Polimorfisme (Variasi Genetic) Gene Reseptor Angiotensin II Tipe 1 A1166C dan risiko Hipertensi Esensial : Meta-analisis

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi hipertensi. (Sumber: dokter sehat)

Hipertensi Primer atau Esensial merupakan masalah di dunia termasuk Indonesia. Berdasar penelitian Riskesdas 2018, prevalensi sekitar 34 % penduduk Indonesia. Perlu dicari factor risiko yang memicu atau mempermudah terjadinya hipertensi seperti konsumsi garam, diabetes mellitus. Disamping itu ternyata ada factor keturunan atau genetic yang disebut polimorfisme yang juga mempermudah terjadinya hipertensi esensial.

Mekanisme utama pada patogenersis terjadinya Hipertensi ialah melalui Aksis RAA (Renin-Angitensin-Aldosteron). Angiotensinogen merupakan precursor utama yang oleh renin dirubah menjadi Angiotensin I yang selanjutnya akan dirubah menjadi Angiotensin II oleh Enzim Perubah Angiotensin (ACE = Angiotensin-Converting Enzyme).

Angiotensin II ini yang menyebabkan Hipertensi melalui berbagai mekanisme misalnya vasokonstriksi pembuluh darah dan  peningkatan Aldosteron sehingga terjadi retensi (penumpukan) cairan.Untuk memicu efek yang merugikan pada hipertensi dimediasi oleh Angiotensin II Tipe I reseptor (AT1R).

Adanya Variasi Genetik yang disebut Polimorphisme Nukleotid Tunggal (SNP = Single Nucleotide Polymorphism) mempermudah terjadinya Hipertensi oleh karena meningkatnya kadar Angiotensinogen darah melalui Reseptor Angiuotensin II Tipe 1.  Adanya Polimorfisme Nukleotid Tunggal pada gene Reseptor Angiotensin II Tipe 1 A11166C yaitu terjadinya penggantian cytosine dari guanine pada posisi 1166 pada 3’ untranslated region dari gene AT1R (Angiotensine II Type 1 Recceptor).

Penelitian pada Polimorfisme gene Reseptor Angiotensin II Tipe 1 A1166C dan risiko Hipertensi dari 45 publikasi (11,911 kasus) dan 1340 kontrol menunjukkan bahwa allel C dan genotip[e Ac dari AT1R A1166C dihubungkan dengan 1,188 kali dan 1,15 kali peningkatan risiko nterjadinya hipertensi esensial. Sebaliknya terdapat risiko peneuirunan hipertensi esensial allel A dan genotype AA.

Analisis Subgrup menunjukkan adanya peningklatan risiko hipertensi pada allel C dan genotype AC dan genotip CC pada populasi Asia. Sebaliknya risiko hipertensi esensial menurun pada allel A dan genotip AA.

Secara keseluruhan menunjukkan adanya kororelasi antara Polimorfisme ATiR A1166C  dengan risiko terjadinya Hipertensi Esensial. (*)

Penulis: Budi Susetio Pikir

Informasi detail dari tulisan ilmiah ini dapat dilihat pada tulisan kami di,

https://link.springer.com/article/10.1186/s43042-019-0016-3

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu