Dosen FST UNAIR Teliti Logam Berat Merkuri dan Resistensinya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Logam berat yang paling berbahaya dan dianggap sebagai masalah global bagi lingkungan dan kesehatan manusiaadalah merkuri (Hg). Di lingkungan sekitar, masuknya logam berat ini disebabkan oleh proses alami, seperti letusan gunung berapi, pelapukan batu, transportasi atmosfer, deposisi ulang, serta aktivitas manusia, seperti, pembakaran batu bara, emisi dari proses industri, insinerasi, dan pembuatan industri.

Beberapa penelitian terdahulu telah dilakukan untuk mengisolasi bakteri dari area yang terkontaminasi. Bakteri yang ditemukan seperti Hg, seperti Pseudomonas sp., Bacillus sp., Acinetobacter sp., dan Clostridium sp. 

Namun, studi tentang identifikasi bakteri resisten merkuri dari sanitary landfill yang tidak aktif masih terbatas. Oleh karena itu, dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Muhammad Fauzul Imron S.T., M.T. melakukan risetdengan berfokus pada identifikasi bakteri yang diisolasi dari sanitary landfill tidak aktif Keputih dan karakteristik ketahanan logam beratnya.

“Sanitary landfill  merupakan sumber polusi merkuri, karena area ini digunakan sebagai pembuangan baterai dan beberapa perangkatelektronik. Air tanah yang tercemar merkuri di daerah sanitary landfilldisebabkan oleh perkolasi dari lindi yang mengandung logam berat seperti Hg, Cr, Fe, Mn, Mg, Zn, Pb, dan Cd,” jelasnya.

Isolasi bakteri di sanitary landfill Keputih, tambahnya,  dilakukan dengan metode pengenceran serial sebagai lanjutan penelitian kami sebelumnya. Kemudian, isolat bakteri yang berpotensi dilakukan identifikasi untuk mengetahui nama bakteri tersebut.

Identifikasi bakteri dilakukan dengan menggunakan karakterisasi biokimia menggunakan Microbact Identification Kit (MicrobactTM GNB 12A dan 12B). Hasil dari identifikasi kit kemudian dianalisis berdasarkan Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology.

“Bakteri yang telah teridentifikasi selanjutnya dilakukan uji resistensi dengan 4 konsentrasi berbeda yaitu 5, 10, 15 dan 20 mg/L menggunakan metode difusi cakram terhadap logam berat Hg. Minimum Inhibiory Concentration (MIC) ditentukan berdasarkan Inhibitory Zone Diameter (IZD) yang terbentuk pada permukaan agar. Aktivitas mikroba yang dihambat dievaluasi berdasarkan pada diameter zona bening,” ujarnya.

Hasil identifikasi yang didapatkan berupa bakteri potensial berupa bakteri gram negatif, berbentuk batang, bersifat oksidase dan katalase positif, 92,74% cocok dengan spesies Pseudomonas fluorescens. MIC merkuri untuk P. Fluorescensadalah 5 mg/L. P. fluorescens memiliki resistensi tinggi terhadap paparan merkuri.

“Sehingga dapat diketahui dari penelitian ini bahwa P. fluorescens yang diisolasi dari sanitary landfill Keputih berpotensi untuk menyisihkan logam berat Hg pada area tercemar. Untuk studi lebih lanjut, potensi P. fluorescens dapat diinvestigasi untuk mengurangi area yang terkontaminasi logam berat dengan teknik bioaugmentasi dan biostimulasi,” pungkasnya.

Penulis : Dian Putri Apriliani

Editor : Nuri Hermawan

Link :http://www.envirobiotechjournals.com/article_abstract.php?aid=9688&iid=276&jid=3

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu