Mahasiswa UNAIR Banyuwangi Ciptakan GESAH Guna Atasi Masalah Sampah di Desa Kluncing

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Salah satu potret kegiatan GESAH mahasiswa UNAIR Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Airlangga di Banyuwangi, kembali ciptakan program guna atasi masalah kesehatan yang ada di masyarakat pada saat adakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Desa KLuncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Dalam Kegiatan PKL yang dilaksanakan selama kurang lebih 35 Hari, mahasiswa menciptakan beberapa program untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat yang ada.

Salah satu program yang diciptakan yaitu GESAH (Gerakan Bebas Sampah ). Program GESAH (Gerakan Bebas Sampah ) merupakan salah satu program pengolahan sampah Anorganik yang diubah menjadi tabungan untuk masyarakat, program GESAH ini bekerja sama dengan pihak Bank Sampah Banyuwangi (BSB), dalam hal pengangkutan sampah Anorganik.  Dalam program ini, mahasiswa UNAIR membentuk organisasi pengolahan sampah yang terdiri dari 38 orang di 6 Pos pengolahan didesa Kluncing, yang merupakan perwakilan dari setiap dusun di desa Kluncing.  

Saat ditemui oleh UNAIR NEWS, Siti Nur Hasanah salah satu kader di Dusun Krajan Desa Kluncing menjelaskan, masalah sampah merupakan masalah yang sangat Urgent  di desa Kluncing. Bahkan, hingga saat ini masyarakat selalu membakar sampah yang dihasilkan dari rumah tangga.

“Sampah yang dari rumah tangga selalu dibakar, biasanya setiap rumah membuat lubang galian untuk pembakaran sampah, sampah yang di bakar merupakan sampah campuran, organik dan anorganik,” jelas Nurhasana. 

Ia juga mengatakan, kendala yang dihadapi masyarakat pada saat pengolahan sampah yaitu tidak tersedianya tempat pembuangan sampah (TPS) di desa. Sehingga masyarakat kesulitan dalam pengolahan sampah.

“Selain itu juga karena belum terbentuknya organisasi untuk pengolahan sampah,” ujarnya. 

Tidak hanya itu, Hasanah juga menyampaiakan program GESAH itu sangat tepat digunakan untuk menyelesaikan masalah sampah di desa kluncing. Pasalnya, lanjut Hasanah, TPS sudah bukan menjadi masalah lagi dalam pengolahan sampah. Melalui Program GESAH tersebut, tandasnya, struktur pengurus yang sudah terbentuk dapat bekerja sama dengan pihak BSB dalam hal pengangkutan sampah dari desa Kluncing.

“Harapan ke depannya pengolahan sampah di desa Kluncing dapat berjalan dan organisasi yang sudah dibentuk mahasiswa PKL ini dapat  menjadi wadah untuk masyarakat dalam menyetorkan sampahnya kepada Bank Sampah Banyuwangi, sehingga masalah sampah dapat terselesaikan,” pungkasnya.

Penulis: Desi Natalia

Editor: Nuri Hermawan 

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu