Asam Oleat di Minyak Pilek U Menjadi Kandidat Obat Dermatitis Atopik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Gaya Tempo.co

Kulit mempunyai fungsi sangat penting bagi tubuh manusia. Kulit berperan sebagai pelindung terluar dari tubuh. Kulit juga mencegah hilangnya cairan dari tubuh serta melindungi tubuh dari patogen yang dapat membuat jatuh sakit. Lapisan kulit terluar merupakan matriks lipid-protein padat. Komponen protein utama matriks ini merupakan filaggrin sedangkan komponen utama lemaknya yaitu ceramides, asam lemak, dan kolesterol. Filaggrin sangat penting untuk mempertahankan kelembapan serta menjaga keasamannya. Jika terjadi kerusakan pada matriks ini maka akan mengganggu fungsi perlindungan oleh kulit. Pada dermatitis atopik yang terjadi kerusakan pada filaggrin dan kekurangan asam lemak sehingga menurunkan kelembapan kulit dan kulit menjadi kering kemudian menyebabkan gatal dan dapat merusak fungsi kulit.

   Dermatitis atopik biasanya diterapi mengguanakan krim pelembab yang dapat mengatasi kekeringan kulit dan mengurangi rasa gatal. Komponen utama dari krim ini adalah asam lemak karena efek humektan dan efek oklusifnya. Asam lemak juga dapat memperbaiki fungsi proteksi kulit dan mempercepat proses penyembuhan luka melalui percepatan epitelisasi. Asam lemak dapat berasal dari tumbuhan maupun hewan. Salah satunya yaitu kelapa yang banyak tersebar di Indonesia. Salah satu produk tradisional dari Aceh yaitu minyak Pliek U berasal dari kelapa yang difermentasikan sehingga mengandung banyak asam lemak. Umumnya minyak Pliek U digunakan untuk masakan tradisional namun karena kandungan asam lemaknya ini maka minyak Pliek U dapat berpotensi menjadi obat. Potensi ini dapat dinilai menggunakan pendekatan spektroskopi misalnya absorbsi UV-Vis, laser, sensor, dan metode elektrometrik.

Penelitian pun dilakukan untuk mengetahui kandungan asam lemak produk tradisional Indonesia ini. Analisis kandungan asam lemak menggunakan metode gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). Analisis potensinya lebih lanjut menggunakan reverse docking technique yang dapat melihat tempat pengikatan ligan yaitu asam lemak dengan targetnya yaitu filaggrin. Asam lemak yang paling cocok dan memiliki orientasi struktur yang stabil untuk berinteraksi dengan filaggrin maka akan dikatakan memiliki efektivitas tinggi untuk menjadi obat. Penelitian ini menggunakan sampel buah kelapa dari Kecamatan Matang di Aceh kemudian akan dibuat menjadi Pliek U oil (PUO) dan ethanolic Pliek U oil extract (EPUOE).

Hasil analisis ini kandungan asam lemak dominan dalam PUO dan EPUOE serupa yaitu asam laurat, asam miristat, asam palmitat, asam oleat, asam stearat, asam kaprat, asam linoleat, asam kaprilat, dan asam elaidat. Kandungan ini mirip dengan kandungan minyak kelapa hanya saja kandungan asam palmitat lebih tinggi pada minyak Pliek U. Semakin rendah afinitas asam lemak maka ikatannya akan semakin stabil dan membutuhkan energi yang kecil. Hanya satu asam lemak yang memiliki afinitas lebih rendah dari pada asam palmitat yaitu asam oleat. Data afinitas ini penting untuk menentukan interaksi mikromolekul dan makromolekul yang dapat menentukan efek terapeutik sehingga dapat ditentukan dosis yang tepat. Berdasarkan analisis visualisasi potensi aktivitas asam lemak dalam minyak Pliek U dengan filaggrin dan dibandingkan dengan asam palmitat sebagai kontrol mendapatkan hasil bahwa semua asam lemak dalam minyak Pliek U mempunyai tempat pengikatan di filaggrin yang mirip dengan asam palmitat, kecuali asam linoleat. Kesamaan tempat pengikatan terbanyak yaitu oleh asam kaprilat sehingga disimpulkan bahwa asam kaprilat memiliki konformasi struktur terbaik untuk berikatan dengan filaggrin. Pada analisis molecular docking didapatkan bahwa asam oleat mempunyai interaksi yang stabil dengan filaggrin dan asam linoleat memiliki orientasi paling baik untuk berikatan dengan filaggrin.

Asam oleat selain memiliki ikatan yang stabil dengan filaggrin juga memiliki kecocokan untuk berinteraksi dengan filaggrin. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa asam oleat tidak memicu respon imun, misalnya diproduksi immunoglobulin E sehingga lebih aman untuk digunakan. Mengingat pentingnya fungsi filaggrin untuk menjaga integritas perlindungan kulit maka asam oleat sangat berpotensi untuk menjadi kandidat obat bagi pasien dermatitis atopik.

Penulis: Prof.Dr.Cita Rosita Sigit Prakoeswa,dr.,Sp.KK(K)

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://www.hindawi.com/journals/tswj/2019/8605743/

Nanda Earlia, Muslem,Rivansyah Suhendra,Mohamad Amin, C.R.S.Prakoeswa, Khairan,and Rinaldi Idroes. 2019. GC/MS analysis of fatty acids on pliek u oil and its pharmacological study by molecular docking to filaggrin as a drug candidate in atopic dermatitis treatment. The Scientific World Journal

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu