Rehabilitasi Estetika Pada Resorbsi Tulang yang Parah di Regio Anterior Menggunakan Andrew’s Bridge

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh dictio community

Kehilangan gigi sering diikuti oleh kehilangan jaringan keras dan jaringan lunak yang parah di sekitarnya. Kehilangan gigi pada regio anterior merupakan tantangan yang besar bagi perawatan prostodontia untuk mencapai estetika, fonetik, dan fungsi pengunyahan. Pilihan prostetik seperti bridge konvensional atau implan terkadang tidak selalu diindikasikan. Koreksi bedah menggunakan graft adalah rencana perawatan yang kompleks dan mahal untuk beberapa pasien. Pilihan gigi tiruan sebagian yang dapat dilepas dapat dipilih untuk mengembalikan fungsi, estetika, bicara, dan penutupan defek, tetapi membutuhkan klamer yang dapat mengurangi estetika dan kenyamanan.

Andrew’s bridge merupakan pilihan perawatan yang memberikan optimalitas estetika dan fonetik pada kasus yang melibatkan hilangnya jaringan lunak dan keras. Komponen tetap terdiri dari porselen fused to metal (PFM) pada gigi penyangga yang dihubungkan dengan bar. Komponen yang dapat dilepas pontik terdiri dari gigi akrilik dan basis akrilik dihubungkan dengan clip agar dapat melekat pada bar komponen tetap. komponen pontik dapat dilepas untuk memfasilitasi prosedur kebersihan dan dapat direline kembali ketika terjadi resorbsi ridge.

Seorang pasien wanita berusia 50 tahun datang ke departemen prostodonsia RSGMP UNAIR dengan keinginannya sendiri untuk mengganti gigi tiruan lama yang terasa longgar dan berubah warna. Pemeriksaan ekstraoral menunjukkan berkurangnya dukungan bibir atas. Pemeriksaan intraoral pasien kehilangan gigi seri rahang atas tengah dan lateral dengan defek jaringan keras dan lunak setelah pengangkatan kista di wilayah tersebut. Anterior deep bite (7mm) dan protrusive (7mm). Terdapat pengurangan yang cukup besar dalam tinggi dan lebar ridge alveolar residual di daerah anterior rahang atas (Sieberts Classification Class III). Radiografi menunjukkan dukungan tulang yang baik di sekitar gigi penyangga 13 dan 21.

Andrew’s bridge direncanakan untuk perawatan kasus ini. Gigi taring rahang atas kanan dan gigi seri tengah kiri di sisi lain dipilih sebagai penyangga untuk mendukung Andrew’s bridge. Diagnostic wax-up dilakukan dan kemudian dilakukan mock-up pada pasien. Mock-up adalah cara terbaik bagi dokter gigi dan pasien untuk dapat melihat hasil akhir estetika dan fungsional dari suatu kasus. Pembuatan index putty dari mock-up dilakukan sebagai pedoman untuk preparasi gigi penyangga. Preparasi gigi penyangga 13 dan 21 disiapkan untuk mahkota PFM karena pasien memiliki gigitan yang dalam sehingga mahkota dirancang dengan kontak logam pada permukaan palatal. Setelah preparasi selesai, dilakukan gingival retraction kemudian dilakukan pencetakan akhir dengan double Impression dengan polysiloxane dan light body dan dilakukan bite registration. Selanjutnya dilakukan pemasangan mahkota sementara. Model kerja dipasang pada artikulator dan dikirim ke laboratorium. Kemudian dilakukan try in pada pasien untuk metal coping and bar. Operator memeriksa oklusi, pemasangan, dan posisi bar terletak sedemikian sehingga 2-3 mm ruang di antara bar dan puncak alveolar ridge untuk memfasilitasi pemeliharaan kebersihan oleh pasien.

Setelah itu dilakukan pemilihan warna gigi A3 VITA. Galengan gigit dibuat pada daerah pontik, pasien diinstruksikan untuk membuka dan menutup mulut hingga merecord oklusi yang tepat dari pasien. Selanjutnya dilakukan pembuatan keramik PFM. Wax  try in pada area pontik. Setelah sesuai diproses menjadi resin akrilik heat cure dan dilakukan pemolesan.  Pengecekan Andrew’s bridge pada pasien yakni retensi clip sudah dapat merekat dengan baik pada bar gigi penyangga, mengecek oklusi estetika, dan fonetik. Bagian penahan tetap dari sistem Jembatan Andrew disemen pada gigi penyangga dengan glass ionomer semen. Pasien dilatih untuk menempatkan dan mengeluarkan pontik yang bisa dilepas. Penggunaan sikat interdental di bawah bar disarankan untuk pemeliharaan kebersihan mulut bersama dengan instruksi kebersihan mulut rutin. Pasien juga disarankan untuk kontrol reguler untuk memeriksa keberhasilan perawatan.

Andrew’s bridge berhasil digunakan untuk rehabilitasi kehilangan gigi di daerah estetika anterior dengan kehilangan jaringan keras dan lunak yang parah. Andrew’s bridge didesain untuk memenuhi persyaratan estetika, kebersihan, kenyamanan, fonetik, dan distribusi tegangan ke penyangga dan jaringan lunak. Pasien merasa nyaman dengan prosthesis tanpa keluhan dan menunjukkan peningkatan estetika dan fonetik.

Penulis : Dr. Nike Hendrijantini, drg.,M.Kes., Sp.Pros(K)

Informasi detail dari laporan kasus ini dapat dilihat di : https://actamedicaphilippina.upm.edu.ph/index.php/acta/article/view/673

Daniati RP, Rostiny, Hendrijantini N. Aesthetic Rehabilitation of the Severe Bone Loss on Anterior Region Using Andrew’s Bridge: A Case Report. Acta Medica Philippina 2019. 53(6): 506-511.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu