Strategi dan Manajemen Perawatan Ortodontik pada Pasien ADHD

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ILUSTRASI perawatan ortodontik. (Foto: Istimewa)
ILUSTRASI perawatan ortodontik. (Foto: Istimewa)

Banyak anak dengan kebutuhan khusus dijumpai pada masyarakat. Salah satu di antaranya adalah anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Anak-anak dengan ADHD ini banyak dijumpai, namun sedikit yang memperhatikan baik secara psikologi maupun kesehatan rongga mulutnya. Perawatan gigi anak untuk menjaga keadaan rongga mulut terlebih kondisi gigi geligi termasuk perawatan ortodontic selama masa tumbuh kembang dirasa perlu untuk meningkatkan kualitas hidup seorang anak, apabila anak memiliki kondisi gigi geligi yang baik maka sangat diharapkan nutrisi yang dapat masuk ke dalam tubuh dapat diserap baik sehingga tumbuh kembang anak dapat bertumbuh dengan maksimal.

Pada kasus ini, pasien tersebut datang ke RSGM-P FKG UNAIR untuk memperbaiki kondisi gigi geligi yang dirasa kurang baik oleh orang tuanya. Dilakukan penanganan interceptive orthodontic untuk memperbaiki relasi rahang dan posisi gigi geligi yang baik selama masa tumbuh kembang. Perawatan anak tersebut sedang berjalan dan masih dalam perawatan di klinik spesialis kedokteran gigi anak RSGM-P FKG UNAIR.

Pendekatan secara emosinal dan peran orang tua berperan penting dalam keberhasilan pada suatu perawatan, khususnya pada perawatan gigi anak dengan kebutuhan khusus. Selama perawatan gigi anak tersebut juga digunakan peraturan yang di terapkan untuk tercapainya suatu perawatan yang ideal. Di antaranya tell-show-do dan reward and punishment. Peraturan ini membantu untuk menjaga kondisi emosial pasien untuk terus memacu pasien agar terkontrol selama perawatan dan merupakan sarana edukasi serta komunikasi yang baik kepada pasien. Selama perawatan gigi anak tersebut dirasa banyak mendapatkan kemajuan, pasien tersebut lebih kooperatif dan perubahan kondisi gigi geligi yang mulai terkoreksi.

Perawatan ortodontik dimulai dari mengkoreksi Bad Habbit dari pasien tersebut dengan riwayat sering mengisap bibir bawah selama ini. Setelah terkoreksi pasien tersebut mendapatkan perawatan dengan piranti ortodontik lepasan dan dilanjutkan dengan piranti ortodontik cekat hingga sekarang. Pasien tersebut mendapatkan kemajuan dari segi pengunyahan, estetika, dan fungsi bicara.

Pada studi kasus ini, didapatkan sebuah gambaran strategi dan manajemen perawatan ortodontik pada anak kebutuhan khusus. Di mana pasien harus mendapatkan perawatan kesehatan gigi yang ideal, dalam hal ini perawatan ortodontik dalam kurun waktu yang lama dengan memperhatikan aspek psikologi pasien dengan didukung oleh peran serta orang tua dan treatment plan yang baik, durasi setiap kunjungam diperhatikan, maka dapat tercapai hasil perawatan yang diharapkan. (*)

Penulis: Ricky Kurniawan, drg

Korespondensi: Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA(K)

Kurniawan R, Nelwan SC, Tedjosasongko U, Saskianti T (2019). Orthodontics Treatment

Strategy and Management in a Child with Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Acta

Medica Philippina.

Selengkapnya terkait jurnal di atas dapat dilihat di link berikut https://www.actamedicaphilippina.org/article/10766-orthodontics-treatment-strategy-and-management-in-a-child-with-attention-deficit-hyperactivity-disorder

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu