Guru Besar UNAIR Jajaki Kerja Sama di Tiga Perguruan Tinggi Swedia dan Denmark

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Diskusi di University of Copenhagen. (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Prof. Badri Munir Sukoco, SE., MBA., Ph.D menghadiri kunjungan di tiga universitas yang ada di Swedia dan Denmark. Pada kunjungan pertama, Prof Badri menghadiri undangan sebagai guest professor pada Senin (4/11) hingga Sabtu (16/11) di University of Skovde, Swedia. Dalam kunjungannya tersebut ia juga berkesempatan untuk melakukan joint research dan joint publication dengan target pada salah satu top tier jurnal di bidang Manajemen.

“Tentu kunjungan itu akan sangat bermanfaat sekali untuk meningkatkan kualitas riset perguruan tinggi dalam skala internasional,” ungkap Guru Besar UNAIR.

Paper yang di submit, sambungnya, dilakukan berdasarkan studi yang telah dilakukan pada salah satu grup media TV nasional dan telah memasuki 2nd round dalam proses review and revise (R&R). Diharapkan paper tersebut dapat menjadi karya ilmiah yang bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Bila paper tersebut berhasil dipublikasikan, maka dosen UNAIR bisa menjadi yang pertama kali di Indonesia yang mampu mempublikasikan karya ilmiahnya di top tier journal tersebut,” paparnya.

“Dalam hal ini, kerja sama yang dilakukan juga membuka peluang bagi dosen maupun mahasiswa S3 UNAIR untuk melakukan kolaborasi riset bersama,” ungkapnya.

Selain kunjungan dan jajaki kerja sama dengan University of Skovde, Swedia. Ia juga melakukan audiensi dengan Duta Besar Republik Indonesia di Denmark Muhammad Ibnoe Said. Kegiatan itu dilakukan pada Selasa (19/11) bersama Luthfi Nur Rosyidi selaku Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNAIR) sekaligus mengambil S3 di University of Copenhagen.

“Kami membicarakan seputar industry strategis yang perlu dibangun oleh Indonesia dan beberapa kerja sama yang perlu ditindaklanjuti dengan UNAIR,” ungkapnya.

Sebagai alumni FH UNAIR, Said berharap UNAIR dapat berkontribusi dalam pembangunan talenta-talenta bangsa yang nantinya akan membaktikan diri pada kemajuan Indonesia. Ia berharap sivitas akademikan UNAIR dapat berkolaborasi dalam melakukan riset maupun staff exchange di Denmark.

“Topik-topik riset yang saat ini unggul di Denmark yakni green technology, green solution, circular economy, energy security, carbon neutrality, bio-information technology, dan food security, food lost dan food waste. Saya berjanji akan menfasilitasi dosen maupun mahasiswa yang melakukan riset itu disini,” tuturnya.

Sementara itu, pada kunjungannya di Kopenhagen University Prof. Badri mempresentasikan conceptual paper yang ditulisnya dengan judul “How to manage organizational paradoxes as the source of competitive advantage – particularly university?”. Seminar itu dihadiri oleh Prof. Dr. Blind. Jakob Pohlisch, Chair of Innovation Economics, School of Economics and Management, Technische Universitat Berlin; Mark Philip Stadler, PhD (PhD Fellow, Asian Dynamics Intiative, Department of Cultural and Regional Studies, University of Copenhagen, dan tentunya Prof. Hjortso sebagai tuan rumah dan Pak Luthfi Nur Rosyidi  sebagai Dosen FEB UNAIR yang sedang mengambil S3 di University of Copenhagen.

Dalam presentasinya, Prof. Badri mengatakan bahwa konsep tentang perlunya Universitas mengelola paradox (yang menghasilkan tensi) bertujuan untuk menghasilkan sumber daya saing yang berkelanjutan.

“pengelolaan paradox diharapkan dapat menghasilkan daya saing yang berkelanjutan,” paparnya.

Tidak hanya mempresentasikan materinya, Prof Badri mewakili UNAIR juga menjajaki kerja sama dengan Kopenhagen University dalam bidang riset dan staff exchange. Hal itu merupakan langkah nyata untuk meningkatkan reputasi UNAIR di tingkat dunia.

“Saya yakin bahwa bekerjasama dengan universitas yang bereputasi tinggi di dunia (University of Copenhagen memiliki #81 versi QS World University Ranking dan #101 versi Times Higher Education World University Ranking) maupun memiliki publikasi pada top tier journals adalah langkah utama untuk mengangkat reputasi UNAIR,” tutupnya.

Penulis: Khefti Al Mawalia

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu