Ingin Berhasil Menyusui Secara Eksklusif. Penuhi Faktor-Faktor Berikut!

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Halodoc

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling sempurna untuk bayi. ASI eksklusif adalah pemberian ASI sejak bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan, tanpa pemberian cairan apapun kecuali disarankan oleh dokter dalam rangka pengobatan. Terdapat banyak sekali manfaat ASI bagi bayi antara lain meningkatkan kecerdasan anak, meningkatkan daya tahan tubuh anak, mencegah risiko infeksi, dan menjaga tumbuh kembang yang optimal untuk anak. Namun sampai saat ini angka cakupan ASI Eksklusif di Indonesia masih belum mencapai target yang ditetapkan pemerintah secara nasional yaitu 80% dari jumlah bayi yang ada di Indonesia. Bahkan di Surabaya sebagai salah satu kota besar di Indonesia cakupan ASI eksklusif hanya berkisar di angka 65%.

Bayi yang tidak mendapatkan ASI secara eksklusif cenderung akan mudah beresiko terkena infeksi maupun penyakit sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada bayi tersebut. Dampak tidak diberikannya ASI eksklusif pada bayi diantaranya adalah gangguan pencernaan, gangguan pertumbuhan, meningkatkan risiko angka kesakitan pada bayi dan gangguan gizi, berisiko memperberat penyakit ISPA dan diare.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung pemberian ASI eksklusif, Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang ASI eksklusif dilakukan dengan cara promosi ASI eksklusif melalui penyuluhan, poster, maupun media TV nasional. Bentuk dukungan fasilitas juga telah diberikan dengan menyediakan ruang menyusui / pojok lataktasi di setiap tempat fasilitas umum seperti bandara, terminal, stasiun, bahkan pusat perbelanjaan. Dari segi kebijakan bahkan pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif.

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui penyebab kegagalan ASI eksklusif, Salah satunya adalah keyakinan ibu yang masih rendah. Masih banyak ibu yang tidak yakin bahwa jumlah produksi ASI-nya dapat mencukupi kebutuhan bayi. Banyak para orang tua beranggapan jika bayi rewel berarti ASI-nya kurang, sehingga terburu-buru memberikan susu formula dan bubur tambahan. Meskipun demikian, tidak jarang juga para ibu yang telah berusaha mencoba berbagai macam cara untuk meningkatkan produksi ASI, antara lain dengan mengkonsumsi daun katuk, jamu tradisional, obat pelancar ASI sampai terapi pijat.

Penelitian terhadap 143 orang ibu menyusui di Surabaya menguak fakta menarik, bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam meningkatkan produksi ASI. Di antaranta pengetahuan dan sikap ibu tentang ASI eksklusif, sudah selayaknya jika ibu tahu dan paham tentang keunggulan ASI dibandingkan susu formula dan makanan tambahan lain bagi bayi. Maka ibu tersebut akan menumbuhkan semangat yang kuat untuk bisa berhasil menyusui secara eksklusif. Kedua, budaya seputar menyusui yang dianut oleh masyarakat sekitar, masih sangat banyak mitos yang berkembang di masyarakat terkait menyusui, seperti menyusui merusak keindahan payudara, bayi akan tetap lapar jika tidak disuapi bubur, menyusui akan membuat anak semakin lengket dengan ibunya sehingga tidak mandiri, dll membuat ibu ragu dan kurang yakin untuk menyusui bayinya. Ketiga, fasilitas pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan yang dapat dijangkau dan memberikan pelayanan yang komprehensif termasuk dukungan sarana dan prasaran yang mendukung ibu untuk berhasil menyusui secara eksklusif akan sangat membantu ibu ketika membutuhkan pertolongan untuk mengatasi masalah selama periode menyusui. Bahkan saat ini telah banyak diselenggarakan kelas laktasi yang mendukung konsultasi gratis bagi ibu-ibu yang ingin menyusui bayinya secara eksklusif.

Keempat, dukungan menyusui yang diberikan oleh keluarga, dukungan yang dimaksud disini adalah dukungan berupa informasi, emosional, finansial, dan instrumental. Salah satu bentuk dukungan nyata yang dapat diberikan oleh keluarga antara lain membantu dalam merawat bayi, menyediakan makanan yang bergizi bagi ibu, memberikan waktu kepada ibu untuk beristirahat. Kelima, menyusui ternyata bukan perkara yang sederhana, diperlukan usaha yang kuat bersama-sama oleh seluruh elemen, baik ibu menyusui, keluarga, petugas kesehatan, dan masyarakat sekitar. Program-program promosi tentang ASI eksklusif harus terus dilakukan sembari melibatkan keluarga yang terlibat langsung dalam perawatan bayi untuk terus meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dan masyarakat tentang ASI eksklusif.

Penulis : Retnayu Pradanie, S.Kep., Ns., M.Kep

Tulisan detail artikel ini dapat dilihat di

https://www.indianjournals.com/ijor.aspx?target=ijor:ijphrd&volume=10&issue=8&article=512

Pradanie Retnayu, Nastiti Aria Aulia, Jihan Thaliah. 2019. Analysis of Factors Related to The Mother’s Behavior to Increase Breastmilk Production. Indian Journal of Public Health Research & Development, Volume : 10, Issue : 8

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu