Terapi Iradiasi dengan Terapi Cahaya Level Rendah Percepat Pergerakan Gigi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh myfave com

Perawatan ortodontik bertujuan untuk mengkoreksi posisi gigi ke dalam lengkung gigi yang benar. Namun, lama perawatan ortodontik cukup lama yang menjadi beban bagi pasien. Selain itu, perawatan jangka panjang dapat meningkatkan risiko radang gusi, resorpsi akar, dan karies gigi. Oleh karena itu, perlu untuk mempersingkat durasi perawatan ortodontik dengan mempercepat proses renovasi selama perawatan ortodontik. Studi klinis di antara pasien dengan peralatan ortodonti cekat yang diiradiasi dengan terapi cahaya level rendah (LLLT) 100 mW dapat mempercepat penarikan gigi hewan coba dengan mempertahankan stabilitas ligamen periodontal (PDL).

Kekuatan ortodonti mekanik untuk PGO menggunakan konsep sel stres adalah rutin yang dilakukan dalam perawatan maloklusi. Pemberian kekuatan kekuatan mekanik dapat menyebabkan respons inflamasi pada PDL, pulpa gigi, dan tulang alveolar. Kekuatan ortodontik mekanik pada gigi mengarah ke PDL dan remodeling tulang alveolar, karena proses interaksi antara resorpsi tulang dan deformasi tulang. Ada peningkatan faktor pertumbuhan endotel vaskular dan faktor penstimulasi koloni makrofag dan diikuti oleh akumulasi matriks metalloproteinase 8 (MMP-8) yang diproduksi oleh sel leukosit polimorfonuklear, sel fibroblast gingiva, dan sel tulang.

MMP memainkan peran penting dalam pemodelan ulang fisiologis jaringan periodontal serta sebagai respons terhadap kekuatan mekanik selama ortodonti. Penghambatan MMP oleh inhibitor MMP sintetis telah terbukti mengurangi pergerakan gigi ortodonti. Penelitian sebelumnya mengemukakan bahwa ada peningkatan MMP-8 dalam cairan crevicular gingiva (GCF) pasien ortodonti.Heat shock protein (HSPs) dapat diekspresikan oleh semua jenis sel dan mereka memainkan peran perlindungan terhadap berbagai faktor berbahaya, termasuk kekuatan ortodonti. HSP-70 yang berfungsi dalam mempertahankan homeostasis, dapat menghambat apoptosis dengan mengganggu fungsi faktor penginduksi apoptosis.

Selain itu, ada peningkatan ekspresi HSP-70, untuk mempertahankan homeostasis, anti-apoptosis, dan melindungi sel dari tekanan patologis termasuk PGO.Sejauh ini, penjelasan tentang efek mekanisme LLLT pada akselerasi OTM masih belum jelas. Melalui pengetahuan biologi molekuler, dimungkinkan untuk mengamati efek mekanis LLLT terhadap akselerasi PGO, yang memungkinkan pengembangan LLLT sebagai instrumen tambahan untuk mempercepat proses osteogenesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh LLLT pada tingkat PGO dan ekspresi HSP-70 dan MMP-8.

Semua prosedur eksperimental telah disetujui oleh Dewan Eksperimen Hewan, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga. Penelitian ini adalah penelitian laboratorium eksperimental dengan desain kelompok kontrol hanya posttest, menggunakan 24 sehat, 3-4 bulan, berat 300-500 g jantan Cavia porcellus (kelinci percobaan) dengan struktur gigi lengkap dan sehat.Hewan percobaan dievaluasi secara klinis dan ditempatkan di lingkungan yang sesuai, dengan makanan dan minuman diberikan ad libitum selama 14 × 24 jam sebelum secara acak dibagi menjadi tiga kelompok (n = 8): kelompok kontrol (K) tanpa kekuatan ortodonti dan LLLT; kelompok perlakuan 1 (T1) dengan kekuatan ortodontik, dan kelompok perlakuan 2 (T2) dengan kekuatan ortodontik dan LLLT.

Pergerakan gigi seri sentral rahang atas pada kelompok perlakuan dengan lebih cepat dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada penurunan signifikan ekspresi HSP-70 pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol pada sisi tarik dan tekan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada penurunan signifikan ekspresi MMP-8 pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Terdapat penurunan yang signifikan dari ekspresi MMP-8 pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Intervensi iradiasi LLLT selama perawatan ortodontik dapat mempercepat laju OTM dan menurunkan ekspresi HSP-70 dan MMP-8 baik pada sisi tarikan maupun tekanan. Dengan demikian, intervensi iradiasi LLLT dapat digunakan sebagai terapi tambahan untuk mempersingkat durasi perawatan ortodontik.

Penulis:

Prof. Dr. Ida Bagus Narmada, drg., Sp. Ort (K)

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di

http://www.drjjournal.net/temp/DentResJ17173-2314644_062546.pdf

Tulisan kami dapat disitasi pada berikut ini:

Narmada IB, Rubianto M, Putra ST. The effect of low-level light therapy on orthodontic tooth movement rate, heat shock protein 70, and matrix metallopreteinase 8 expression: Animal study. Dent Res J 2020;17:73-9.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu