Dr. Abdul Rohim Tualeka Teliti Pengaruh Pengetahuan 5S pada Karyawan Perusahaan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja dengan menerapkan metode 5S. Program 5S sendiri berasal dari kata Jepang yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke. Kalau di Indonesia, lanjutnya, dikenal sebagai 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin). 

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan bertujuan untuk melindungi dan memastikan keselamatan semua pekerja. Selain itu K3 juga digunakan untuk memastikan setiap sumber daya produksi dapat digunakan dengan aman dan efisien. 

Menyadari akan pentingnya K3 di suatu perusahaan, Dr. Abdul Rohim Tualeka, Drs. M.Kes dan tim melakukan penelitian. Menurutnya, masalah K3 harus mengikuti pendekatan sistem dengan menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3). 

“Tujuan dan sasaran SMK3 adalah untuk menciptakan sistem keselamatan dan kesehatan di tempat kerja,” jelasnya.

Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk mengevaluasi pengaruh antara masa kerja dan pengetahuan 5S dengan penerapan 5S. Data diperoleh dari studi yang dilakukan di departemen fabrikasi alat berat perusahaan logistik Gresik.

“Total ada tenaga kerja dari 25 pekerja yang disampel dan dianalisis,” imbuhnya.

Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian di Wan Cheng Manufacturing Company. Penelitian tersebut menunjukkan penerapan 5S dapat meningkatkan produktivitas kerja dan efisiensi kerja. Sebaliknya, kurangnya efisiensi dan pengorganisasian di tempat kerja menyebabkan pemborosan waktu dan sumber daya. Selain itu, juga akan menyebabkan produk berkualitas rendah, disorganisasi, masalah keselamatan dan keterlambatan pengiriman.

Hasil analisis regresi dari 1000 sampel bootstrap menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh masa kerja dengan penerapan 5S, karena sebagian besar tenaga kerja memiliki masa kerja kurang dari 6 tahun. 

“Padahal masa kerja akan berpengaruh jika memiliki masa kerja yang lama,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Abdul Rohim menemukan bahwa ada hubungan antara lamanya layanan dan sikap karyawan terhadap penerapan 5S di departemen logistik perusahaan fabrikasi alat berat. Tingkat pengetahuan juga memiliki pengaruh pada penerapan 5S di tempat kerja.

“Pengadaan pengetahuan 5S harus dilakukan secara teratur untuk mengingat pentingnya 5S di tempat kerja,” tutupnya. (*)

Penulis : Sandi Prabowo

Editor  :  Nuri Hermawan

Referensi : 

https://medic.upm.edu.my/our_journal/malaysian_journal_of_medicine_and_health_sciences_mjmhs/mjmhs_vol15_supplement_3_august_2019-51211

Tualeka, A.R. (2019)The Influence Work Periods and Knowledge of 5S to the 5S Implementation at Logistic Section in Heavy Equipment Fabrication Company Gresik. Malaysian Journal of Medicine and Health Science (MJHS) Vol. 15 Supplement 3.  

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu