Pakar Ulas Algoritma Metaheuristik untuk Penentuan Rute Distribusi Barang

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Kegiatan distribusi barang agar permintaan pelanggan di seluruh wilayah di Indonesia dapat terpenuhi telah menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan industri saat ini. Akan tetapi biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan tidaklah sedikit.

Oleh  karena itu, Asri Bekti Pratiwi S.Si., M.Si., melakukan berbagai riset seputar hal tersebut. Pasalnya, pihak industri diharuskan membuat strategi khusus untuk meminimalkan biaya yang dikeluarkan. Salah satu strategi yang dapat dibuat, jelasnya, adalah dengan meminimalkan biaya logistik.

Pada penelitian yang ia lakukan, jelasnya, digunakan tiga algoritma metaheuristik untuk penyelesaian permasalahan penentuan rute distribusi yang optimal, yaitu Algoritma Kunang-kunang, Algoritma Pencarian Cuckoo dan Algoritma Penyebukan Bunga. Algoritma Kunang-kunang, tandasnya, dikenalkan oleh Xin-She Yang pada tahun 2008 yang merupakan algoritma yang terinspirasi dari perilaku berkedipnya kunang-kunang.

“Pada algoritma ini diasumsikan bahwa semua kunang-kunang adalah unisex atau kunang-kunang tidak tertarik berdasarkan jenis kelaminnya namun berdasarkan kecerahan cahaya kunang-kunang lainnya. Kunang-kunang yang lebih redup akan tertarik dan bergerak ke kunang-kunang yang lebih cerah dari dirinya. Sehingga pada algoritma ini, solusi terbaiknya adalah kunang-kunang dengan tingkat kecerahan yang paling tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, jelasnya, Algoritma Pencarian Cuckoo adalah salah satu algoritma yang diperkenalkan oleh Xin-She Yang  dan Suash Deb pada tahun 2009. Ia, jelasnya, merupakan algoritma yang terinspirasi dari sifat parasit beberapa spesies Cuckoo yang meletakkan telurnya di sarang burung inang lainnya.

“Sedangkan Algoritma Penyerbukan Bunga adalah salah satu algoritma yang diperkenalkan oleh Xin-She Yang pada tahun 2012. Algoritma ini terinspirasi dari proses penyerbukan pada tanaman berbunga. Penyerbukan silang terjadi jika serbuk sari bunga yang jatuh berasal dari tanaman,” tuturnya.

Pada penelitian yang ia lakukan, sambungnya, ketiga algoritma diimplementasikan pada dua jenis data. Data pertama adalah data 25 pelanggan dengan maksimal kapasitas dan waktu operasional kendaraan serta waktu pelanggan dapat dilayani diketahui. Data kedua adalah data 100 pelanggan dengan maksimal kapasitas dan waktu operasional kendaraan serta waktu pelanggan dapat dilayani diketahui.

“Berdasarkan hasil implementasi, Algoritma Kunang-kunang memiliki performansi lebih baik dalam menemukan rute terbaiknya daripada Algoritma Pencarian Cuckoo dan Penyerbukan Bunga, yaitu rute dengan biaya logistik yang lebih rendah/ murah. Semakin besar jumlah generasi dan ukuran populasi pada Algoritma Kunang-kunang, maka biaya logistik dari rute terbaik yang terbentuk akan semakin rendah,” pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Khefti Al Mawalia

Berikut adalah link terkait artikel di atas:

https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/1306/1/012021

A B Pratiwi, A Sasmito, Q S Istiqomah, M R Kurniawan dan H Suprajitno. Metaheuristic Algorithms for Solving Multiple-Trips Vehicle Routing Problem with Time Windows (MTVRPTW). Journal of Physics: Conference Series, Volume 1306, conference 1.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu