Identifikasi Model Penyebaran Penyakit Dengue Fever

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh ibupedia

Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh adalah kemampuan tubuh untuk melawan infeksi maupun meniadakan kerja racun. Salah satu proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat virus ialah demam. Demam merupakan suatu keadaan suhu tubuh di atas normal sebagai akibat peningkatan pusat pengatur suhu. Salah satu penyakit yang ditandai oleh gejala demam yaitu Demam Berdarah (DB). DB adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengan penularan melalui nyamuk Aedes Aegypti.

Di Indonesia, DB pertama kali ditemukan di Provinsi Jawa Timur pada tahun 1968, sebanyak 58 orang terinfeksi dan 24 orang diantaranya meninggal dunia dengan angka kematian 41,3%. Sejak saat itu, penyakit ini menyebar luas ke seluruh Indonesia. Golongan terbanyak yang mengalami DB di Indonesia pada usia 5-14 tahun mencapai 43,44% dan usia 15-44 tahun mencapai 33,25%. Mengingat besarnya angka terinfeksi penyakit DB di Jawa Timur, maka diperlukan suatu identifikasi terhadap penyakit DB untuk mengetahui fluktuasi besarnya angka terinfeksi penyakit DB (Kementerian Kesehatan RI, 2010).

Identifikasi adalah mengatur suatu sistem agar keluaran dari sistem mampu mengikuti targetnya. Jaringan Saraf Tiruan (JST) sangat efektif dalam mengidentifikasi sistem ketika informasi model lengkap tidak diperoleh. Hal ini dikarenakan JST merupakan perangkat sistem yang memiliki banyak fitur menarik, yaitu: approximator, kemampuan adaptasi dan toleransi kesalahan. Beberapa arsitektur saraf dapat dibangun dari JST, sehingga arsitektur saraf tersebut cukup fleksibel untuk melakukan identifikasi.

Teknik JST sangat efektif untuk mengidentifikasi sistem yang rumit. Banyak metode JST yang digunakan untuk melakukan identifikasi, salah satunya adalah Backpropagation (BP). Algoritma BP memiliki kelebihan dalam menghasilkan bobot interkoneksi yang semakin mendekati bobot yang seharusnya. Untuk membantu proses identifikasi, maka akan ditambahkan Firefly Algorithm sebagai estimasi parameter sebelum proses identifikasi menggunakan BP. Tujuan di gunakannnya firefly algoritma adalah untuk mengoptimalkan kerja BP dalam proses identifikasi model.

Penulis: Auli Damayanti Link terkait tulisan di atas: https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1757-899X/546/3/032008

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu