Ulik Urban Legend Kota Surabaya, FIB UNAIR Ajak Mahasiswa Asing Jajal Pengalaman Supranatural

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PESERTA Conquering Urban Legends of Surabaya (CUGS) mendapat penjelasan dari komunitas indigo. (Foto: Istimewa)
PESERTA Conquering Urban Legends of Surabaya (CUGS) mendapat penjelasan dari komunitas indigo. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Menjelajah tempat-tempat bersejarah di Kota Pahlawan barangkali sudah lumrah dilakukan wisatawan. Namun, bagaimana rasanya berkunjung ke lokasi bersejarah untuk menjajal pengalaman mistis dan supranatural?

Berangkat dari ide tersebut, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kegiatan unik bertajuk Conquering Urban Legends of Surabaya (CUGS) pada Sabtu (23/11/2019). CUGS merupakan acara tur bagi mahasiswa asing yang menempuh studi di Surabaya, selain UNAIR. Acara tersebut bertujuan mengenalkan tempat-tempat bersejarah di Kota Surabaya dengan perspektif yang berbeda.

FIB menggandeng tiga komunitas untuk bekerja sama menyukseskan acara CUGS. Yakni, Komunitas Prana Indigo, D’ghostbust, dan Surabaya on Foot. Bersama komunitas indigo dan pemburu hantu, peserta diajak untuk mengenal lebih dekat legenda masyarakat urban yang bukan hanya sarat nilai sejarah, namun juga dikenal angker. Beberapa tempat yang dikunjungi, antara lain, Museum Kesehatan atau Museum Santet, Taman Jayengrono, Kota Tua, dan Tugu Pahlawan.

Wakil dekan III FIB Rizki Andini, S.Pd., M.Litt., Ph.D menjelaskan bahwa kegiatan CUGS merupakan acara bertema tur supranatural yang kali pertama diselenggarakan fakultas. “Kegiatan ini baru pertama kali digelar oleh FIB. Karena, selama ini jalan-jalan ke tempat bersejarah saja sudah umum dilakukan. Jadi, kami ingin agar peserta dapat mengenal Surabaya dari sisi yang berbeda,” paparnya.

Selain jalan-jalan, peserta berdiskusi bersama komunitas untuk mendapat wawasan tentang energi gaib atau aktivitas supranatural di lokasi yang dikunjungi. Sementara itu, komunitas D’ghostbust memberikan materi terkait cara menangkap potret makhluk astral melalui bidikan kamera.

“Semoga dengan mengetahui Surabaya dari beberapa spot itu semakin menambah keingintahuan mereka (mahasiswa asing, Red) tentang Surabaya,” tutur Rizki.

Sebanyak empat puluh peserta hadir dan mengikuti kegiatan CUGS. Di antaranya adalah mahasiswa asing dari Universitas Narotama dan Universitas Ciputra. Rizki berharap kegiatan semacam itu dapat kembali digelar dengan tema yang berbeda.

“Harapannya, kami semakin punya banyak link di luar sana. Karena, selama ini sudah banyak agenda untuk mahasiswa di UNAIR. Jadi, kami coba gabung supaya mahasiswa yang di universitas lain juga bisa main ke UNAIR,” pungkasnya. (*)

Penulis: Zanna Afia

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu