UNAIR Turut Sukseskan Inovasi Kabupaten Banyuwangi “One Student, One Client”

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Perwakilan dari Dinkes Banyuwangi saat memberikan arahan. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS One Student, One Client merupakan salah satu kegiatan dari inovasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Bidang kesehatan yakni “Aku Beraksi”, bersama akdemisi selamatkan ibu dan bayi. Inovasi tersebut digagas oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) yang bekerja sama dengan tiga institusi pendidikan bidang kesehatan, salah satunya adalah Prodi Kesehatan Masyarakat PSDKU Uiversitas Airlangga Banyuwangi.

Bentuk kegiatan dari inovasi tersebut ialah pendampingan terhadap ibu hamil yang beresiko tinggi. Misi akhir inovasi tersebut adalah mencegah kejadian stunting. Pada Rabu (05/2), mahasiswa FKM semester 2 dan 4 berkumpul di Ruang Sidang Kampus Sobo PSDKU UNAIR Banyuwangi. Perukumpulan tersebut merupakan pembekalanserta langkah awal sebelum mereka benar-benar menjalankan inovasi tersebut. Berbicara permasalahan kesehatan ibu dan anak, pastilah sangat kompleks.

Untuk hal itu, 6 pemateri handal dihardirkan untuk mengisi pelatihan. Materi yang diberikan yaitu terkait wawasan umum pencegahan kematian ibu dan stunting, kesehatan ibu dan anak (KIA), gizi pada ibu hamil, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyakit penyerta kehamilan, serta diajarkan pengisian rapot pendampingan.

Awalnya, Dinkes Banyuwangi meminta agar Prodi Kesehatan Masyarakat menyiapkan waktu untuk dilakukan pembinaan kepada mahasiswa. Dijelaskan oleh Dr. Mohammad Zainal Fatah Drs. M.S., M.Kes., selaku Kepala Program Studi (KPS) bahwa kegiatan pembekalan tersebut berguna nantinya untuk mahasiswa agar mereka bisa mengidentifikasi permasalahan hingga mencapai pemecahan masalah.

“Kegiatan identifikasi dan seterusnya tersebut akan mereka hadapi milai dari ibu itu hamil, melahirkan, nifas, sampai hamil lagi,” jelasnya kepada UNAIR NEWS.

Dosen yang akrab dipanggil Zaenal tersebut juga menjelaskan bahwa beliau selaku KPS memilih mahasiswa semester 2 dan 4 lantaran belum terlalu sibuk urusan akademik dan waktu mereka masih lama di kampus

“Kami memilih semester 2 dan 4 karena semester 6 baru PKL, waktu kuliah kepotong satu minggu dan semester 8 sibuk skripsian dan setelah ini lulus,” lanjutnya.

Keberlanjutan kegiatan pembekalan sambungnya, adalah langkah mahasiswa untuk melakukan pendampingan ibu hamil di wilayah Kecamatan Kabad. Nantinya mahasiswa juga akan bekerja sama dengan kader yang sudah ada, puskesmas terkait dan dinas kesehatan.

Pada akhir sesi, Zaenal berharap kegiatan itu benar-benar dilaksanakan oleh mahasiswa. Dimana hal tersebut merupakan wujud nyata kontribusi untuk Pemerintah Banyuwangi.

“Harapan saya, mahasiswa bukan hanya pelatihan saja, tapu betul-betul dilaksanan, dijunjug tinggi, sehingga bermanfaat bagi masyarakat Indonesia khususnya Banyuwangi,” pungkasnya. (*)

Penulis : Rista Novianti
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

Nuri Hermawan

Nuri Hermawan

Leave Reply

Close Menu