Menilik Perawatan Saluran Akar Gigi Molar Pertama Rahang Atas Pada Pasien Operasi Bypass Jantung

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh liputan6.com

Penyakit kardiovaskular merupakan kelompok penyakit jantung dan sistem vaskularisasi yang terjadi pada sebagian besar penduduk di dunia. Penyakit kardiovaskular memiliki angka kejadian yang tinggi terutama di Indonesia dan negara lainnya dan tingginya angka kejadian tersebut seiring dengan peningkatan usia. Operasi bypass jantung adalah tindakan untuk mengatasi penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah arteri koroner.

Perawatan pada pasien dengan penyakit sistemik seperti riwayat penyakit kardiovaskular terutama penyakit jantung merupakan hal yang sangat kompleks. Permasalahan yang mungkin timbul adalah bagaimana dokter gigi dapat melakukan perawatan dengan aman dan risiko sekecil mungkin. Perawatan endodontik baik bedah maupun non-bedah pada saluran akar  dapat menyebabkan bakteremia melalui aliran darah pada saluran akar.

Perawatan Saluran Akar

Perawatan saluran akar (PSA) adalah perawatan gigi pada kasus puplitis ireversibel, pulpa polip, kematian pulpa, abses atau  pembengkakan gusi yang bertujuan  mempertahankan gigi selama mungkin di dalam rongga mulut. Tujuan utama PSA adalah untuk menghilangkan bakteri, toksin  dan jaringan nekrotik pulpa gigi. Setelah bagian dalam gigi bersih, saluran akar yang telah kosong harus diisi suatu bahan antara lain gutta percha untuk mencegah invasi bakteri ulang.

Manajemen Dental pada Pasien Kardiovaskular

Pasien dengan penyakit kardiovaskular lebih rentan dengan stres emosional. Oleh karena itu, prosedur perawatan saluran akar seharusnya mempersingkat waktu karena perawatan gigi berpotensi menimbulkan stres. Perawatan saluran akar beberapa kali kunjungan sebaiknya dilakukan pada pasien dengan riwayat kardiovaskular terutama pasien dengan usia tua atau geriatri karena pasien akan merasa cepat lelah, cemas berlebihan dan nafas yang pendek serta pasien tidak dapat membuka mulut terlalu lama apabila hanya dilakukan satu kali kunjungan saja.

Tujuan utama manajemen pasien dengan penyakit kardiovaskular adalah meminimalkan perubahan hemodinamik selama perawatan (yaitu, dengan mempertahankan tekanan darah yang optimal, denyut jantung, irama jantung). Stres psikologis dan fisiologis selama perawatan gigi memiliki potensi terjadinya perubahan keseimbangan hemodinamik. Beberapa langkah yang dapat meminimalkan stres secara fisik dan emosional selama perawatan gigi pada pasien geriatri: meminimalkan kunjungan atau waktu perawatan, perawatan dilakukan di pagi hari setelah pasien cukup beristirahat. Pasien harus duduk dengan nyaman (semi-supine) pada kursi gigi, istirahat yang cukup pada saat perawatan, menggunakan bantal untuk menahan leher pasien supaya nyaman. Selain itu, penggunaan anastesi lokal tanpa vasokonstriktor juga meminimalkan ketidaknyamanan dan rasa sakit pada pasien.

Metode Perawatan Saluran Akar Gigi

Pada laporan kasus berikut menjelaskan perawatan saluran akar pada molar pertama rahang bawah kanan belakang pada pasien yang pernah memiliki riwayat operasi bypass jantung. Pasien wanita usia 65 tahun dirujuk ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut, Universitas Airlangga (Spesialis Konservasi Gigi) dengan keluhan utama nyeri pada gigi kanan bawah belakang kanan.Pasien pernah dilakukan penambalan sebelumnya. Rencana perawatan yang akan dilakukan adalah perawatan saluran akar non bedah dengan mahkota pasak. Pasien paham dengan segala resiko yang dapat terjadi dan memberikan persetujuan untuk dilakukan perawatan. Anastesi lokal dan isolasi daerah kerja dilakukan sebelum perawatan saluaran akar. Kemudian dilanjutkan preparasi saluran akarmenggunakan file rotary sampai dengan ukuran no. 25 sesuai panjang kerja disertai pembersihan saluran akar dengan cairan irigasi dan bantuan alat menggunakan EndoActivator Pengisian saluran akar menggunakan gutta perchadan sealer, serta dilakukan foto radiografi untuk konfirmasi hasil pengisian saluran akar. Setelah foto radiografi pengisian saluran akar sudah sesuai,selanjutnya dilakukan restorasi gigi menggunakan penguat pasak fiber, membangun sisa mahkota gigi dengan bahan resin komposit dan gigi diselubungi menggunakanmahkota porselen karena memiliki estetik yang sangat baik dan cukup kuat menahan beban kunyah.

Perawatan saluran akar gigi pada pasien geriatri dengan penyakit kardiovaskular terutama jantung perlu diperhatikan, terutama mengenai faktor-faktor yang harus dipertimbangkan  dalam menangani kesehatan  gigi pasien untuk meminimalkan resiko. Perawatan saluran akar dengan kunjungan singkat dan lebih dari satu kali kunjungan dapat meminimalkan stress pada pasien. Sistem file rotary merupakan instrumen NiTi digunakankarena memilikifleksibilitas yang baik, tahan terhadap abrasi dan kekuatan yang baik. Sistem file rotary ini dapat mengurangi waktu kunjungan atau perawatan pasien. Perawatan endodontik dan restorasi merupakan hal penting untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan pada pasien geriatri. Pasak fiber dan mahkota Zirconia dipilih karena memiliki kekuatan yang baik serta tahan lama.

Penulis:

Anasia Chrisanty Sahertian, drg, dan  Nanik Zubaidah, drg., M.Kes., Sp.KG (K)

Informasi detail dari laporan kasus ini dpat dilihat pada tulisan kami di:

https://actamedicaphilippina.upm.edu.ph/index.php/acta/article/view/688/634

Chrisanty A, Zubaidah N. Endodontic Treatment of First Mandibular Molarin Patient who Underwent Heart Bypass Surgery:A Case Report.2019;53(6).

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu