Sobat Sebaya, Lembaga Konsultan Kesehatan Mental UNAIR Bnyuwangi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh @kenal sebaya

UNAIR NEWS – Tekanan dan tuntutan akademik, kegiatan perkuliahan yang padat, tanggungjawab bagi yang ikut organisasi belum lagi permasalahan dari luar misalnya kehidupan sosial dan kondisi ekonomi, membuat stress atau depresi merupakan sebuah hal yang lumrah dialami dikala menjadi mahasiswa. Kebanyakan mahasiswa enggan untuk menceritakan permasalahan pribadinya ke orang lain dan cenderung memendamnya sendiri dan dapat mengganggu aktivitas dan kehidupan mereka.

Menanggapi hal tersebut sekelompok mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dari PSDKU Universitas Airlangga (UNAIR) di Banyuwangi berinisiatif untuk mendirikan sebuah lembaga yang berfungsi sebagai konselor bagi mahasiswa bernama Sobat Sebaya.

Saat ditemui tim UNAIR NEWS pada sabtu (14/12) kemarin, Ahmad Rido’I Yuda Prayogi yang merupakan ketua dari lembaga ini mengatakan bahwa Sobat Sebaya ini berangkat dari penelitian dosen pada 2014 yang menyatakan bahwa hampir 90% mahasiswa PSDKU mengalami depresi ringan hingga berat. Sehingga, Yuda dan beberapa teman dari FKM berinisiatif membuat sebuah lembaga konselor.

“Lembaga ini merupakan lembaga dibawah naungan PSDKU langsung bukan dari ORMAWA yang nantinya akan bergerak menjadi konselor bagi semua orang, tidak hanya mahasiswa PSDKU yang mengalami stress dan ingin berkonsultasi,” jelas Yuda.

Mengenai privasi klien, tambahnya, kita akan menjamin kerahasiaanya melalui kontrak yang diadakan sebelum konsultasi yang menyatakan bahwa hal yang disampaikan nanti akan menjadi privasi antara sobat sebaya dengan klienya dan antara sobat sebaya tidak akan mengetahui permasalahan klien yang tidak mereka tangani.

Anggota dari sobat sebaya ini tidak hanya diambil dari mahasiswa FKM saja, Yuda dan teman-temanya juga mengadakan Open Recruitment (Oprec) melalui beberapa tahapan seleksi untuk mencari mahasiswa yang benar-benar mampu memanajemen diri sehingga bisamenjadi konselor.

“Untuk tahap seleksinya dimulai dari seleksi administrasi, kemudian tes psikologi yang meliputi tes IDSSR dan K10 dan wawancara, yang mana dari tes psikologi ini yang menentukan mereka layak atau tidak menjadi sobat sebaya dan sebelum terjun mereka akan diberi pelatihan dan pendampingan,” ungkap Yuda.

Menutup perjumpaan dengan UNAIR NEWS Yuda mengungkapkan bahwa Sobat Sebaya sudah mendapatkan pendanaan dari beberapa instansi yang mana dananya akan digunakan untuk  operasional Sobat Sebaya nantinya.

“Kemarin sudah mendapat pendanaan dari PSDKU tentunya, kemudian lembaga penelitian Lentera Kaji, dan dari lembaga Australia yang mana dananya akan digunakan  untuk membuat operasional Sobat Sebaya seperti logbook dan buku panduan sehingga untuk klien yang ingin berkonsultasi tidak ditarik biaya,” Tutup Yuda.

Penulis: Ivan Syahrial Abidin

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

Nuri Hermawan

Nuri Hermawan

Leave Reply

Close Menu