Internet dan Cara Baru Menyuarakan Kampanye Hijau di Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Ask leo

Internet merubah cara orang berinteraksi termasuk dalam menyuarakan aspirasi kepada pemerintah. Di Indonesia, cara penyampaian aspirasi masyarakat kepada para pengambil kebijakan mulai bergesar. Sebelum internet mudah diakses seperti saat ini, masyarakat umum menyampaikan aspirasi melalui para wakilnya yang terpilih di parlemen. Kini, penyampaian aspirasi dapat lebih bersifat langsung dan real time melalui perantara internet.

Penyampaian aspirasi masyarakat melalui media internet sudah jamak diterapkan oleh negara barat. Misalnya, Amerika Serikat secara resmi membangun situs e-petisi mereka sendiri untuk mendorong keterlibatan warga negara dalam pengambilan kebijakan. Sayangnya, penggunaan internet di Indonesia untuk menyampaikan aspirasi masyarakat masih bersifat tidak resmi. Penyampaian aspirasi masih menggunakan berbagai laman yang dikelola oleh pihak swasta seperti change.org, petisionline.net, dll.

Go green campaign merupakan salah satu kampanye yang berasal dari akar rumput. Kampanye ini diinisiasi untuk menggugah kesadaran publik agar lebih memperhatikan kondisi lingkungan pada setiap perilaku yang ditunjukkan. Tim peneliti dari Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga telah melakukan studi untuk menganalisis pola aspirasi masyarakat Indonesia tentang cara baru menyuarakan go green campaign di era internet ini.

Identifikasi petisi dilakukan oleh tim peneliti secara sistematis dengan menginventarisasi semua petisi dengan petition tags lingkungan pada situs change.org. Situs ini merupakan situs terbesar yang digunakan para pengguna internet untuk membuat petisi dan mengumpulkan dukungan untuk petisi yang sudah dibuat. Petisi yang dianalisis adalah petisi yang dibuat dan masih aktif mengumpulkan dukungan selama periode Januari hingga Oktober 2016. Teridentifikasi ada 136 petisi yang diambil dengan kata kunci lingkungan, tetapi hanya 62 petisi elektronik yang berisi go green campaign.

Petisi tentang go green campaign di internet kebanyakan diprakarsai oleh individu masyarakat yang tidak memiliki latar belakang terkait lingkungan. Jumlah petisi yang diinisiasi oleh individu masyarakat ini lebih banyak daripada petisi yang diinisiasi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat di bidang lingkungan. Hal ini nampaknya merupakan akibat dari respon masyarakat terhadap kondisi lingkungan yang ditemui sehari-hari. Penelitian ini mencatat bahwa mayoritas pesan yang diusung lebih banyak membicarakan tentang kasus sampah domestik, penggunaan kantong plastik dalam level rumah tangga, hingga polusi udara di kota.

Studi ini menggarisbawahi dua hal penting terkait fenomena petisi online tentang lingkungan. Pertama, partisipasi individu masyarakat dalam go green campaign dipicu oleh respon reaktif individu terhadap kualitas lingkungan yang dihuni. Respon reaktif ini memicu individu untuk mengaktualisasikan visi ideal tentang bagaimana seharusnya kualitas lingkungan yang mereka tinggali. E-petisi nampaknya merupakan sebuah saluran yang efektif bagi orang awam untuk menyuarakan kesadaran mereka tentang lingkungan. Konten e-petisi yang sebagian besar menunjuk lingkungan  yang bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa setiap individu masih memiliki rasa tanggung jawab mereka terhadap lingkungan.

Kedua, aktualisasi respon ini dalam petisi ditujukan untuk membentuk kekuatan yang lebih solid dalam mendesak pemerintah melakukan perubahan. Studi ini menegaskan bahwa norma pribadi adalah prediktor langsung dan yang paling berpengaruh terhadap proses partisipasi aktif dalam pengambilan kebijakan tentang lingkungan.

Pemerintah dapat menggunakan pola penyampaian aspirasi dalam petisi online ini untuk memicu partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan terkait isu lingkungan. Pembentukan dukungan dari masyarakat perlu lebih dikaji untuk  dapat menjelaskan apa faktor-faktor yang akan menarik sejumlah besar pengguna e-petisi.

Penulis: Nuzulul Kusuma Putri

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat di:

https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/246/1/012038/meta

Nuzulul Kusuma Putri, Robeth Jabbar Syahansyah, Nurul Tazaroh. 2019. Citizen’s Participation Through E-Petition: New Wave of Green Movement in Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental ScienceVolume 246Number 1

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu