Gagas Aplikasi M-Posyandu, Tiga Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Sabet Juara II di UI

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
M. HAFIZH Irhamna (Kiri), Evangelis Kiahno (Tengah), Maya Sanjaya (Kanan). (Foto: Dok. Pribadi)
M. HAFIZH Irhamna (Kiri), Evangelis Kiahno (Tengah), Maya Sanjaya (Kanan). (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Kali Pertama menjajaki kompetisi Nasional, tiga mahasiswa Ilmu Administrasi (AN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Univeristas Airlangga (UNAIR) behasil menyabet juara II di Universitas Indonesia (UI). Mereka adalah Evangelis Kiahno, Maya Sanjaya, dan M. Hafizh Irhamna yang merupakan mahasiswa angkatan 2018.

Prestasi tersebut diraih dalam kompetisi Call for Paper Publician Fair 2019 yang diselenggarakan oleh Himanera Universitas Indonesia pada 4-7 Oktober 2019. Ide cemerlang yang berhasil membawa mereka menyabet prestasi tersebut berupa gagasan aplikasi M-Posyandu untuk menekan angka stunting. Lahirnya gagasan tersebut karena angka stunting di Kabupaten Bangkalan cukup tinggi. Jadi, adanya M-Posyandu diharapkan dapat menekan angka stunting.

Menurut Maya Sanjaya, mereka memilih topik pembahasan kesehatan karena perannya sangat krusial dalam upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Hal tersebut selaras dengan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.

“Gagasan kami pada aplikasi M-Posyandu memiliki beberapa fitur menarik seperti modul tentang pemenuhan gizi, jadwal kegiatan posyandu, konsultasi dan kontak darurat yang terhubung dengan  puskesmas terdekat. Fungsi tersebut tentu akan sangat bermanfaat bagi warga karena aksesnya juga cukup mudah,” ujar Maya yang juga anggota aktif di organisasi Pena Adinata.

Tim Benefica, julukan yang diberikan oleh ketiga mahasiswa tersebut, telah banyak melakukan persiapan seperti wawancara langsung dengan Dinas Kesehatan Bangkalan dan merancang aplikasi M-posyandu. Selain itu menyiapkan policy brief, poster, stiker dan juga video pengembangan aplikasi M-Posyandu.

Terdapat juga video dokumenter perjalanan Tim Benefica ketika mengumpulkan data di Kabupaten Bangkalan. Dalam mengatasi Stunting, dibutuhkan edukasi yang masif dan tindakan intervensi yang tepat supaya menekan angka kejadian. Karena itu, hadirnya M-Posyandu diharapkan dapat membantu mengatasi meningkatnya angka stunting di Kabupaten Bangkalan.

Kendala yang sempat ditemui mereka adalah perumusan langkah sosialisasi aplikasi M-Posyandu pada masyarakat, namun berkat kerja sama tim yang baik akhirnya dapat ditemukan solusinya.

Maya menjelaskan bahwa topik pembahasan yang diangkat dalam tema perlombaan sesuai dengan apa yang dipelajari pada bangku perkuliahan Administrasi Negara. Tepatnya membahu tentang kebijakan dan pelayanan public sehingga memudahkannya dalam pembahasan dan penelitian.

“Awalnya kami kurang percaya diri saat mengikuti lomba tersebut, karena lawan kami merupakan professional yang sering megikuti lomba. Sedangkan kami adalah wajah baru yang mencoba tampil dan berusaha memberikan yang terbaik, dan alhamdulillah mendapat hasil yang luar biasa,” ujarnya.

Maya berharap banyak generasi muda yang dapat melahirkan inovasi baru untuk mengatasi permasalahan yang ada dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. (*)

Penulis: Muhammad Wildan Suyuti

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu