Lantik Wakil Rektor Baru, Prof. Nasih Berharap Agar Program Internasionalisasi Semakin Digenjot

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih M.Si saat dilantik menjadi Wakil Rektor I Universitas Airlangga. (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Ada pemandangan berbeda dalam agenda progress report capaian dua mingguan yang berlangsung pada Senin (23/12) di Ruang Sidang Kahuripan 301, Kampus C Universitas Airlangga. Saat membuka kegiatan, Rektor UNAIR, Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., mengumumkan pergantian jabatan sekaligus melantik Wakil Rektor I yang baru.

Sebelumnya, jabatan tersebut diemban oleh Prof. Dr. Djoko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., Ph.D., FINASIM dan kemudian dialihkan kepada Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih M.Si. Kini Prof Djoko telah menjabat menjadi Ketua Senat UNAIR yang baru. Pergantian itu didasarkan atas berbagai pertimbangan. Salah satunya untuk menghadapi perubahan yang akan terjadi pada tahun 2020 seiring dengan kebijakan dari menteri baru.

Dalam prosesi pelantikan itu, turut hadir pula jajaran pimpinan bersama perwakilan seluruh fakultas. Antara lain, Wakil Rektor I masa bakti 2015-2019 Prof. Djoko Santoso; Wakil Rektor II Dr. Muhammad Madyan SE., M.Si., M.Fin.; Wakil Rektor III Prof. Ir. M. Amin Alamsjah, M.Si., Ph.D., serta Wakil Rektor IV Prof. Junaidi Khotib S.Si., Apt., M.Kes., Ph.D.

“Perubahan hanya terjadi pada posisi Wakil Rektor I yang saat ini dipegang Bu Nyoman. Bidang lain tidak mengalami perubahan berarti, sehingga dapat berjalan seperti biasanya. Nantinya, beliau akan membidangi tiga hal penting, yakni pendidikan, kemahasiswaan, dan internasionalisasi,” terang Prof. Nasih ketika memberikan sambutan usai pelantikan.

Menurut Prof. Nasih, ada banyak perubahan yang harus diantisipasi sedini mungkin dan menjadi perhatian seluruh pengajar di masa yang akan datang. Terutama pada bidang internasionalisasi seperti double degree, kegiatan inbound atau outbond, publikasi, joint research, pengembangan, industri, sitasi, reputasi akademik, hingga international faculty.

“Apalagi terkait international faculty UNAIR yang jumlahnya masih jauh di bawah perguruan tinggi lain. Begitu juga untuk bidang lain. Jadi kita harus segera tancap gas. Saya berharap agar Bu Nyoman beserta kita semua terus diberikan energi, semangat, serta senantiasa mengabdikan pengetahuan kita untuk nusa dan bangsa,” ujar Prof. Nasih.  

Saat dihubungi secara terpisah, Prof. Nyoman menambahkan jika internasionalisasi merupakan bidang baru yang diamanahkan Prof. Nasih kepada dirinya. Melalui jabatan baru itu, ia berharap bisa membantu UNAIR untuk meningkatkan capaian akademik dalam rangka meraih posisi 500 World Class University (WCU) dengan melibatkan seluruh pihak.

“Tantangan ke depan cukup banyak, khususnya reputasi akademik serta international faculty. Tapi saya berharap agar dapat meningkatkan capaian akademik UNAIR untuk bisa menjadi bagian dari QS 500 WUR dan center for global academic community melalui penguatan pembelajaran dengan melibatkan para praktisi, sivitas akademika, dan mitra,” pungkas Direktur Eksekutif Airlangga Global Engagement (AGE) tahun 2017-2019 ini. (*)

Penulis: Nabila Amelia

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu