Minyak Kemiri AMS Oil Miliki Manfaat Sebagai Penyubur Rambut

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Tirto.id

Rambut adalah mahkota bagi semua orang karena rambut berfungsi selain untuk memberikan kehangatan dan perlindungan, rambut juga berfungsi untuk memberikan keindahan dan menunjang penampilan (Sari et al., 2016). Kerontokan rambut atau alopecia yang dapat mengakibatkan kebotakan merupakan salah satu masalah yang dikhawatirkan orang. Meskipun rambut rontok bukan merupakan kondisi yang dapat mengancam nyawa, tapi hal ini dapat memberikan efek yang serius terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup pada orang-orang yang mengalaminya (Kumar dan Chaiyasut, 2015). Keadaan ini dapat dicegah dan diperbaiki dengan perawatan untuk merangsang pertumbuhan rambut. Salah satu bahan alam yang telah diteliti untuk dikembangkan sebagai penumbuh rambut adalah kemiri (Wulansari, 2013).

Tanaman kemiri (Aleurites moluccana L. Willd)atau candlenut biasanya ditemukan di hutan pada lereng gunung di Asia Tenggara atau Asia Pasifik. Biji dari buah kemiri mengandung minyak yang secara tradisional sering digunakan untuk mencegah kerontokan rambut dan memperbaiki pertumbuhan rambut (Manap et al., 2009). Minyak kemiri mengandung asam lemak tak jenuh yaitu asam linoleat dan asam linolenat sebesar 66,2% dari total asam lemak minyak kemiri (Martín et al., 2010). Asam linoleat mengandung asam lemak omega 3 dan asam linolenat mengandung asam lemak omega 6 (Muhammud et al., 2014). Ekstrak etanolik 70% biji kemiri dengan konsentrasi 5% mampu membantu menguatkan dan mengembalikan kesehatan rambut serta melancarkan sirkulasi darah terutama di area kepala dan merangsang pertumbuhan rambut (Prasojo et al. (2012).

Minyak kemiri memiliki sifat mudah menguap karena mengandung minyak atsiri (Pasaribu et al., 2014). Selain itu, minyak kemiri memiliki sifat mudah teroksidasi karena sebagian besar tersusun oleh asam lemak tak jenuh, ditunjukkan dengan bilangan iodine yang tinggi yaitu sebesar 136 – 167 (Arlene 2013). Hal tersebut dapat menurunkan efektivitasnya. Kekurangan dari minyak kemiri tersebut dapat diatasi dengan sistem penghantaran obat nanocarrier, salah satunya adalah nanostructured lipid carrier (NLC). Sistem NLC mampu melindungi bahan aktif dari proses oksidasi dengan menjebak bahan aktif dalam matriks yang terbentuk (Krasodomska et al., 2016)

Matriks sistem NLC terdiri dari lemak padat, lemak cair dan distabilkan dengan surfaktan atau campuran beberapa surfaktan. Umumnya, lemak padat dicampur dengan lemak cair dalam perbandingan 70:30 hingga 99,9:0,1, sedangkan surfaktan ditambahkan dalam rentang 1,5-5% (b/v) (Beloqui et al., 2016). Selain itu kelebihan NLC adalah memiliki sifat oklusifitas saat diaplikasikan pada kulit yang dapat mencegah hilangnya air dari kulit akibat proses evaporasi. Derajat oklusifitas dipengaruhi oleh ukuran partikel, semakin kecil ukuran partikel lapisan film yang terbentuk semakin rapat, maka semakin sedikit air yang berevaporasi dari kulit dan sebaliknya. (Müller et al., 2007). Sehingga oklisivitas NLC lebih baik dibandingkan sistem penghantaran konvensional (contoh: makroemulsi), karena ukuran partikelnya nanometer (nm).

Pemilihan komponen penyusun sistem NLC merupakan salah satu faktor penting dalam formulasi NLC. Lemak padat yang biasa digunakan adalah golongan asam lemak, trigliserida, kolesterol, dan wax (setil palmitat, Beeswax). Sedangkan lemak cair yang biasa digunakan adalah minyak alam, asam oleat, dan isopropyl miristat (Jenning dan Gohla, 2000). Lipid padat beeswax memiliki stabilitas fisik yang baik namun memiliki persentase penjebakan yang rendah karena memiliki struktur kristal yang lebih teratur dan indeks kristalinitas tinggi (Jenning dan Gohla, 2000; Ribeiro et al., 2017).  Untuk menurunkan indeks kristalinitas beeswax dapat dikombinasi dengan oleum cacao, namun sifat polimorf yang dimiliki oleum cacao juga dapat berpengaruh dalam ketidakstabilan ukuran dan distribusi ukuran selama penyimpanan ( Attama et al., 2006 ; Ribeiro et al., 2017). Stabilitas merupakan faktor penting yang mempengaruhi kualitas, keamanan, dan efikasi sebuah sediaan (Asean Guideline on Stability Study of Drug Product, 2005).

Penelitian terhadap karakteristik dan stabilitas fisik sediaan NLC-minyak kemiri dengan konsentrasi minyak kemiri (lemak cair) sebesar 5% telah dilakukan. Perbandingan lemak cair dan lemak padat 1:3 (total lemak 20%), dengan menggunakan kombinasi lemak padat oleum cacao dan beeswax pada berbagai perbandingan yaitu 0:100; 50:50; 75:25; dan 100:0. Pemeriksaan karakteristik yang dilakukan meliputi pengamatan organoleptis, pengukuran pH, ukuran partikel dan polydispersity index, viskositas dan pemeriksaan titik lebur dan derajat kristalinitas, sedangkan uji stabilitas fisik sistem dilakukan dengan metode real time selama 8 minggu penyimpanan dan metode thermal cycling test serta sentrifugasi.

Hasilnya diketahui 1) NLC-minyak kemiri dengan kombinasi lemak padat beeswax dan oleum cacao memiliki ukuran partikel lebih kecil dari pada hanya menggunakan satu lemak padat (oleum cacao atau beeswax). 2) Peningkatan konsentrasi  oleum cacao dalam NLC-minyak kemiri meningkatkan viskositas. 3) Rasio beeswax dan oleum cacao dengan indeks kristalinitas terendah terdapat pada rasio beeswax-oleum cacao 50:50. 4) Hasil uji stabilitas real time NLC-minyak kemiri dengan rasio beeswax-oleum cacao 25:75 paling stabil. 5) Semua  formula tidak stabil terhadap perubahan suhu yang ekstrem (thermal cycling test) dan goncangan yang kuat (centrifugation) ditunjukkan dengan adanya pemisahan pada sistem.

Penulis: Dr. Tristiana Erawati M., M.Si., Apt

Informasi detail riset ini dapat diakses pada artikel kami di:

https://ijddt.com/index.php/IJDDT/article/view/245

http://repository.unair.ac.id/87954/3/Artikel%20C-7.pdf

Tristiana Erawati M*, Denara Asha Putri, Arum Sekar Maharani, Noorma Rosita, Widji Soeratri. 2019. Characteristics and Stability of Nanostructured Lipid Carrier (NLC) Aleurites Moluccana Seed Oil (AMS oil) Using Various Combinations of Beeswax and Oleum Cacao. International Journal of Drug Delivery Technology  Vol 9, No 01 ISSN: 09754415.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu