Optimasi Pembuatan Membran Fotokatalitik Hollow Fiber Selulosa Asetat coating TiO2 untuk Degradasi Profenofos

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Profenofos dengan hyperchem. (Foto: Istimewa)
Profenofos dengan hyperchem. (Foto: Istimewa)
Morfologi membran fotokatalitik hollow fiber selulosa asetat coating TiO2

Profenofos adalah bahan aktif insektisida non-sistemik golongan organofosfat. Konsentrasi profenofos yang signifikan dapat membunuh sebagian besar ikan dalam air. Profenofos menjadi inhibitor paling ampuh enzim asetilkolinesterase. Induksi stres oksidatif pada hewan dapat mengganggu mekanisme perlindungan antioksidan yang dapat menyebabkan kematian organisme.

Saat ini banyak metode pengolahan pestisida yang telah dilakukan. Metode pengolahan limbah, khususnya pestisida dengan penggunaan membran sebagai media filtrasi menawarkan efisiensi pemisahan yang baik dan pemeliharaan yang lebih mudah. Keunggulan penggunaan teknologi membran adalah energi yang dibutuhkan kecil untuk perpindahan fasa. Teknologi membran telah banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang. Di antaranya, di bidang medis, industri makanan dan minuman, bioseparasi, biorefinery, pengolahan limbah, pengolahan air skala besar, reklamasi air dengan bioreaktor membran, pembangkit energi, dan pemisahan gas.

Banyaknya pemanfaatan teknologi membran ini menunjukkan bahwa membran sangat dibutuhkan seiring dengan perkembangan teknologi. Kelemahan teknologi membran adalah penyumbatan pada pori-pori membrane (fouling) yang disebabkan terakumulasi umpan (feed) sehingga terpolarisasi pada permukaan membran membentuk lapisan tipis seperti cake. Untuk mengurangi terjadinya fouling pada membran, maka salah satu metodenya adalah membran dimodifikasi dengan bahan lain seperti  bahan anorganik, yaitu TiO2. Di antara nanopartikel logam oksida lainnya, TiO2 paling sering menjadi perhatian karena stabilitas kimia dan aplikasinya dalam bidang pengobatan, katalis dan fotokatalitik, energi dan lainnya. TiO2 yang dilapiskan (coating) pada membran hollow fiber selulosa asetat selain untuk mencegah fouling, diharapkan dapat mendegradasi pestisida profenofos.

Pembuatan Membran Fotokatalitik Hollow Fiber Selulosa Asetat coating TiO2  

Membran fotokatalitik hollow fiber dibuat dengan beberapa variasi untuk mendapatkan kondisi optimumnya. Variasi yang dilakukan, yaitu variasi bahan dasar selulosa asetat, aseton sebagai pelarut dan formamide sebagai bahan aditif pembentuk pori serta variasi penambahan TiO2 sebagai bahan anti fouling.

Kondisi optimum yang didapatkan untuk pembuatan membran fotokatalitik hollow fiber adalah 24,8% selulosa asetat: 45%, aseton: 30% formamida dengan penambahan 0,2% TiO2.Berdasar morfologinya, permukaan membrane fotokatalitik hollow fiber selulosa asetat coting TiO2, memiliki distribusi pori yangcukup merata. Permukaan luar membran memiliki pori yang lebih rapat jika dibandingkan dengan permukaan dalam. Rata-rata pori dalam, yaitu 531,18 nm sedangkan rata-rata pori luar, yaitu 507,93 nm. Berdasar sifat mekanik membran fotokatalitik hollow fiber selulosa asetat coating TiO2 yang optimal mempunyai tegangan 8521,739 kN/m2, regangan 1,709 dan Modulus Young 4986,389kN/m2.Kinerja membran fotokatalitik hollow fiber selulosa asetat coating TiO2 yang optimal menghasilkan fluks 61,72 L/m2.jam, koefisien rejeksi 43,49%, danprofenofos dapat terdegradasi 43,5%. (*)

Penulis: Siti Wafiroh, S.Si. M.Si.

Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada tulisan kami:

http://www.envirobiotechjournals.com/article_abstract.php?aid=9745&iid=277&jid=4

ISSN: 0257-8050

Siti Wafiroh, A. Maulidina Wibiarisky, Abdulloh, 2019, Application of cellulose acetate-TiO2 hollow fiber photocatalytic membrane composite for profenofos degradation, Pollution Research, (August Suppl. Issue) : S183-S189. Available online at Website: http://www.envirobiotechjournals.com/article_abstract.php?aid=9745&iid=277&jid=4

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu