Ilmuan UNAIR Temukan Cara Ampuh Bersihkan Gigi Palsu dengan Thymoquinone

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Seiring dengan bertambahnya usia, manusia umumnya akan memiliki gigi geligi yang lebih sedikit dan memiliki resiko lebih tinggi mengalami kehilangan seluruhnya. Kehilangan sebagian gigi yang dialami oleh pasien, mempengaruhi kesehatan umum dan rongga mulut. Hal ini berpengaruh pada kualitas hidup secara keseluruhan, termasuk dalam hal menikmati makanan dan asupan nutrisi.

Resin akrilik Poli Metyl Metakrilat memenuhi persyaratan sebagai bahan plat gigi tiruan karena tidak bersifat toksik, tidak mengiritasi jaringan, sifat fisik dan estetik baik, harga relatif murah, dapat dipreparasi, mudahnya cara manipulasi dan pembuatannya.

“Tetapi akibat polimerisasi monomer resin, terbentuk mikroporositas dan kekasaran yang dapat mempermudah perlekatan pelikel dan mikroorganisme yang selanjutnya berkembang menjadi plak,” ujar dokter gigi,  Dr. Muhammad Luthfi, drg., M.Kes,.

Penumpukan plak yang tidak dibersihkan dalam jangka waktu yang lama, dapat meningkatkan jumlah kuman, beberapa perubahan patologis pada mukosa rongga mulut seperti radang pada mukosa rongga mulut karena pemakaian gigi tiruan serta bisa menyebabkan gigi berlubang.

Dosen Fakultas Kesehatan Gigi tersebut mengatakan, Thymoquinone adalah senyawa bioaktif yang merupakan salah satu senyawa paling banyak terdapat pada minyak esensial biji jintan hitam yang efektif melepaskan plak dengan cara membentuk dengan asam amino yang menginaktivasi protein bakteri sehingga bakteri menjadi mati.

Jenis penelitian yang dilakukan Luthfi adalah eksperimental laboratoris, dengan rancangan the post-test only control group design. Sampel diambil dari plak dari pengguna gigi tiruan lengkap rahang atas. Sampel penelitian dibagi dalam 6 kelompok penelitian yaitu 1 kelompok kontrol dan 5 kelompok perlakuan.

Berdasarkan kelompok kontrol, perendaman plat akrilik pada saliva yang diberi kultur bakteri plak yang di rendam selama 5, 10, 15 menit. Kelompok P1: kelompok kandungan zat thymoquinone konsentrasi 3,125% dan direndam selama 5, 10, 15 menit, Kelompok P2: kelompok kandungan zat thymoquinone konsentrasi 6,25% dan direndam selama 5, 10, 15 menit.

lalu Kelompok P3: kelompok kandungan zat thymoquinone konsentrasi 12,5% dan direndam selama 5, 10, 15 menit. Kelompok P4: kelompok kandungan zat thymoquinone konsentrasi 25% dan direndam selama 5, 10, 15 menit. Kelompok P5: kelompok kandungan zat thymoquinone konsentrasi 50% dan direndam selama 5, 10, 15 menit.

“Berdasarkan hasil uji Tukey HSD dalam kelompok waktu, ditemukan  perbedaan yang cukup besar pada waktu 5 menit dan 10 menit (5%,)  pada pemberian konsentrasi 50% sedangkan pada waktu antara 5 menit dengan 15 menit ( 6% ) pada konsentrasi zat thymoquinone 50%,” pungkasnya.

Penulis : Fariz Ilham Rosyidi

Editor    : Nuri Hermawan

Link                        :http://www.jidmr.com/journal/wp-content/uploads/2019/10/19-D18_732_Muhammad_Luthfi.pdf

Muhammad Luthfi, Indah Listiana Kriswandini, Afrisal Erviyansyah. Thymoquinone Potency in Denture Plaque Hydrolysis In Vitro. J Int Dent Med Res 2019; 12(3):953-958

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu