Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Menjadi Penutup Environment Festival 2019

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
MAN 1 KEDIRI menyampaikan hasil penelitian mengenai jantung pisang dan dipresentasikan pada sabtu (02/11) di Fakultas Farmasi UNAIR (Foto : Aulya Mayang)
MAN 1 KEDIRI menyampaikan hasil penelitian mengenai jantung pisang dan dipresentasikan pada sabtu (02/11) di Fakultas Farmasi UNAIR (Foto : Aulya Mayang)

UNAIR NEWS – Environtment Festival (EFEST) 2019 merupakan event tahunan Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Universitas Airlangga. Pada pelaksanaan tahun ini tema yang dibawakan berupa ‘Climate Change’ sebagai upaya mengurangi perubahan iklim di Indonesia.

EFEST sendiri memiliki empat rangkaian kegiatan mulai dari Focus Group Discussion, Sharing Session, International Organization for Standardization (ISO) Training, dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) tingkat SMA. EFEST juga bekerja sama dengan beberapa lembaga maupun organisasi seperti Earth Hour Surabaya, Seasoldier Surabaya, Ecoton, Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, dan Robere & Associates Indonesia.

LKTIN menjadi acara terakhir sekaligus penutup dari serangkaian acara EFEST 2019. ‘Strategy and inovation to build sustainable cities to reduce the inpact of climate change’ menjadi tema perlombaan yang di usung pada acara tersebut.

Pada tahap pertama peserta diharuskan mengumpulkan abstrak dari penelitian yang telah dibuat. Lalu peserta yang lolos pada tahap pertama harus mengumpulkan full paper sebagai syarat untuk menjadi finalis LKTIN.

“Setelah dilakukan beberapa seleksi, terpilihlah sembilan tim yang berhasil lolos menjadi finalis LKTIN untuk mempresentasikan penelitiannya ke depan para juri yang sudah ahli di bidangnya,” ungkap Janjang Adzam selaku koordinator lapangan.

Final LKTIN digelar pada Sabtu (2/11/2019) di Fakultas Farmasi UNAIR. Para finalis menjelaskan kelebihan dari setiap produk sebagai upaya mengurangi dampak lingkungan yang diakibatkan oleh perubahan iklim. “Ada yang membawa konsep Future Green Building, Aplikasi untuk solusi pengolahan limbah, ada juga yang membuat kompor portable menggunakan bahan bakar,” katanya.

Setelah dilakukan penilaian oleh para juri, SMA Negeri 1 Pasuruan berhasil mendapatkan juara I dan II. Sementara juara II di dapatkan oleh MAN 1 Kediri. Pemberian penghargaan diberikan dalam acara Science Technology Competition Award di Hall Airlangga Convention Center (ACC) pada Minggu (3/11/2019) bersama dengan beberapa perlombaan yang diadakan oleh beberapa Himpunan Mahasiswa di FST.

“Yang kami harapkan dari beberapa acara ini adalah memberikan kebermanfaatan untuk banyak orang dan menjadi langkah kecil kami dalam upaya melestarikan lingkungan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Fahmi Royani

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu