Tabligh Akbar SKI FKG Usung Tema Generasi Milenial

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Fathur bicara tentang dakwah dan generasi milenial dalam Tabligh Akbar STEROID. (Foto: Fida Aifiya)

UNAIR NEWS – Sentra Kerohanian Islam (SKI) Al-Fatih Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga menyelenggerakan tabligh akbar di Masjid Ulul Azmi Kampus C pada hari Minggu (24/11/2019). Tabligh akbar mengambil judul ‘Peran, Pengaruh, dan Tantangan Generasi Muslim Milenial Sebagai Agen Dakwah di Era Modern’.

Tabligh akbar tersebut masih satu rangkaian acara dengan Lomba Karya Tulis Ilmiah Islam (LKTII) STEROID yang diselenggarakan pada hari Sabtu (23/11). Mirip-mirip dengan tabligh akbar, LKTII STEROID juga menangkat tema tak jauh-jauh dari generasi Muslim muda milenial dengan penekanan pada inovasi.

STEROID (Symphony of Islamic Seminar and Paper Competition of Airlangga Index) adalah program tahunan SKI Al-Fatih yang terdiri dari LKTII dan tabligh akbar. Tahun ini, tabligh akbar STEROID diselenggarakan di luar FKG dan dibuka untuk umum, sehingga jumlah audiens lebih besar.

Tak tanggung-tanggung, untuk merepresentasikan unsur ‘milenial’ dalam tema tabligh akbar, SKI Al-Fatih mendatangkan M. Atiatul Muqtadir sebagai salah satu pemateri, di samping Ustadz Heru Kusumahadi. M. Atiatul Muqtadir yang alias Fathur menjadi viral semenjak demonstrasi mahasiswa September lalu, ketika ia menyampaikan argumen cerdas yang mewakili suara hati mahasiswa dan rakyat Indonesia di acara TV ILC di TVOne.

Di balik sosoknya yang aktif sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (Presbem BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), juga peduli pada politik tanah air, Fathur adalah pribadi yang taat, berpegang teguh pada ajaran Islam. Bahkan, sebenarnya itu lah yang mendasari perjuangannya melawan politik yang bobrok dan kesewenang-wenangan penguasa.

“Takut itu hanya pada Allah, bukan pada makhluk, keadaan, dan risiko,” kata Fathur yang mengaku belajar dari khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Dengan begitu, orang memiliki pegangan yang kuat dalam memperjuangankan kebenaran. Itu yang sangat diperlukan dalam dakwah.

Istilah ‘generasi milenial’ memang identik dengan hal-hal seperti start up, inovasi, dan ide-ide baru. Generasi milenial menyimpan potensi besar untuk dakwah dan masa depan bangsa. Apabila pemuda sekarang menjaga sikap moral dan berpegang pada yang benar, maka sangat mungkin pada tahun 2030-2045, Indonesia bisa jauh lebih baik dari sekarang. (*)

Penulis: Fida Aifiya

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu