Resmi Dilantik, 101 Bidan Lulusan FK UNAIR Diharap Menyebar ke Seluruh Daerah

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SEBANYAK 101 bidan baru lulusan FK UNAIR saat pelantikan dan pengambilan sumlah bidan pada Rabu (27/11) di Aula FK. (Foto: Istimewa)
SEBANYAK 101 bidan baru lulusan FK UNAIR saat pelantikan dan pengambilan sumlah bidan pada Rabu (27/11) di Aula FK. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali meluluskan sebanyak 101 bidan baru. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah lulusan pendidikan bidan tersebut dilangsungkan pada Rabu (27/11/2019) di Aula FK.

Pelantikan itu merupakan pelantikan angkatan ke-7 tahun 2019. Terdiri atas 46 orang dari angkatan 2014 dan 44 orang dari angkatan 2016 untuk alih jenis. Dari regular, ada 2 orang dari angkatan 2012, dan 5 orang dari angkatan 2013, serta 4 orang dari alih jenis angkatan 2015. Koordinator Program Studi Pendidikan Bidan Dr. Budi Prasetyo juga menyampaikan capaian membanggakan FK UNAIR yang menjadi satu-satunya institusi yang lulus 100 persen pada ujian kompetensi.

“Kami juga melaporkan dari 94 mahasiswa bidan yang mengikuti ujian kompetensi pada 17 November 2019, dinyatakan lulus sebanyak 100 persen. Di mana sebanyak 7 orang sudah lulus pada bulan Maret 2019. Ini pencapaian luar biasa membanggakan bahwa UNAIR menjadi institusi yang satu-satunya lulus 100 persen,” ungkapnya.

Berkesempatan memberikan sambutan, Dekan FK UNAIR menekankan perihal penempatan bidan yang belum merata di Indonesia. Karena itu, ia berharap para bidan baru mau menyebar ke daerah-daerah, tidak hanya di kota-kota besar.

“Kalau kita lihat, penempatan bidan tidak merata di Indonesia. Lebih banyak di kota-kota besar saja. Jadi, mohon setelah lulus ini untuk kembali ke daerah masing-masing. Ada dua yang dari Papua ya, mohon bisa kembali ke Papua dan yang dari Jawa juga harus mau ke Papua juga,” tutur Prof. Dr. Soetojo.

Hal itu juga terkait dengan tingginya angka kematian ibu dan anak. Seperti yang disampaikan oleh Direktur Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), stunting masih menjadi problematika di dunia kesehatan. Sehingga, bidan berperan besar dalam menanggulangi dan mengurangi stunting.

“Sejalan dengan program pemerintahan sekarang ini, tugas saudara sebagai bidan amat sangat diperlukan, terutama dalam mengurangi angka kematian dan kesakitan ibu dan anak. Tidak kalah penting adalah menanggulangi dan mengatasi stunting. Itu tolong saudara perhatikan,” jelas Prof. Dr. Nasronudin dalam sambutannya.

Andina Firmandari, perwakilan bidan baru yang juga memberikan sambutan menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu selama proses pendidikan. “Semoga kami dapat meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan di Indonesia dengan ilmu yang kami peroleh,” pungkasnya. (*)

Penulis: Lailatul Fitriani

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu