebuah Sistem Electronic Learning yang interaktif, tidak hanya sekedar memanfaatkan media internet sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar di kelas dimana Internet hanya sebagai sumber belajar yang dapat diakses secara online dimana peningkatan kualitas pengajaran masih sangat mengutamakan tatap muka (Model Web Enhance Course).

Lebih dari itu, Sistem e-learning tidak hanya memanfaatkan internet sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar, tetapi juga sebagai faktor utama penentu jalannya pengajaran. Bahkan, empati dari para pengajar masih sangat dibutuhkan. Sehingga proses belajar mengajar dalam arti sesungguhnya masih bisa berlangsung, tidak hanya sekedar transfer ilmu (Model Distance Learning).

Kesulitan terbesar yang di alami bapak/ibu guru adalah mempersiapkan sebanyak-banyaknya soal, dengan berbagai macam kombinasi yang mungkin. Untuk itu diperlukan sebuah sistem yang mampu menyiapkan soal sebanyak banyaknya. Dalam penelitian yang dilakukan Dosen Matematika Fakultas Sains dan Teknologi telah berhasil menulis karya jurnal yang berjudul “Designing a Generating System Multiple choice questions” membangun sebuah sistem Pembangkit Soal guna memenuhi kebutuhan dunia pendidikan dalam hal pembuatan soal sebanyak-banyaknya. Sistem Pembangkit Soal ini dibangun sedemikian hingga dapat digunakan untuk semua tingkatan kelas, mulai dari SD/SMP/SMA/PT dengan tipe soal pilihan yang memiliki 3 komponen, yaitu soal, pilihan dan penyelesaian.

Agar sistem dapat berfungsi dengan baik, maka diperlukan sebuah templete untuk ketiga komponen diatas yang dapat mengidentifikasi kebutuhan variabel yang mungkin muncul pada sebuah soal. Hasil identifikasi diperoleh beberapa variabel, yaitu: Variabel Numerik, Variabel String, Variabel Image. Templete yang diperlukan pada sistem ada 3 templete, yaitu Templete soal, Templete pilihan dan templete penyelesaian. Ketiganya memuat teks, variabel dan tag-tag pengenal. Variabel yang diijinkan dalam templete ini adalah Variabel Numerik, Variabel String dan Variabel Image.

Sementara tag-tag pengenal yang diijinkan adalah tag variabel numerik; tag variabel string; tag variabel image, tag untuk menghitung yang akan di eksekusi dan menghasilkan nilai dan tag equation yang akan di tampilkan sebagai persamaan.

Variabel-variabel tersebut akan mengambil nilai/string/gambar secara random dari data variabel yang telah didefinisikan, sehingga jumlah soal yang spesifik (unik) sangat tergantung kepada data variabel yang tersedia. Dari hasil implementasi diperoleh hasil bahwa satu templete mampu membangun ratusan/ribuan soal, kombinasi pilihan dan penyelesaian masing-masing soal. (*)

Penulis: Edi Winarko

Artikel selengkapnya dapat diakses melalui laman berkut,

https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85076389608&origin=resultslist

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu