Komunikasi Terapeutik Bantu Pasien Tangani Stress Pada Kanker Serviks

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Gustinerz.com

Kanker menjadi momok yang menakutkan bagi banyak orang karena keganasnnya. Masalah kanker yang sangat komplek dapat menimbulkan dampak tidak hanya bagi penderita tetapi juga keluarga, dan masyarakat.  Termasuk kanker serviks yang banyak dialami perempuan dapat mempengaruhi setiap aspek kehidupannya, tidak hanya kondisi fisik, namun juga psikologis dan sosial.

Pandangan dan persepsi pasien tentang kondisi yang dialami memengaruhi penerimaan dirinya terhadap penyakit. Manajemen diri pasien didukung koping subsistem kognator yang  dipengaruhi informasi yang diterima dan emosi apabila tidak dikendalikan akan menimbulkan  masalah makin parah. Stres pada pasien kanker serviks terjadi akibat ketidakmampuan dalam mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh kondisi kanker serviks yang dianggap parah dan mematikan. Salah satu peran perawat  mengendalikan pemahaman pasien (kontrol kognator)  dengan memberikan informasi  tepat  yang dibutuhkan pasien  untuk beradaptasi dan meningkatkan kemampuan dalam menanggulangi masalahnya.

Peran perawat sebagai kontrol kognator dengan memodifikasi berbagai informasi ke pasien dan keluarga  dapat mengarahkan afirmasi dan pikiran positif pada pasien  sehingga  dapat beradaptasi dan menerima kondisnya dalam ikhtiar pengobatan.  Peran perawat sebagai kontrol kognator dilakukan terintegrasi dalam pelaksanaan  pelayanan. keperawatan.

Metode dan Hasil

Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan metode pengumpulan data secara cross sectional (desain potong lintang) memaparkan yang menekankan  waktu pengukuran  variabel independen dan dependen pada satu saat, dan dinilai secara simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien kanker servik yang  pertama  kali berobat  di Poli Onkologi Satu Atap RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2015 dengan consecutive sampling  didapatkan  30 pasien yang baru  pertama kali berkunjung untuk  pengobatan kanker  serviks. Variabel  yang diukur  meliputi  peran perawat sebagai kontrol kognator, dan   tingkat stres pada pasien kanker servik. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner  yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.

Terdapat  hubungan antara  peran perawat sebagai kontrol kognator dengan tingkat stres pasien kanker servik yang baru menjalani pengobatan di rumah sakit  dengan kekuatan hubungan sedang. Semakin baik implementasi  peran perawat  maka tingkat stres pasien kanker serviks makin ringan.

Kanker serviks berdampak pada kebutuhan sosial pasien sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain, berguna dan diterima orang lain maka mereka tidak merasa kesepian. Kebutuhan tersebut hendaknya dapat dipenuhi sehingga dapat hidup bahagia dan merasa masih berguna serta mempengaruhi sikap juga ketahanan dalam menjalani hidupnya.

Perawat melakukan perannya dengan pendekatan komunikasi terapeutik. Semakin baik peran perawat kontrol kognator maka akan memberikan daya dorong positif pada pemikiran dan persepsi pasien terhadap keadaan penyakit dan proses pengobatan  yang harus dijalani. Reaksi penerimaan diri pasien akan membuat daya ungkit tingkat stress yang ringan.

Perawat memberikan pelayanan  keperawatan  melalui proses belajar mengasah perilaku professional.  Sikap tulus menerima pasien dan keluarga secara terbuka  dibentuk berdasarkan pengalaman hidup dan belajar nilai luhur empati, caring. Keterampilan perawat sebagai  pemberi asuhan keperawatan dibentuk dari  situasi yang dihadapi, norma, hambatan dan pendorong yang ada dimasyarakat. Proses keperawatan membantu perawat dalam menemukan dan memecahkan masalah bersama pasien dan keluarga dalam perannya sebagai kontrol kognator. Perawat melakukan peran unik sebagai fasilitator proses adaptasi dengan mengkaji perilaku pasien kanker serviks sebagai model adaptasi dan  merancang tindakan  untuk meningkatkan  pemikiran positif, stress menjadi ringan  yang mengarah pada perilaku adaptif.

Penulis : Ni Ketut  Alit Armini

Informasi detail dari  artikel  ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/246/1/012031/pdf

Ni Ketut Alit Armini, Retnayu Pradanie, Endang Puri Ramani. 2019. Implementation of The Nurse’s Role as a Cognator Control to Minimize the Stress Level of Cervical Cancer Patients. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 246.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu