Mahasiswa FPK UNAIR Belajar Perikanan Kelautan di Malaysia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
IRFARIZUAN bersama delegasi FPK UNAIR menerangkan kepada mahasiswa FPK UNAIR tentang budidaya udang galah di AKUATROP UMT. (Foto : Dimar Herfano)

UNAIR NEWS – Delegasi Student Assimilation 2019 dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) dan Fakulti Perikanan dan Sains Makanan Universiti Malaysia Terengganu (FPSM UMT) mengunjungi Galeri Penyelidikan INOS dan AKUATROP di UMT pada Selasa (12/11/2019). Kunjungan tersebut merupakan salah satu rangkaian delegasi yang dilaksanakan selama empat hari.

Di dalam Institut Oseanografi dan Sekitaran (INOS) terdapat replika, penelitian ikan, serta koleksi, dan perlengkapan yang berkaitan dengan maritim. Sedangkan di Institute Akuakultur Tropika (AKUATROP) merupakan fasilitas budidaya.

Trip To INOS UMT

Berbagai prestasi telah diraih oleh INOS UMT, yaitu Ocean Teacher Global Academy (OTGA) dari UNESCO (2015). Lalu INOS terpilih sebagai partner strategis di TROPIMUNDO (2015), mahasiswa yang memiliki penelitian tentang biodiversitas serta ekosistem tropikal bisa berkolaborasi dengan INOS.

“Di UMT setiap tahun sekali, kita mengadakan Scientific Cruises, semacam pameran kapal,” ujar Azam Yacoob selaku Tour Guide di INOS.

INOS UMT juga memiliki hubungan internasional dengan Indonesia, Belgia, China, Jepang, Thailand, serta Vietnam yang berguna menjalin diplomasi tentang maritim. Salah satu projek terbaru dengan negara-negara tersebut adalah mengetahui sistem forecast di laut, seperti ketinggian ombak, dengan China.

Selain itu juga INOS memiliki sebuah drone bernama DJI Matrice 100 dilengkapi dengan kamera Sensor Multispectral Sensor: MicaSense RedEdge yang berfungsi untuk mengetahui topografi laut, mapping coral, mapping mangrove, lalu mengklasifikasi mangrove tersebut sesuai area.

Lalu di INOS terdapat venue bernama Ocean Exploration, tempat alat-alat menyelam serta peralatan yang digunakan mencari data di lautan. Peralatan-peralatan tersebut berada di kapal UMT yang bernama RV DISCOVERY. Kapal tersebut berisi alat seperti CTD Rosette System, Plankton Net, Bongo Net (menangkap plankton di permukaan laut), wave glider (alat mengukur ombak laut).

“Kapal UMT ini terdapat alat side scan sonar yang berfungsi mempetakan dasar laut, mencari benda-benda di dasar laut seperti puing-puing pesawat yang jatuh,” ujar Azam

Trip To AKUATROP

Setelah mengunjungi INOS, delegasi FPK berjalan menuju Institut Akuakultur Tropika (AKUATROP) yang tak jauh dari INOS. AKUATROP merupakan tempat budidaya berbagai biota akuatik serta tempat penelitian mahasiswa di sana.

“Untuk institut kita berfokus pada kelas krustacea, seperti ketam ladam (horseshoe crab), kepiting bakau, serta udang galah,” ujar Irfarizuan, tour guide di AKUATROP.

Letak AKUATROP UMT berdekatan dengan pantai, yang memudahkan mahasiswa untuk mengambil air laut untuk penelitian biota laut. Selain itu, terdapat budidaya plankton dan budidaya kuda laut. (*)

Penulis : R. Dimar Herfano Akbar

Editor :  Binti Q Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).