Fokus Pendidikan dan Cintai Lingkungan Bersama Bidikmisi UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana camp saat mengajar di ruang kelas bersama anak-anak. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Beberapa mahasiswa Bidikmisi Universitas Airlangga melaksanakan pengabdian masyarakat di Dsn. Suwaloh Ds. Talunrejo Kec. Bluluk Kab. Lamongan. Hal tersebut bertujuan untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan Pengmas AUBMO yang sudah berjalan tujuh tahun bernama Camp Pengabdian Bidikmisi. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari, dimulai (27/01) dan berakhir pada (31/01). Tiga tahun sebelumnya camp juga dilaksanakan di Lamongan.

Camp Pengabdian 2020 mengusung tema “Bersama Bidikmisi Kembangkan Wawasan, Cintai Lingkungan”. Berbagai program dicanangkan oleh mahasiswa AUBMO seperti mengajar, senam bersama, cek kesehatan masyarakat, pembuatan pakan ternak, pengolahan sampah serta program yang masih terkait dengan tema tersebut.

Mustain Naufal Ketua Camp Pengabdian mengatakan bahwa fokus pengajaran di sana adalah pengajaran berupa pendidikan moral.

“Seperti memberikan materi tata berperilaku yang baik, pokok yang berkaitan dengan moral,” ujar Mustain.

Selain itu siswa SD dari kelas 1-6 yang memiliki jumlah siswa sekitar 33 tersebut belajar untuk memvisualisasikan mimpi mereka dengan cara menyampaikan cita-cita mereka di depan panitia lalu di dokumentasikan berupa video. Lalu pada malam harinya panitia mengajarkan mengaji dan melakukan bimbel materi pelajaran mereka di sekolah.

“Antusiasnya luar biasa. Adik-adik bahkan sebelum disuruh datang sudah datang duluan pada saat kami sedang istirahat,” ungkapnya.

Selain kegiatan mengajar, kegiatan yang bertema lingkungan salah satunya adalah Sekolah Alam. Adik-adik di sana berkeliling dusun sambil belajar tentang jenis dan bentuk daun di sekitar dusun, serta diajarkan praktik mencuci tangan serta menggosok gigi dengan bersih dan benar.

Foto panitia bersama siswa SDN Talunrejo 3 Lamongan. (Dok. Pribadi)

“Kemarin juga anak-anak memunguti sampah dan dipilah menurut jenisnya, ada yang organik dan anorganik, lalu di sekolah dibuatkan tempat pembuangan akhir. Tujuannya agar anak mengerti jenis-jenis sampah serta cara mengolahnya,” ujar mahasiswa FEB tersebut.

Dusun tersebut terkenal dengan komoditas kacang hijau dan pisang. Dalam kesempatan itu panitia mengajak ibu-ibu dusun untuk lomba memasak serta memberikan ilmu berupa demo masak untuk mengolah komoditas tersebut.

Harapan Mustain dan panitia meskipun kegiatan tak berlangsung lama, mereka berharap ilmu yang disampaikan bermanfaat bagi masyarakat serta anak-anak dapat menanamkan nilai-nilai yang dapat berbenah dan meningkatkan kualitas pendidikan di Dusun Suwaloh. (*)

Penulis : R. Dimar Herfano Akbar

Editor : Binti Q Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu