Ketahui Faktor Risiko Hipertensi Menggunakan Penalized Spline

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kenaikan tekanan darah yang dapat meningkatkan risiko serangan pada organ tubuh, misalnya stroke, penyakit jantung koroner, dan hipertrofi bilik kanan jantung.

Hipertensi adalah penyakit yang disebabkan oleh banyak faktor antara lain obesitas, pola makan tidak sehat, kekurangan aktifitas fisik, kondisi stres psikologis, kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol, kebiasaan merokok dan pola mengkonsumsi kopi yang berlebihan.

“Kriteria yang digunakan untuk menentukan bahwa seseorang terserang hipertensi atau tidak, adalah jika tekanan darah systole-nya lebih besar atau sama dengan 140 mmHg, atau  tekanan darah diastole-nya lebih besar atau sama dengan 90 mmHg,” ujar dosen Matematika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR, Dr. Nur Chamidah, S.Si, M.Si.

WHO mencatat, 50 persen dari pasien hipertensi yang sembuh, hanya 25 persen yang menerima pengobatan, dan hanya 12,5 persen ​​yang dapat diobati dengan baik. Hasil survei kesehatan rumah tangga tahun 2014 juga menunjukkan, bahwa prevalensi hipertensi di Jawa sebesar 41,9 persen dengan rentang di setiap provinsi sebesar 36,6 – 47,7 persen, sedangkan prevalensi di perkotaan sebesar 39,9 persen dan di pedesaan sebesar 44,1 persen.

Sebuah penelitian mengungkap, risiko seseorang tekanan hipertensi dengan menggunakan pendekatan model regresi parametrik berdasarkan fungsi penghubung gompit dan logit menghasilkan ketepatan klasifikasi berturut-turut sebesar 81,5 persen dan 85,2 persen.

Bersama mahasiswi Statistika UNAIR, Tati Adiwati, Nur Chamidah mengurai itu dengan menulis jurnal berjudul Modelling of Hypertension Risk Factors Using Penalized Spline to Prevent Hypertension in Indonesia, yang diterbitkan IOP Conference Series: Materials Science and Engineering.

Dalam penelitian itu, Nur Chamidah menjelaskan bahwa risiko seseorang terkena hipertensi, bisa dilakukan dengan  pendekatan regresi logistik nonparametrik, yakni berdasarkan estimator penalized spline yang menghasilkan ketepatan klasifikasi lebih tinggi dari pada menggunakan pendekatan model regresi logistik parametrik yang berfungsi sebagai penghubung gompit dan logit.

Spline, Kata Nur Chamidah, adalah potongan polinomial yang merupakan gabungan segmen-segmen atau potongan-potongan kurva yang berbeda. Oleh karena itu, spline dapat mengakomodir sifat-sifat kelokalan suatu fungsi atau data secara efektif.

“Data yang digunakan dalam penelitian saya ini adalah data primer dari hasil kuisioner dan wawancara dari bulan Agustus sampai dengan September 2018 terhadap 59 responden yakni pasien penyakit jantung yang dirawat di poli jantung RS Haji Surabaya,” terang dosen kelahiran Surabaya tersebut.

“Dalam artikel ini, hanya diberikan contoh pembahasan estimasi risiko hipertensi untuk observasi (responden) ke-34 saja, sedangkan untuk observasi yang lain dilakukan dengan proses yang serupa,” sambungnya.

Hasilnya, dapat ditarik kesimpulan, bahwa risiko hipertensi berdasarkan faktor usia, indeks massa tubuh, detak jantung, dan skor stress menggunakan pendekatan model regresi nonparametrik logistik, berdasarkan estimator penalized spline, lebih baik dari pada menggunakan model regresi parametrik, dengan fungsi penghubung gompit dan logit, karena dapat menaikkan akurasi klasifikasi dari 81,5 persen dan 85,2 persen menjadi 96,6 persen.

“Harapan saya, setelah meneliti itu, masyarakat menyadari tentang pentingnya gaya hidup sehat agar dapat mengelola kesehatan untuk mengontrol tekanan darahnya dalam rangka mengurangi jumlah kasus hipertensi di Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Fariz Ilham Rosyidi

Editor : Khefti Al Mawalia

Link        : https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1757-899X/546/5/052003

Tati Adiwati And Nur Chamidah. 2019. Modelling of Hypertension Risk Factors Using Penalized Spline to Prevent Hypertension in Indonesia. IOP Conf, Series: Materials Science and Engineering,  546 052003

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu